Imam Taraweh di Amerika Adalah Santri Asal Indonesia

Seiring meningkatnya jumlah muslim Amerika, kebutuhan akan imam masjid makin terasa dibutuhkan. Saat ini, meski belum ada data pasti, diperkirakan ada enam sampai sembilan juta kaum muslim di Amerika.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan hanya ada 44 Imam di Amerika yang menjadi imam penuh dan mendapatkan gaji rutin. Kebutuhan akan imam masjid terasa saat datangnya bulan Ramadhan. Kebutuhan akan imam untuk memimpin shalat taraweh sering membuat pengelola masjid mendatangkan relawan dari negara lain.

Relawan yang didatangkan biasanya para santri penghafal Al-Qur’an. Santri-santri dari Indonesia sering mendapatkan panggilan untuk menjadi relawan memimpin shalat taraweh atau lainnya. Tahun ini, 2 santri penghafal al-Qur’an asal Indonesia terpilih untuk memimpin shalat tarawih di New York.

Kedua santri yang berasal dari Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an binaan Yusuf Mansur ini rencananya akan diberangkatkan pada pertegahan Juni 2015. Kedua santri tersebut adalah Afif Okjil (17) dan Syafril Mude (17) yang merupakan santri terbaik yang baru saja menjalani wisuda kelulusan. Keduanya memiliki hafalan 30 juz al-Qur’an.

Selain memiliki hafalan Alquran 30 juz, keduanya juga dianggap sebagai dua santri terbaik. Menurut Ustadz Slamet, salah satu pengasuh PonpesTahfidz Daarul Qur’an, tampilnya dua santri Daarul Quran menjadi imam masjid di luar negeri,  bukanlah kali pertama santri Daarul Qur’an diminta menjadi imam shalat taraweh di luar negeri.

Permintaan untuk mengirimkan Imam shalat ini bermula saat Yusuf Mansur menyambangi negeri Paman Sam. Kunjungan ini tak lepas dari peran Shamsi Ali, yang telah menetap selama 18 tahun di New York dan menjadi Imam di sana.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *