[Pengetahuan] Kualitas dan Kuantitas Air Mata yang Baik

Tak hanya sekadar dikeluarkan ketika merasa sedih atau terharu, air mata juga memiliki kualitas dan kuantitas. Jika kualitas dan kuantitas air mata baik, seseorang lebih mungkin menggunakan lensa kontak. Sebenarnya, bagaimanakah kualitas dan kuantitas air mata yang baik?

“Ada pemeriksaan schirmer test untuk tahu dari kuantitas air mata. Itu tolok ukurnya 20 mm. Jadi kalau di bawah 15-20 mm, kurang baik kuantitasnya,” tutur dr Yulia Aziza SpM, MKes dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia.

Selain schirmer test, bisa pula dilakukan Tear break-up Time (TBUT). Pada tes ini, akan diteteskan obat pewarna di kornea, kemudian orang yang bersangkutan diminta berkedip. Akan dilihat butuh waktu berapa lama zat pewarna akan menguap.

“Zat pewarna akan luntur dalam berapa lama kan karena dia menguap. Kalau menguapnya dalam hitungan sepuluh detik itu kualitasnya bagus. Kalau kurang karena cepat menguap, berarti kualitas air matanya kurang,” lanjut dr Aziza ditemui usai Seminar Media ‘Prioritaskan Kesehatan dan Keindahan Mata: Hati-hati dalam Memilih Lensa Kontak Warna’ di Restoran Bebek Bengil, Jl KH Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).

Pada orang dengan kualitas dan kuantitas air mata yang kurang baik, mudah sekali terjadi Dry Eye Syndrome. dr Aziza menuturkan, keluhan ini umumnya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Kemudian, jika aktivitas yang dilakukan kebanyakan di ruangan ber-AC serta sering menatap komputer karena mata akan kurang berkedip.

“Gejalanya itu mata terasa mengganjal, perih, kering, bahkan berair. Kapan berobat? Tergantung pasien ya karena gangguan ini umumnya bersifat subjektif. Ada orang yang matanya sudah kering tapi masih bisa bertahan ya nggak masalah, tergantung individunya,” papar wanita berkerudung ini.

Bagi orang dengan mata kering, masih bisa jika ingin menggunakan lensa kontak, tetapi jika skala mata kering yang dialami masih ringan. Sebab, penggunaan lensa kontak dapat dibantu dengan lubrikasi guna menjaga mata tetap lembab.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *