Bersyukur dan Mensyukuri Nikmat

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan dengan hanya berpayungkan sehelai daun pisang yang diambil dari kebun mereka. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka.

Berkatalah petani kepada istrinya, ”Lihat Bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.”

Sementara itu pengendara motor Vario dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up Suzuki tua lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya, ”Lihat Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”

Didalam mobil pick up tua yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Verrari mewah lewat, ”Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tidak seperti mobil kita yang sering mogok.”

Pengendara mobil Verrari mewah itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri petani yang diatas selagi berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan dengn hanya berpayungkan sehelai daun pisang, pria kaya itu berkata dalam hati, ”Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istri2ku tidak pernah punya waktu cukup untuk berduaan.

Pesan: Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Kita bahagia karena kita dengan sepenuh hati setia dan taat untuk bersyukur kepada Allah. Bukan karena kita sudah bahagia maka kita lantas bersyukur. Agar kita tahu dimana letak kebahagiaan itu berada, bersyukurlah atas hidup ini!!!.

#GagalPaham Seorang Siswa

1. Komunikasi
Budi! Di mana letak Jantung? | Gak tau Pak | Bodoh! Keluar!
*keluar sebentar dan masuk lg*
Pak, di luar jg gak ada Jantung | 😩

2. Ngerjain PR
Kenapa telat? | Sy dicopet Bu | Terus kamu ga apa2? | Ga apa2 Bu | Apa yg hilang? | Buku PR Bu | 

3. Lupa pelajaran
Siapa yg ingat pelajaran minggu lalu? | *hening* | Budi? Km ingat? | Sudahlah Bu! Yang lalu biarlah berlalu | 😩

4. Nyontek
Usro, jangan nyontek! | Gak Pak | Terus ngapain nengok2 ke Jojo? | Ini soal2nya kayakny sama Pak. Jadi sy cm mencocokkan jawaban! |

5. Curang
Oke, siapa yg bisa jawab boleh pulang | *murid lempar tas ke jendel* | Siapa yang lempar tadi?! | Saya bu! Horee bs pulang! | 😩

6. Merokok
Jo, lu kok ngerokok mulu! | Emang kenapa? | Ga takut mati apa!? | Tenang, gw bawa korek! Klo mati, gw nyalain lg! | 😩

7. Ajaran Ortu
Usro, setelah 7 berapa? | 8, 9, 10 Bu | Bagus! Siapa yg ajarin? | Bapak aku Bu | Terus, setelah 10 apa? | Jack, Queen, King Bu! | 

8. Dukungan keluarga
Usro, klo UAN ini kamu gagal lagi ga usah kenal sama Bapak!
*Setelah UAN*
Bapak bertanya : Usro!!!, gimana UAN kamu? | Maaf, bapak siapa ya? |😩.

7 Petuah Di Hari Jumat

1. Suatu hari,semua penduduk desa berdoa memohon hujan.pada hari itu semua orang kumpul untuk berdoa, hanya 1 anak laki2 yang membawa payung…
“Itulah IMAN”

2.Teladan dari seorang bayi berusia 1 tahun.ketika kamu melemparnya ke udara, dia tertawa karena dia tau kamu akan menangkapnya…   
“Itulah KEPERCAYAAN”  

3. Setiap malam kita tidur, kita tidak yakin bahwa kita masih hidup esok hari, tapi kita masih mempunyai rencana untuk besok…
“Itulah HARAPAN”.

4. Saat dimeja tinggal 2 potong kue. anda mengambil potongan yang lebih kecil, & membiarkan ayah/ibu/suami/istri anda mengambil potongan yang lebih besar…
“Itulah CINTA”

5.Saat dirumah selimut A sedang dicuci,hanya ada 1 selimut B yg kering & anda membiarkan suami/istri anda memakai selimut itu…
“Itulah PENGORBANAN”
     
6. Ketika suami/istrimu tidak bisa tidur & engkau berada disampingnya  berbincang pengalaman hari ini, cerita2 lucu, kisah2 inspiratif, tertawa bersama,mengucap syukur & berdoa…
“Itulah KEBERSAMAAN”

7. Ketika stok telur tinggal 1 butir & anda berdua ingin makan bersama, lalu anda membuat omelet dari 1 butir telur itu+tepung+sayur & bumbu2 yang secukupnya…
“Itulah KREATIVITAS”
                                  
(*) Ada 7 huruf yang mencelakakan diri, yaitu: S.O.M.B.O.N.G

(*) 7 huruf  buat yang sedang membaca tulisan ini, yaitu S.A.H.A.B.A.T.

Kisah Cinta Sejati

Kisah ini terjadi sekian ratus tahun yang lalu. Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya, seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung, hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikit pun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu, tapi rasa kantuk semakin menjadi-jadi dan sang suami tercinta belum juga datang.

Tak berapa lama kemudian, seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana. Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut. Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.

Ketika akan mengetuk pintu, terpikir olehnya sang istri yang tengah terlelap tidur. Sungguh ia tak ingin membangunkannya. Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring di atasnya.
Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, sang suami lebih memilih tidur di luar rumah. Di depan pintu, dengan udara malam yang dingin melilit, dengan hanya beralaskan selembar sorban tipis.

Penat dan lelah beraktivitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah.

Dan ternyata, di dalam rumah, persis di balik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring di atasnya, sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar di balik pintu. Tak terlintas sedikit pun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang. Karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.
Malam itu, tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana. Karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan, sang istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada sang suami. Dan sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada sang istri.

Nan jauh di langit, ratusan ribu malaikat pun bertasbih, menyaksikan kedua sejoli tersebut. Subhanallah Wabihamdih, betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona. Saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati.

Tahukah Anda siapa mereka?

Sang suami adalah Rasulullah SAW dan sang istri adalah Aisyah RA binti Abu Bakar As-Sidiq. Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.

Subhanallah…

Adzan Malam Hari

Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena persis jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari sebuah mushalla setempat lewat pengeras suara yang memecah keheningan malam. Suara pengumandang adzan yang tak kalah gontai membuat warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya; Mbah Sadi yang umurnya sudah menembus kepala tujuh.

Yang membuat kepala warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam sepuluh malam?
Ketika warga sampai di pintu mushalla, Mbah Sadi baru selesai adzan dan mematikan sound system.
“Mbah tahu gak, jam berapa sekarang?” cecar Pak RT sambil menunjuk jam dinding mushalla. “Adzan apa jam segini, Mbah?”
“Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Yoso dengan nada prihatin. “Sekarang banyak banget aliran macem-macem. Bahaya kalau kampung kita sudah kena.” lanjutnya.
“Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila,” sahut Joni, mantan preman yang sudah mulai insaf dan berusaha menghilangkan tato di pangkal lengannya dengan setrika panas. “Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam segini?” sambungnya sambil menyilangkan jari telunjuk di keningnya ke arah warga yang riuh berkomentar macam-macam mengomentari laku aneh Mbah Sadi.

“Kalian ini ……,” jawab Mbah Sadi tenang. “Tadi, waktu saya adzan Isya, nggak satu pun yang datang kemari. Sekarang saya adzan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla. Satu kampung lagi. Kalo gitu… SIAPA YANG GILA…. coba?”
Warga pun ngeloyor pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang melipir menjauh, perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Mbah Sadi

Rekening Usman bin Affan

1. Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama USMAN BIN AFFAN.

2. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel ‘Usman bin Affan Ra’ yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi?

Apakah ada anak cucu keturunan Usman saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka?

Penasaran? Ikuti kisahnya berikut ini. Barangkali kita dapat mengambil pelajaran.

3. Setelah hijrah, jumlah kaum Muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.

4. Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah Bi’ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.

5. Mengetahui hal itu, Usman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli ‘setengah’ air sumur Rumah. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.

6. Dengan semakin bertambahnya penduduk  Muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Usman pun akhirnya membeli ‘sisa’ air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kl. Rp. 5 M). Untuk kali ini pun Usman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin.

7. Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Usman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.

Kebun wakaf Usman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).

8. Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

9. Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Usman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan.

10. Rekening atas nama Usman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.

Dengan begitu ‘kekayaan’ Usman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

11. Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ Usman.

Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel ‘Usman bin Affan’ tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

12. Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 M).

Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di ‘rekening’ Usman bin Affan.

13. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Usman bin Affan.

14. Masya Allah, saudaraku, itulah ‘transaksi’ Usman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun…..berapa ‘keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Usman bin Affan di sisi Allah Swt.
The End..(Tarjim: ust.Asep Sobari Lc)

Macam-macam Ciuman

Pas banget nih malming. Para jomblo sabar ya 😀

Ciawi = Ciuman manusiawi

Cibulan = Ciuman butuh lanjutan

Cipanas = Ciuman paling ganas

Cisadane = Ciuman sayang dari ane

Citarik = Ciuman tarik menarik

Cihampelas = Ciuman sampe perut mulas

Cibubur = Ciuman buru-buru

Cisalak = Ciuman saya galak

Ciamis = Ciuman anak manis

Cibitung = Ciuman bikin untung

Cikupa = Ciuman kurang pas

Cicadas = Ciuman kena dada atas

Ciparay = Ciuman sampai pakaian teruray

Cimahi = Ciuman di dahi

Cibinong = Ciuman sampe bibir monyong

Cibiru = Ciuman bini baru

Cikaso = Ciuman kagak sopan

Cicendo = Ciuman cewek indo

Cikajang = Ciuman perjaka bujang

Cibeunying = Ciuman berbunyi nyaring

Cirebon = Ciuman remang” dikebon

Cilacap = Maaf, Anda sudah memasuki wilayah propinsi Jawa Tengah! =))

Ajaib, Ciuman Bisa Nyembuhin Penyakit!

Disebuah taman ada sepasang kekasih sedang mesra-mesranya, si cewek berkata dengan manja: “Kang, aku sakit gigi!”
Si cowok segera mengecup pipi si cewek, lalu menanya: Apakah sekarang masih sakit?”
Si cewek berkata:
“Sudah tak sakit lagi!”
Sejenak kemudian, si cewek berkata lagi dengan manja: “Kang, leherku nyeri!”
Si cowok mencium leher si cewek berkali-kali, kemudian menanyanya: “Sekarang apakah masih sakit?”
Si cewek dengan senyum sumringah berkata: “Sudah tak sakit!”
Seorang ibu tua yang berdiri di samping melihat keadaan ini dalam waktu yang lama akhirnya tak dapat menahan diri lagi, ia melangkah maju ke depan menanya si anak muda: “Anak muda, kamu sungguh-sungguh luar biasa, bisakah kamu mengobati ambeienku?”

Kasih Sayang Bapak-Ibu

Bapak menanya anak lelakinya yang masih kecil: “Siapa yang paling kamu sayangi: Ibumu atau diriku?”
“Kalian berdua sama-sama kusayangi.” Jawab anak itu.
Sang Bapak menanyanya lagi: “Andaikata aku ke Amerika dan Ibumu ke Paris, kamu ke mana?”
Anak itu segera berkata:”Aku akan ikut Ibu ke Paris.”
Bapak menanya: “Mengapa?”
“Karena Paris sangat indah”, kata anak itu.
Kemudian sang Bapak menanyanya lebih lanjut: “Kalau begitu, andaikata aku yang ke Paris, sedangkan yang ke Amerika Ibumu, bagaimana?”
Anak itu berkata: “Sudah tentu aku akan ke Amerika.”
Sang Bapak merasa agak kecewa dan menanya: “Mengapa kamu kok selalu mengikuti Ibu?”
“Karena barusan aku sudah pernah ke Paris.” Jawab anak itu dengan tenang.

Udah 3 Hari Gak Makan

Seorang pasien mendorong pintu dokter spesialis mata, dan dengan tak bersemangat berkata kepada dokter: “Dok, tolonglah diriku cepat-cepat, aku sudah 3 hari tak bisa makan.”

Dokter merasa heran, maka segera menanya:
“Lho, kamu tak bisa makan, juga tak seharusnya datang kemari untuk memeriksa mata!”

“Begini Pak Dok, gigi palsuku telah copot, sudah kucari selama 3 hari, tapi masih juga tak kutemukan,” jawabnya dengan tenang.