Makna Indah Kebersamaan

🌴Kalian tahu kenapa hujan itu menyenangkan?
Karena turunnya rame2

🌴Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes.
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.

🌴Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan?
Karena dihidangkan rame2.

🌴Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa?

🌴Kalian tahu gigi itu berguna?
Karena rame2 berbaris rapi…

🌴Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu. Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.

🌴Sungguh…
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan

🌴Gotong royong, rame2 tentu lebih oke.

🌴Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari.

🌴Bekerja, rame2 saling tolong menolong lebih cepat selesai.

🌴Itulah gunanya teman2 terbaik.
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan.
Rame2 menjadi selalu lebih seru.

🌴Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.

🌴Begitulah pertemanan yang baik…Hilang satu, terasa kosong semuanya. Rame2 selalu lebih menyenangkan..

🌴Tetap berada dalam pertemanan itu lebih baik, daripada sendirian.

🌴Sahabat2ku terkasih, semoga hari ini semua bersukacita menikmati hidup ini.
Amin….

Tetap bertahan dalam indahnya kebersamaan.

Mendidik Anak Perempuan (Bag II – Selesai)

Tantangan orang tua adalah mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya adalah mendidik anak perempuannya dizaman era bebas seperti ini.

18| Sentuhan yg meragukan. Yakni antara kasing sayang versus nafsu. Biasanya berpindah-pindah tempat. Dari kepala turun ke bahu trus ke pinggang

19| Jika sudah melewati batas bahu, yakni ke pinggang, atau ke perut, ajarkan anak utk menolak dgn kalimat “Aku gak suka ah”

20| Terakhir, sentuhan haram yakni di wilayah sekitar kemaluan dan buah dada. Ajarkan anak kemampuan utk menolak dan menghindar

21| Dengan mengajari anak wanita kita tentang sentuhan, mengajarkan juga kepada mereka tentang berharganya tubuh mereka. Tidak sembarangan disentuh

22| Selain itu, ajarkan juga kepada anak wanita kita tentang siapa itu saudara, sahabat, kenalan dan orang asing. Sikapi dgn beda

23| Buat anak wanita tidak membutuhkan sosok lelaki lain yg jadi ‘pahlawan’ nya selain ayah, kakek dan kakak kandungnya

24| Saat mereka tumbuh remaja, tak jual murah dirinya demi dicintai lelaki lain. Sebab sudah ada sosok lelaki idola dalam hidupnya, khususnya ayahnya

25| Sebagian besar remaja wanita yg memutuskan untuk pacaran, karena tak punya lelaki idola di rumahnya sebagai tempat berbagi

26| Dengan ayah dan kakak kandung tidak akrab. Sehingga ia membutuhkan figur lelaki lain. Akhirnya, perlahan kesuciannya pudar. Jadilah mereka anak cabe-cabean

27| Itulah kenapa AYAH perlu hadir dalam jiwa anak wanita sedari dini. Harus ada ikatan batin di antara mrk agar anak wanita tak cari idola lain

28| Ayah harus sering berkomunikasi dengan anak wanitanya saat dalam kandungan. Saat lahir, anak mengenali suara ayahnya pertama kali yg didengar

29| Saat lahir, jadikan wajah AYAH lebih banyak di-scan dalam memori anak. Hadirkan ekspresi saat menggendong anak

30| Ikatan batin antara ayah dan anak wanita ini memberi pengaruh saat anak tumbuh dewasa dan mengalami persoalan hidup

31| Saat anak wanita mulai jatuh cinta, ia akan jadikan AYAH sebagai mentor cintanya. Tak ingin ditipu lelaki buaya. Nasehat ayah jadi panduan

32| Saat anak wanita siap menikah, ia mencari sosok lelaki yg seperti ayahnya. Atau setidaknya pilihan ayahnya

33| Bahkan saat anak wanita menjalani gonjang ganjing pernikahan. Ia tak butuh lelaki lain sebagai tempat curhat. Ayahnya lah yg jadi labuhan

34| Peran ayah dalam menjaga kesucian anak wanita amatlah vital. Rusaknya moral anak wanita saat ini salah satunya karena ketidakterlibatan ayah dalam mengasuh

35| Karena itu, ajaklah para ayah agar terlibat dalam pengasuhan. Tak cuma sekedar cari nafkah. Tapi peduli akan anaknya khususnya yg wanita

36| Semoga anak wanita di negeri ini selalu jaga kesuciannya sehingga lahir generasi yg diberkahi. Sekian.

Mohon maaf jika tak berkenan

Selamatkan Anak-anak Dari Pornografi

Melindungi anak kita dari pornografi berarti ikut menjaga akhlak para generasi bangsa. Mari kita selamatkan anak-anak kita dari pornografi.

Marak tersebar link video yang menunjukkan adegan dewasa yang diaktori anak-anak. Anak laki-laki dalam video tersebut diperkirakan kelas 1 SD dan anak perempuannya kelas 2 atau 3 SD. 😰😨😱

Dalam grup-grup diskusi di Facebook maupun Whatsapp pun, laporan mengenai kasus perilaku anak-anak yang beradegan dewasa terus berdatangan. 😖😣😭😡

Tak perlu media massa menyiarkan, kejadian itu seakan sudah ada di lingkungan rumah kita. Bahkan bisa dikatakan hampir semua dari kita sudah tau kejadian ini. 😔😞😢

Bagaimana tidak? Populasi gadget di Indonesia 30 juta lebih banyak dari populasi manusianya. 👀

Jika dulu orang yang ingin melihat konten tidak patut perlu membeli majalah di ujung gang, kini pebisnis porno di internet yang memburu anak kita masuk ke dalam kamarnya, dengan layar gadget menjadi “pintu kemana saja”.👺👹😾

〰〰〰〰
Menurut Ayah Bunda, darimana munculnya minat anak-anak melakukan adegan tersebut? Bukankah saat kita lulus TK, kita sedang berminat menyusun kata dan menulis angka? 😶😐

Otak anak masih dalam tahap meniru dan bereksplorasi. Otaknya yang belum sempurna bersambungan membuat anak melakukan sesuatu berdasarkan dorongan keinginan, bukan pemikiran apalagi pertimbangan konsekuensi. 😟😧

Jadi, ketika ia melakukan adegan orang dewasa, yang ia coba dan ia tiru SUDAH PASTI berasal dari matanya : apa yang ia lihat. 😣😖

Bahkan pada link video yang tersebar, jelas terdengar anak-anak itu diarahkan orang dewasa sedangkan anak-anak itu terlihat melakukannya dengan suka rela. 😠😡

Ada apa ini? Mungkinkah anak-anak itu juga DIJADIKAN KOMODITI? Apakah ada yang mengambil keuntungan dari hancurnya anak-anak kita sejak usia dini? 😡😤😤

Yang perlu kita ketahui adalah Child Pornography merupakan ‘narkoba’ level tertinggi bagi pecandunya yang sudah sakau berkali-kali. Harga jualnya paling mahal dalam bisnis mereka. 😵😵

Kejadian demi kejadian terjadi bersamaan dengan pemerintah kita yang sedang berbenah. Yuk kita sebagai orangtua dan warga negara, aktif menyuarakan bahwa #IndonesiaDaruratPornografi 💪💪

Oleh Yayasan Kita dan Buah Hati

 

Ibu Selalu Menjagaku

Baru berapa saat saya naik angkot,
“kiri sep…” kata ibu tua di depanku sambil berkemas.
Mobil pun minggir. Sopirnya masih muda, mungkin belum sampai 25 usianya.

Sopirnya bertanya : “ibu turunnya bisa? pelan- pelan aja bu…” katanya.
Si ibu menjawab, “turunnya mah pelan pelan bisa Sep, tapi nyeberangnya ibu takut.”

Sopir pun turun dari mobil menuju pintu belakang penumpang, “sini bu saya tolongin” katanya.

Sopir itu membimbing ibu tua itu turun, lalu membantu menyeberangkan pelan pelan karena ibu tua itu jalannya tertatih tatih.

Setelah kembali ke mobil, saya iseng bertanya… “ibu nya mas?”

“bukan..” jawabnya..

“oh.. saya kira ibunya, manggilnya Sep.. saya kira mas nya namanya Asep..” kataku ringan.

“baik banget mas mau ngurusin sampai nyebrangin segala…”

“kalau itu ibu saya Pak, gak bakalan saya biarin pergi-pergi sendiri. Kalau jatuh, ketabrak, atau sakit di jalan gimana coba?
Saya suka sedih lihat ibu-ibu tua, ngapain sendirian bepergian.
Padahal dulu pasti lagi mudanya pergi-pergi anaknya selalu dibawa, dijagain takut anaknya jatuh, diurusin siang malem waktu anaknya sakit. ya gak Pak?” tanyanya….

“iya jawabku singkat…” (tenggorokan rasa terkunci)

“Iya Pak….Orang kadang gak ngehargain ibunya… kalau senang lupa, kalau susah pasti nyari ibunya…. padahal pak.. saya ini gak punya ibu, ibu saya meninggal dari saya kecil. Saya diasuh orang lain, barangkali kalau saya punya ibu, nasib saya gak begini… karena pasti ada ibu yang ngedoain supaya jadi anak yang sukses. Orang lain di doain ibunya, belum tentu juga inget dan sadar kalau itu tuh hasil doa sama jerih payah ibunya… yaa gak Pak.?”

“iya..” jawabku lemah… “kiri depan yaa… saya doain mas selalu dimudahkan rejekinya dan bisa sukses yaa mas. jangan lupa ibunya dikirimin doa. makasih yaa..”

Nak, Tolong Jaga Putriku

Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?

Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.

Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi?

Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya.

Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik.

Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian.

Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu.

Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari.

Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian.

Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum.

Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami.

Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup.

Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya.

Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama.

Nak tolong jaga Putriku dengan baik…

Membangun Tembok Besar (Tiongkok)

Ketika orang-orang Tiongkok (Cina) zaman kuno dulu ingin hidup dalam kondisi aman, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.  Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi, 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.

Pada setiap kali perperangan, angkatan darat musuh tidak butuh menghancurkan tembok atau memanjatnya untuk menerobos masuk. Tapi cukup bagi mereka setiap kali perang menyogok penjaga pintu gerbang, kemudian mereka masuk melalui pintu.

Perhatian orang Cina di zaman itu disibukkan dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia.

Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh umat sekarang ini.

Apabila anda ingin menghancurkan peradaban suatu umat, ada tiga cara untuk melakukannya:

1. Hancurkan tatanan keluarga.
2. Hancurkan pendidikan.
3. Hancurkan keteladanan dari orang-orang yang jadi panutan dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan Ibu.

Jadikan mereka malu menjalani peran sebagai Ibu rumah tangga.

Untuk menghancurkan pendidikan caranya; jangan jadikan para pendidik sebagai orang yang penting dalam masyarakat. Kurangi penghargaan terhadap mereka, hingga para pelajar meremehkannya.

Untuk menghancurkan keteladanan, rusak akhlak para ulama dan orang-orang yang ditokohkan dalam masyarakat. Hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatan dan sifatnya.

Apabila Ibu-Ibu rumah tangga yang punya kesadaran sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap, dan para ulama panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur..?

Saat itulah kehancuran umat akan terjadi sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bernaung di bangunan nan megah dan dibawa dengan kendaraan yang super wah.

Jangan-jangan hal ini sudah terjadi. Na’udzubillah.

Semoga Bermanfaat.

Resep Mendidik Anak ala Ust @Yusuf_Mansur

Pendidikan sangat bagus jika dimulai sejak usia dini. Bagaimana caranya? Simak ulasan Ust Yusuf Mansur berikut.

👭1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

👭2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

👭3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

👪4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

👬5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

📵6— Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”.

Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Subhanallah…
Semoga yang menyebarkan tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal’alamiin🙏

Smoga bermanfaat😍😍

Pertandingan Basket yang Membuat Penonton Merinding! [Video]

Kisah nyata dari pemain basket yang mengalami kelainan yang dideritanya. Adalah Mitchell, anak SMA yang sangat menyukai olah raga bola basket. Karena penyakitnya, pertumbuhan dirinya jadi terhambat. Oleh sebab itu, ia hanya menjadi asisten kapten dan selalu duduk di bangku cadangan. Ia sangat antusias dalam memberikan semangat kawan-kawannya saat bertanding.

Singkat cerita, pada pertandingan final di sekolahnya, tim Mitchell sudah tertinggal cukup jauh, sekitar 10 poin, dari tim lawan. Alih-alih mengejar ketertinggalan, pelatih tim Mitchell malah melakukan pergantian pemain yang kurang tepat. Keputusan sang pelatih dinilai blunder. Namun, ia berpendapat, “Inilah saatnya membuat Mitchell menikmati pertandingannya. Inilah waktunya, menang atau kalah bukan waktunya lagi.”

Apa yang dilakukan sang pelatih? Ia memasukkan Mitchell! Ketika Mitchell memasuki lapangan, semua berteriak menyemangatinya, “Mitchell! Mitchell! Mitchell!”

Rekannya selalu memberikan kesempatan kepadanya, tapi lagi-lagi bola tidak masuk ke ring lawan alias Mitchell gagal mengejar ketertinggalan. Ia sendiri memasang ekspresi kecewa karena belum bisa memasukkan bola.

Pada detik-detik kesempatan terakhir, bola masih di tangan lawan Mitchell. Ada kejadian yang bakal membuat pembaca merinding. Sang lawan, namanya Jonathan, malah berteriak memanggil Mitchell. Ia bukannya mengoper bola kepada rekan setimnya, tapi malah mengoper ke lawannya (Mitchell).

Mitchell bingung dan ia mencoba kesempatan terakhirnya (sebelum tanda berakhirnya pertandingan berbunyi). Dan… berhasil! Yap, Mitchell berhasil memasukkan bola. Suasana menjadi ramai. Semua penonton girang bukan main. Semuanya memasuki lapangan pertandingan untuk merayakan kemenangan bersama. Mitchell diangkat!

Berikut cuplikan videonya. Perhatikan menit ke 2:07. Bagi yang mewek, siapkan tisu 🙂

Nasihat Ulama Hasan Al Bashri Tentang Waktu

Al Imam Al Hasan Al Bashri berkata, “Wahai bani Adam, engkau laksana hari-hari. Setiap kali berlalu satu hari
maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.” Hari demi hari, bulan berlalu bulan, tahun berganti tahun, tidakkah kita memikirkan nya?
.
Bayangkanlah jika setiap berlalu hari,
Berkurang pula salah satu dari anggota badanmu, Meskipun hanya sebagian kecil dari jari jemarimu. Apa yang akan engkau rasakan? Pasti kau sangat sedih. Engkau pun akan memanfaatkan hari-harimu dengan sebaik-baiknya sebelum badanmu benar-benar habis. Al Hasan Al Bashri juga pernah bercerita keheranan tentang suatu kaum yang sangat menjaga waktu dengan sebaik-baik nya. Beliau berkata, “Dahulu, aku pernah berjumpa suatu kaum yang sangat menjaga waktunya.
.
melebihi penjagaan kalian terhadap dinar dan dirham.” Subhanallah, Itulah generasi pendahulu kita.
Di manakah kita dibandingkan mereka? Begitulah. Mereka begitu memperhatikan waktunya. Maka bukan suatu hal yang aneh jika diantara mereka ada yang menjadi jabal min jabaalil huffaadz (salah satu master hapalan). Bukan hal yang aneh pula kalau diantara mereka ada yang dijuluki faqiihul ummah (ahli fikihnya umat ini).
.
Ketahuilah wahai saudaraku,
jika seseorang telah tersibukan dengan perkara yang tidak ada gunanya, maka itu salah satu pertanda bahwa Allah telah berpaling darinya. Berkata Al Hasan Al Bashri,
“Diantara tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba, saat Allah jadikan kesibukannya pada perkara yang sia sia.”Kita memohon kepada Allah, agar Allah memberkahi waktu kita dan Allah jadikan waktu kita sebagai penolong bagi kita.

Sering Minta Bawain Oleh-oleh? Berpikirlah!

Pas kali ya pakai hashtag #TitipanMama

“Bang Armand mau ke Jerman ya?, nanti bawain saya oleh-oleh Roti jahe dong..!: Pinta Encep pada temannya tersebut.

Apakah anda termasuk orang yang rajin meminta oleh-oleh pada teman yang kebetulan bepergianke luar kota atau ke luar negeri?.

Kalau anda menjawab ya, tolong pikirkan kembali kebiasaan ini sambil menimbang betapa repotnya orang yang anda minta oleh-oleh sesuai keinginan anda.

Terlebih kebiasaan ini anda lakukan sambil tak memberikan uang untuk membelikan barang yang anda inginkan dan hanya berdasarkan berharap teman anda yang bepergian tersebut meluangkan waktu dan materi untuk sebuah keinginan anda.

Mengapa saya mengajak berpikir ulang tentang kebiasaan tersebut?, karena beberapa hal yang harus kita kaji ulang akibat kebiasaan pesan oleh-oleh yang kita minta, antara lain :

Apakah kita sudah berfikir bahwa teman yang kita minta oleh-oleh belum tentu sedang dalam kondisi memiliki uang yang cukup.

Teman memiliki waktu yang terbatas untuk mencari oleh-oleh yang kita minta.

Teman kita juga sudah direpotkan membawa oleh-oleh yang mungkin disiapkan untuk keluarganya.

Pada kasus bepergian dengan pesawat terbang dimana setiap penumpang hanya mendapatkan free bagasi antara 20-30 kg (tergantung maskapai/kelas penumpang) tentu saja akan merepotkan ketika gara-gara oleh-oleh yang kita pinta menambah beban biaya tambahan yang harus dibayar teman kita.

Dan banyak hal kesulitan yang akan teman kita dapatkan akibat pesanan oleh-oleh yang kita minta pada teman.

Kebiasaan kita yang sering meminta oleh-oleh pada teman/saudara yang hendak bepergian ke luar kota atau ke luar negeri
seringkali kita lakukan tanpa mempertimbangkan hal-hal yang saya tulis di atas. Padahal bisa jadi kebiasaan ini sangat merepotkan dan membebani teman kita yang bepergian.

Langkah yang terbaik yang pantas kita lakukan saat mendengar teman/saudara akan bepergian adalah menawarkan bantuan kendaraan ke bandara, atau mencarikan tiket murah serta hal- hal yang memudahkan teman kita dalam melakukan persiapan sebelum pemberangkatan.

Memudahkan teman/saudara yang akan bepergian akan menyenangkan mereka ketimbang merepotkan dengan permintaan oleh-oleh yang anda pinta. (Tak menyertakan uang lagi untuk membelinya).

Mudahkan teman dan saudaramu maka Allah SWT akan memudahkan anda, saya yakin itu.

Sumber : Kompasiana.com