Metode Ho'oponopono: Saya Menyesal

Coba ucapkan kalimat … “Saya menyesal” … berulang-ulang … Rasanya bagaimana? Jadi nyesek khan? Dada jadi gak enak …

Itulah sebabnya, mengapa dalam metode ho’oponopono, kalimat “Saya Menyesal” diletakkan pada urutan paling awal dan ia tidak berdiri sendiri, ada kalimat selanjutnya yang menyertainya …

“Saya menyesal …”
“Maafkan Aku …”
“Aku mencintaimu …”
“Terima kasih …”

Karena kalimat “Saya Menyesal”, bila berdiri sendiri dan diucapkan berulang, akan memupuk “guilty feeling” (perasaan bersalah) yang melebihi kadarnya … Sehingga jadi sulit sekali memaafkan diri sendiri …

Saya pribadi, lebih nyaman mengucapkan kalimat istighfar pun tidak berdiri sendiri … Saya ucapkan di awal, lalu setelahnya diikuti dengan kalimat lain misalnya tasbih, tahmid dan takbir … Sehingga, setelah dzikir enggak terbebani karena OVER menyalahkan diri sendiri dan sulit menerima masa lalu … Kan sayang banget abis dzikir vibrasinya malah amburadul qiqiqi …

*sonthen_hakikat

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *