Bank Itu Bernama WAKTU

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.

Semua uang itu dapat anda gunakan (tidak lebih).

Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari.

Coba tebak,

Apa yang akan anda lakukan?

Tentu saja menghabiskan semua uang pinjaman itu kan…

Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.

Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.

Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik.

Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda.

Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.

Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.

Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.

Jika anda tidak menggunakannya, maka kerugian akan menimpa anda.

Anda tidak bisa menariknya kembali.

Juga, anda tidak bisa meminta “Uang Muka” untuk keesokan hari.

Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini.

Maka dari itu investasikanlah dengan baik menurut kehendak Allah

Jam terus berdetak,
Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Hargailah waktu yang anda miliki.

Semoga bermanfaat dan mari ingatkan sesama. dengan cara SHARE post ini, semoga berkah

Nasihat Ulama Hasan Al Bashri Tentang Waktu

Al Imam Al Hasan Al Bashri berkata, “Wahai bani Adam, engkau laksana hari-hari. Setiap kali berlalu satu hari
maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.” Hari demi hari, bulan berlalu bulan, tahun berganti tahun, tidakkah kita memikirkan nya?
.
Bayangkanlah jika setiap berlalu hari,
Berkurang pula salah satu dari anggota badanmu, Meskipun hanya sebagian kecil dari jari jemarimu. Apa yang akan engkau rasakan? Pasti kau sangat sedih. Engkau pun akan memanfaatkan hari-harimu dengan sebaik-baiknya sebelum badanmu benar-benar habis. Al Hasan Al Bashri juga pernah bercerita keheranan tentang suatu kaum yang sangat menjaga waktu dengan sebaik-baik nya. Beliau berkata, “Dahulu, aku pernah berjumpa suatu kaum yang sangat menjaga waktunya.
.
melebihi penjagaan kalian terhadap dinar dan dirham.” Subhanallah, Itulah generasi pendahulu kita.
Di manakah kita dibandingkan mereka? Begitulah. Mereka begitu memperhatikan waktunya. Maka bukan suatu hal yang aneh jika diantara mereka ada yang menjadi jabal min jabaalil huffaadz (salah satu master hapalan). Bukan hal yang aneh pula kalau diantara mereka ada yang dijuluki faqiihul ummah (ahli fikihnya umat ini).
.
Ketahuilah wahai saudaraku,
jika seseorang telah tersibukan dengan perkara yang tidak ada gunanya, maka itu salah satu pertanda bahwa Allah telah berpaling darinya. Berkata Al Hasan Al Bashri,
“Diantara tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba, saat Allah jadikan kesibukannya pada perkara yang sia sia.”Kita memohon kepada Allah, agar Allah memberkahi waktu kita dan Allah jadikan waktu kita sebagai penolong bagi kita.