Disiplin, Kunci Karakter Sukses Generasi Muda

downloadSiapa bilang kalau orang tahu haram itu benar-benar menjauhinya? Ayo siapa yang menjamin? Tidak ada. Orang yang ilmu rasionalnya tinggi, tidak disangga oleh hidayah, maka ilmu ini akan lari menjauhkan dirinya dari Allah SWT.

Perhatikan! Dengan adanya teknologi-teknologi yang luar biasa, mestinya orang lebih dekat kepada Allah. Tuhan itu tahu betul apa yang kita lakukan. Rasio kita sukar membayangkan. Tapi dengan teknologi sekarang ilmu bisa dapat dari ustadz google… Iya, kan? Ada hp suaranya bisa didengar, yang 3G gambarnya bisa dilihat, televisi, internet. Kesimpulannya apa? Ooohh kalau gitu dunia ini satu. Kamera bisa melihat. Bayangkan, bagaimana kalau dunia ini semuanya adalah sebuah kamera besar?

Sekalipun kita ditempatkan di tempat yang terlindungi, pasti datang maut. Dulu saya tidak bisa berpikir, bagaimana malaikat ini mengurusi matinya orang? Terus mati ini alamatnya kemana? Lalu kalau keliru bagaimana? Eh, tahu-tahu sekarang HP itu nomornya selisih satu saja tidak bisa masuk.

Perhatikan ini… Padahal manusia itu tidak ada yang sama. Ternyata yang tidak sama bukan cuma cap jarinya. Rambutnya juga tidak sama. Tulangnya juga tidak sama. DNA-nya juga tidak sama. Mana mungkin itu keliru? Mestinya kecerdasan kita itu lurus. Tetapi karena kesombongan, maka semakin mempunyai teknologi tinggi, anehnya orang semakin menjauhi Allah. Terbalik!

Nah, oleh karena itu, kalau hubungan dengan Alloh sudah bersambung dengan ilmu, akan melahirkan pertanggung jawaban ilmu.

Disisi lain, proses kesolehan tidak bisa lepas dari disiplin. Terutama ibadah. Jadi tidak ada karakterisasi tanpa disiplin. Tidak ada karakterisasi tanpa latihan. Orang yang mau dicetak model seperti A, mesti ada disiplinnya, ada kerangkanya, ada latihannya. Kamu mau dicetak seperti apa? Tentara? Ya sudah, harus dilatih disiplin seperti itu.

Maka, hal yang menjadikan bahaya besar bagi generasi muda sekarang adalah generasi yang tidak mau disiplin. Ini sebenarnya generasi yang sedang menghancurkan dirinya sendiri.

Ditulis oleh KH. A. Hasyim Muzadi

Kepada Siapakah Harus Bersandar?

Ketika aku bangun Pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup

“Jendela kamar bilang : Lihat dunia diluar !!!”

Langit – langit kamar berpesan :
“Bercita – citalah setinggi mungkin !!”

Jam dinding berkata : “Tiap detik itu berharga !!!”

Cermin bilang : “Berkacalah sebelum bertindak !!!”

Kalendar berbisik : “Jangan menunda sampai besok !!!”

Pintu berteriak : “Dorong yang keras, pergi & berusahalah !!!”

TAPI tiba-tiba …Lantai berbisik :

“BERLUTUT & BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA….”

Kita belajar….
bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengijinkn kita melalui derita.

Tetapi kita tahu bahwa IA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita harus belajar menikmati hidup dengan bersyukur.

Kita belajar….
bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.

Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan sukacita.

Kita belajar….
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi,
karena semua rancanganNYA akan indah pada waktunya.

Ketika “Kaki” sudah tak kuat berdiri… “BERLUTUTLAH”.

Ketika “Tangan” sudah tak kuat menggenggam… “LIPATLAH”

Ketika “Kepala” sudah tak kuat ditegakkan… “MENUNDUKLAH”

Ketika “Hati” sudah tak kuat menahan kesedihan… “MENANGISLAH.

Ketika “Hidup” sudah tak mampu untuk dihadapi… “BERDOALAH”

Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga..

Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas..

Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir. Lebih dari itu, di atasmu ada Allah yang selalu menyertaimu..

Kasih Allah pada kita seperti lingkaran, tak berawal & tak berakhir…

Selamat beraktifitas semoga hari ini berkah‍‌‌‌‌‍‌‍‍‌