Ujian Kesenangan Lebih Berat Dari Ujian Kesusahan

?LOMBA TIUP MONYET?

Seekor ?sedang bergelayutan di pucuk…?

?Dia tdk menyadari sedang diintai tiga angin besar..
Topan…….?
Tornado….?
Bahorok….?

Tiga angin itu bertaruh siapa yg paling cepat menjatuhkan si? dari …?

Topan berkata, “aq cuma perlu waktu 45 detik…”?

Tornado tidak mau kalah, “kalau aq cukup dg 30 dtk…”??

Bahorok, dengan nada mengejek berkata, “kalau aq 15 detik, ….??

Angin TOPAN meniup sekencang-kencangnya…
Wuuss…??
si?langsung berpegangan pada batang ?dengan sekuatnya….
ternyata si ? tetap tdk bergerak…
Topan pun menyerah…?

Giliran TORNADO… Wuuusss… Wuuusss…
????
Ia miupkan anginnya lebih keras..dengan sekencang-kencangnya…
Namun si ?tetap tidak terjatuh juga…?

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih keras dan kencang… wuuuss…wuuss…
??????
Si ? malah makin kuat berpegangannya.
Dan tetap saja tidak jatuh?

Ketiga angin itu akhirnya mengakui, kalau si ?memang ????..
daya tahannya luar biasa..

datang Angin Sepoi – Sepoi☁☁☁
Dia ingin ikut bertaruh…

niat angin sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan dari ketiga angin lainnya…
“Angin yg besar spt kami aja tdk bisa, apalagi yang kecil…”
??????

Tanpa banyak bicara, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si ?.
Wuuuuuiiiisss…
??☁☁☁
Enaaaaaak…?
Adeeeeem…?
Segeeeeer…?

Mata si ?…merem melek…
Tdk lama si ? mulai tertidur…dan tanpa disadari terlepaslah pegangannya…
Kemudian, jatuhlah si ?dari pohon kelapa…?

?Sahabat?

Boleh jadi…ketika kita,
Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA…
Kita kuat bahkan kuat dari sebelumnya.
???????

Tapi ketika kita diuji dengan…..
KENIKMATAN…
KESENANGAN..
KELIMPAHAN…
PUJIAN…………..
Saat itulah kita “terjatuh”…
???????

WASPADALAH…

Semoga terinspirasi….?

Renungan Bagi Istri yang Suaminya Tidak Romantis

renungan suami istriSuamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.

Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.

“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.

Harapanku hancur mendengar jawabannya.

Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.

…..

“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.

“… Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu…”

“…..”

“… Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah… Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda… Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku… Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati…”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca…

“… Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu…”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.
Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang…

Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya..

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu..

Cerita Renungan oleh Marsekal Chappy Hakim

“Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di pangkalan Udara Margahayu Bandung, bersama dgn lebih kurang 120 orang yg ditampung dlm dua barak panjang.
Setiap makan pagi, siang dan malam hari yg dilaksanakan di barak, kami memperoleh makanan ransum latihan yg diberikan dgn ompreng dan atau rantang standar prajurit. Diujung barak tersedia drum berisi sayur, disampingnya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorg ibu,  yg dijual kpd siapa saja yg merasa perlu utk menambah lauk makanan jatah.

Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggui barang dagangannya. Dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan disampingnya diletakkan pula kardus bekas utk tempat uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Setelah selesai waktu makan, ibu itu datang dan mengemasi karung plastik dgn sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Ibu itu percaya kpd semua siswa latihan terjun, karena dia sudah ber-tahun2 berdagang kerupuk di barak tersebut dgn cara demikian. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Setiap orang dgn kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Kalaupun ada kembaliannya, si pembeli mengambil sendiri uang kembaliannya di kardus itu.

Bbrp pelatih terjun, bercerita bhw dlm pengalamannya, semua siswa terjun payung yg berlatih disitu tidak ada yg berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payungnya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Smp sekarang, saya selalu berpikir, knp org bisa jujur dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada di depan wajahnya?. Bgmn caranya membuat manusia setiap saat dapat jujur dan dipercaya? “

Met pagi…

Satu Jam Untuk Satu Kehidupan

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan
bertanya :
”Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?“
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata :” Tidak, nak… “
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata
lagi… ” Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun…?”
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil
tersenyum kepada putrinya.
” Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup
tanpa melakukan kesalahan…?”
Ayahnya tertawa…
”Mungkin tidak bisa juga,nak”
” OK ayah, ini yang terakhir kali…
Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja…?”
Akhirnya ayahnya mengangguk.
“Kemungkinan besar,bisa nak”
Anak ini tersenyum lega…
” Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah…
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari
jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar… “
Pernyataan ini mengandung kebenaran …
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini…
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun… Akan menjadikan kita terbiasa…
Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat…
Dan sifat akan berubah jadi karakter…
HIDUPLAH 1 JAM TANPA :
Tanpa kemarahan,
Tanpa hati yang jahat,
Tanpa pikiran negatif,
Tanpa menjelekkan orang,
Tanpa keserakahan,
Tanpa pemborosan,
Tanpa kesombongan,
Tanpa kebohongan,
Tanpa kepalsuan…
Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .
HIDUPLAH 1 JAM DENGAN :
Dengan kasih sayang kpd sesama…
Dengan damai,
Dengan kesabaran,
Dengan kelemah lembutan,
Dengan kemurahan hati,
Dengan kerendahan hati..
Dengan ketulusan..
Dan Mulailah dari Jam ini…
1 jam yang sederhana, tapi sangat mungkin akan berarti bagi
perjalanan 10 tahun kedepan, bahkan mungkin sampai akhir
hayat.
Semoga bermanfaat.

Renungan di Hari Jumat (Bersyukur)

Inspirasi dan renungan jum’at pagi ini :

Isi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan …
2. Allah itu MEMATIKAN dan …
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ……

Mayoritas kita akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ???

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى

“dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS.” (QS. 53:43).

وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

“dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN.” (QS. 53:44).

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى

“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. ” (QS. 53:45).

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى

“dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.” (QS. 53:48).

Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3.
Tapi,
Jawaban kita untuk no. 4 umumnya KELIRU.

Jawaban Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.

Subhanallah..

Sesungguhnya Allah Ta’ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.

Dan ternyata yang “menciptakan” KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri. Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.
Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu BERSYUKUR*

Renungan: Kita Seperti Sebuah BUKU

✒📚✏📖

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, ternyata Allah msh memberikan kesempatan kita menghapusnya dengan taubatan nashuha.

Tapi hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru, dan tidak cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Allah Yang Maha Rahman selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita ke depannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkan-Nya.

Terima kasih Yaa Allah utk hari yg baru ini.

Syukuri hari ini dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal-hal yg baik semata.

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepada-Nya.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti.
Aamiin.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena yang diridhai Allah Ta’ala.

📖✏📚✒

Wassalam.