Buah dan Sayur Berikut Mengandung Racun Alami

sayur dan buahSayur-sayuran dan buah-buahan sangat penting bagi kesehatan karena dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, diabetes dan obesitas. Kandungan vitamin, mineral dan serat dalam sayur dan buah tidak bisa disingkirkan dari daftar diet. Hampir seluruh program diet yang sehat dan ideal menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Meskipun beberapa jenis sayur dan buah-buahan alami dapat mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia, kita harus tetap mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan.

Namun, tidak perlu kawatir karena sebagian besar racun alami yang dihilangkan dengan pengolahan yang baik. Selain mengolahnya dangan baik,tidak boleh kita lupakan adalah kehati-hatian dalam memilih sayur-sayuran dan buah-buahan. Jika salah pilih, bukan mnfaat yang akan kita dapatkan ,melainkan penyakit.

Beberapa tanaman pangan yang mengandung racun alami diantaranya :

Kacang Merah
Kacang merah mengandung racun alami disebut Fitohemaglutinin. Konsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna dapat mengakibatkan keracuanan yang ditandai dengan mual,muntah,dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Pemasakan yang kurang sempurna justru memberikan akibat yang lebih buruk dibandingkan dengan kacang merah mentah karena kacang merah mentah. Pastikan benar-benar melakukan pengolahan secara hati-hati,matang baru kemudian dapat dikonsumsi. Kacang mentah akan lebih baik jika direndam dalam air bersih selama minimal 5 jam , air rendamannya dibuang,lalu direbus dalam air sampai mendidih selama 10 menit, didiamkan selama 45-60 menit sampai teksturnya lembut. Cara ini dapat mengurangi risiko terjadinya keracunan.

Pucuk Bambu (Rebung)
Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan Glikosida sianogenik. Gejala keracunan pada rebung antara lain penyempitan kerongkongan,mual,muntah dan sakit kepala. Untuk mencegahnya sebaiknya pucuk bambu yang akan dikonsumsi dimasak terlebih dahulu kemudian dibuang daun terluarnya,didiiris tipis,lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam dilakukan minimal 8-10 menit.

Kentang
Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan Glikoalkoid,dengan dua macam racun utamanya,yaitu Solanin dan Chaconine. Kadar Glikoalkoid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual,dan muntah. Sebaiknya,kentang disimpan di tempat sejuk,gelap,dan kering,serta disimpan di tempat yang sejuk,gelap atau sinar lampu. Untuk mencegah keracunan,sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.

Bayam
Tanaman yang sangat familier sebagai makanan sehari-hari kita ini ternyata juga mengandung racun alami asam oksalat. Asam Oksalat merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat, sebaiknya kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa ini terlalu banyak.

Tomat Hijau
Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan Glikoalkaloid. Racun ini menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya kercunan,sebaiknya jangan mengkonsumsi tomat hijau,daun dan batang tanaman tomat.

Jengkol
Jengkol mengandung asam jengkol ( Jencolic Acid) yang dapat mengakibatkan penyakit yang menyerang saluran perkencingan. Keracunan jengkol ditandai dengan sedikitnya air kencing yang dihasilkan, serta rasa pegal dan melilit di daerah pinggang. Keracunan ini biasanya timbul apabila seseorang mengkonsumsi jengkol mentah karena umumnya kadar asam jengkol akan menurun apabila jengkol telah dimasak. Untuk itu, masaklah jengkol sampai benar-benar matang kalau memang ingin mengkonsumsi jengkol dengan aman.

Tempe Bongkrek
Sebagian tempe bongkrek dapat mengandung toxoflavin dan asam bongkrek ( Boncreric acid). Racun ini terdapat pada tempe bongkrek yang tercemari Pseudomonas cocovenans. Ciri tempe bongkrek yang banyak tercemar kedua racun ini adalah tidak tertutup hifa jamur. Keracunan tempe bongkrek ditandai dengan mual ,muntah,perut kembung,panas,mulas, kepala terasa pusing,badan menjadi lemas, dan selanjutnya terjadi kejang-kejang, serta mulut mengeluarkan busa. Penderita akan menderita sesak nafas,pingsan dan muka berwarna biru. Penderita dapat meninggal dunia beberapa jam setelah mengonsumsi tempe bongkrek. Racun pada tempe bongkrek sulit dihilangkan meskipun telah dilakukan pemasakan, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa pencampuran daun cilincing dapat menghambat pertumbuhan Pseudomonas cocovenenans. Apabila masih ragu, menghindari mengonsumsi makanan ini jauh lebih baik karena dapat menggantikannya dengan mengonsumsi tempe jenis lain, misalnya tempe kedelai.

Singkong
Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin dapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaiut pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan Hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Gejala keracunan sianida seperti yang terdapat pada singkong di antaranya adalah penyempitan kerongkongan, mual,muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong,sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus.

Biji Buah-buahan
Beberapa biji buah-buahan mengandung racun Glikosida Sianogenik seperti apel, apricot, pir,plum,ceri,dan peach. Makan buah-buahan sebaiknya diusahakan tidak menelan bijinya. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah- buahan tersebut maka dapat timbul kesakitan akibat keracunan bahkan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal. Untuk menghindari keracunan, terutama pada anak-anak, sebaiknya kita sebagai orang tua memotong-motong buah tersebut terlebih dahulu untuk menghilangkan bijinya sebelum memberikan pada anak-anak kita.