Keutamaan Para Sufi

Suatu ketika, seorang anak muda selalu menjelek-jelekkan para sufi dan bicara yang buruk tentang tasawuf. Ketika Dzun-Nun Al-Misri mendatangi anak muda itu, Dzun-Nun mencabut cincin dari jarinya dan menyerahkannya pada anak muda itu. "Bawa cincin ini ke pasar, dan coba gadaikan cincin ini untuk sedinar emas."

Anak muda ini melakukannya, namun ia tidak menemukan orang yang mau menerimanya lebih dari satu dirham perak. Ia kembali ke Dzun-Nun dan memberitahunya.

"Sekarang," kata Dzun-Nun, "datangilah para ahli permata dan pembuat perhiasan, dan lihatlah seberapa mereka menilainya," kata Dzun-Nun kepadanya.

Para pembuat perhiasan menghargai cincin itu seharga seribu dinar emas, paling rendah. Ia terbelalak dan kembali kepada Dzun-Nun.

"Nah. Pengetahuanmu tentang agama dan para sufi," kata Dzun-Nun kepadanya, "yang kau gunakan untuk menilai kami, baru sebanyak pengetahuan para penjaga kios di pasar tentang cincin ini."

Sejak itu, ia berhenti bicara buruk tentang tasawuf dan kaum sufi.

~ (Fariduddin Attar, Memorial of the Saints, trans. Arberry)

Lowongan Driver ASEAN GAMES

Dicari banyak driver SIM A untuk event Asean Games di Jakarta
• Pria Max 40th
• Sehat
• Pengalaman 2th
• Paham wilayah jakarta dan sekitarnya
• Siap mengikuti trainning
• Siap kerja shift

Kirim Data-data pribadi anda :
Copy KTP
Copy SIM A
Copy Kartu Keluarga
Copy SKCK (masih berlaku)
Pas Foto
Kirim data anda ke email sugiharto atau WA (0895605553443)

Bantu share teman group sebelah.
Kali aja ada teman2 yg lg membutuhkan & bisa nyetir mobil serta punya sim A

Bulan Sang Pencerah

Kusambut dengan lafal ahlan wasahlan bihudurikum
Rabiul awal dengan sejuta kagum
Berbunga-bunga senandung ria
Maulid Nabi tlah tiba

Selamat datang Sang Pencerah dunia akhirat
Penasihat dan teladan penuh manfaat

Wahai Junjunganku kukan ta,dzim dan selalu hormat
Kan kucoba sabda-sabdamu yang sungguh hebat
Betapa mulia dan mempesona
Sekali salawat kau jamun sepuluh lipat pahala
Oh tiada duanya

Wahai Sang Pencerah aku sangat mencintaimu
Akuilah aku sebagai umatmu
Berilah aku kelak syafaat
Inilah kerinduanku penuh hitmat

Wahai Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassam
Aku bersyukur jalanku Islam
Semoga tetap terpatri hingga kiamat
Bersamamu menuju selamat dunia dan akhirat

Kisah Seorang Pemabuk Menjadi Wali Allah

cerita syekh junaidi al baghdadi | berita broadcastHidayah bisa datang kepada siapa saja yang dikehendaki Allah SWT. Tak terkecuali Bisyir bin Harits, seorang pemuda yang gemar minum-minuman keras. Bisyir bin Harits benar-benar datang. Ia menempati janji seperti yang disampaikan kepada saudara perempuannya. Namun kemunculannya terlihat lain, ia limbung seperti halnya orang yang tengah kebingungan.

Belum lagi duduk atau berkata sepatah katapun untuk basa-basi, Bisyir malah melenggang meninggalkan ruang tamu, “Saya akan naik ke atas,” begitu kata Bisyir tanpa basa-basi, membuat saudara perempuannya heran.

Keheranan saudara perempuan Bisyir kian bertambah. Pasalnya setelah melewati beberapa anak tangga menuju ke loteng, Bisyir berhenti. Ia terdiam di sana sampai saat subuh tiba.

Mengapa sepanjang malam tadi engkau hanya berdiri di tangga itu?” tanya saudara perempuan Bisyir sesaat setelah Bisyir selesai melaksanakan shalat subuh.

“Ketika saya baru naik, tiba-tiba muncul pemikiran dalam otakku. Di Baghdad ini banyak orang yang memiliki nama Bisyir, ada yang Yahudi, Kristen, Majusi. Aku sendiri seorang muslim yang bernama Bisyir. Saat ini aku mendapat kebahagiaan yang besar. Aku bertanya dalam diriku:
Apakah yang telah aku lakukan ini sehingga mendapat kebahagiaan sedemikian besar, dan apa pula yang selama ini mereka kerjakan sehingga tidak mendapat kebahagiaan seperti yang kudapat? Itulah yang membuatku berdiri di tangga itu sepanjang malam tadi,” kata Bisyir kepada suadara
perempuannya.”

Tingkah aneh yang dilakukan Bisyir tidak itu saja. Orang-orang yang mengenalnya mengetahui, hampir separuh hidup Bisyir dijalani dengan penuh keanehan.

Suatu ketika cuaca sangat dingin, orang-orang yang tidak kuat dengan cuaca itu merangkap bajunya beberapa lembar, tapi Bisyir malah melepas bajunya yang dipakai hingga menggigil kedinginan.

“Mengapa engkau melepas bajumu wahai Abu Nashr, bukankah engkau menggigil kedinginan. Lihatlah orang-orang itu, mereka mengenakan baju berlapis-lapis,” kata salah seorang sahabat yang merasa aneh dengan tingkah Bisyir.

“Aku teringat pada orang-orang miskin, betapa menderitanya mereka saat ini, sementara aku tidak punya uang untuk membantu mereka, karena itu aku turut merasakan penderitaan seperti yang mereka rasakan saat ini,” kata Bisyir. Sahabatnya tidak bisa berkata-kata.

Di waktu yang lain, Bisyir berjanji hendak mengunjungi Ma’ruf, salah satu sahabatnya. Mendapati janji tersebut Ma’ruf dibuat girang. Dengan sabar Ma’ruf menunggu kedatangan Bisyir hingga waktu dluhur tiba, Bisyir belum juga tiba hingga usai shalat Asar.

Bahkan setelah menunaikan salat Isya pun, Bisyir belum juga tiba. Ma’ruf tetap bersabar menunggu kedatangan Bisyir, Ia yakin Bisyir tidak mungkin mengkhianati janjinya. Harapan dan kesabaran Ma’ruf tidak sia-sia. Ketika malam semakin larut, ia melihat Bisyir dari kejauhan, tanangannya mengapit sebuah sajadah.

Saat sampai di Sungai Tigris, Bisyir menyebrang sungai itu dengan cara berjalan di atas air. Hal sama dilakukannya ketika hendak pulang saat waktu subuh tiba setelah mereka berbincang sepanjang malam. Seorang sahabat Ma’ruf yang menyaksikan kejadian itu mencoba mengejar Bisyir, kepadanya ia minta didoakan, setelah mendoakan sahabat Ma’ruf sesuai yang dimintanya, Bisyir berpesan agar apa yang dilihatnya itu tidak diceritakan kepada siapapun. Dan orang itu tetap menjaga rahasia tersebut sepanjang masa hidup Bisyir.

Di lain kesempatan Bisyir kedatangan sekelompok orang dari Syiria. Mereka bermaksud mengajaknya menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Namun ajakan itu tidak serta merta dipenuhinya. Kepada tamunya itu Bisyir mengajukan syarat: Pertama, mereka tidak dibolehkan membawa bekal apapun. Kedua, mereka tidak boleh meminta belas kasihan orang lain dalam perjalanan. Ketiga, jika ada orang yang melihat karena iba dan kasihan kepada mereka, mereka tidak diizinkan menerima pemberian itu.

Tawakal kepada Allah

“Pergi tanpa perbekalan dan tidak boleh meminta-minta dapat kami terima, tapi apabila orang lain memberikan sesuatu mengapa tidak boleh menerimanya,” tanya salah seorang dalam rombongan itu.

Mendengar kekhawatiran tersebut, Bisyir pun menjawab, “Sebenarnya diri kalian tidak memasrahkan diri kepada Allah, tapi kepada perbekalan yang kalian bawa.”

Pada saat yang lain datang seorang lelaki datang minta nasihat pada Bisyir, lelaki itu memiliki uang sebanyak 2000 dirham, yang halal dan akan digunakannya untuk melaksanakan haji.

Kepada orang itu Bisyir malah berkata, “Apakah engkau hendak bersenang-senang? Jika engkau benar-benar bermaksud membuat Allah suka, lunasilah hutang seseorang, atau berikan uang itu kepada anak yatim, atau kepada orang yang butuh pertolongan. Kelapangan yang diberikan kepada jiwa seorang muslim lebih disukai Allah daripada seribu kali menunaikan ibadah haji.”

Mendengar nasihat itu, laki-laki itu menjawab, “Walau demikian aku lebih suka jika uang ini kupergunakan untuk menunaikan ibadah haji.”

“Itulah bukti, engkau telah memperolehnya dengan cara tidak halal, maka engkau tidak akan merasa senang sebelum menghabiskannya dengan cara-cara yang tidak benar,” kata Bisyir kemudian.

BismillahKeanehan dan kealiman Bisyir tidak terlepas dari pengalaman relijius yang pernah dialaminya. Sewaktu muda, Bisyir dikenal sebagai seorang pemabuk. Suatu malam ia berjalan seorang diri dengan sempoyongan karena mabuk minuman keras. Di tengah perjalanan ia menemukan secarik kertas bertuliskan kalimat “Bismillahirramanirrahim”. Antara sadar dan tidak, ia lantas membeli minyak mawar yang dipakainya memerciki kertas itu untuk disimpannya.

Setelah kejadian itu, di suatu malam ada seorang ulama yang bermimpi bahwa ia diperintah Allah agar menemui Bisyir, dengan menyatakan, “Engkau telah mengharumkan namaku, maka Aku pun telah mengharumkan namamu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah menyucikan nama-Ku, maka aku pun telah menyucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscaya kuharumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat.”

Namun, karena ia mengenal Bisyir sebagai sosok pemuda berandal, lelaki itupun langsung melanjutkan tidurnya setelah ia bersuci. Tapi ia menemukan mimpi yang sama hingga tiga kali.

Keesokan harinya ia pergi menemui Bisyir, yang tengah menghadiri pesta minuman keras. Ia ceritakan sebuah pengalaman dan perintah Allah yang mesti dikerjakannya. Sejak itu, atas izin dan perkenan Allah, Bisyir langsung berubah. Namanya tidak lagi disebut dalam pesta anggur, apalagi sampai ia datang ke pesta maksiat itu.

***

Kisah yang lain menyebutkan, Bisyir sempat bertemu Rasulullah SAW dalam tidurnya. Rasulullah mengatakan kepadanya alasan mengapa Allah memilih sebagai hamba yang dimuliakan. Karena dia selalu mengikuti sunah Nabi SAW, memuliakan orang yang saleh, memberi nasihat yang baik kepada saudara-saudaranya, dan mencintai Rasulullah dan keluarganya.

Pada kesempatan lain Bisyir sempat meminta nasihat pada sahabat Ali bin Abi Thalib melalui mimpinya. Sahabat Ali pun memberinya nasehat. “Belas kasihan orang kaya kepada orang miskin, karena berharap pahala dari Allah adalah perbuatan baik. Tapi lebih baik lagi bila orang-orang miskin itu enggan menerima pemberian orang kaya karena percaya kepada kemurahan Allah.”

Begitulah kisah hidup Abu Nashr Bisyir bin Al-Harits Al-Hafi. Meski sempat menjadi brandal dan pemabuk semasa mudanya, hamba Allah yang saleh yang lahir di Kota Merv (Persia) pada 150 H / 767 M ini segera berubah setelah hidayah itu diperolehnya. Ia tinggalkan segala kesenangan di dunia, lalu belajar hadits di Baghdad. Ia meninggal pada 227 H. Karena kesalehannya, Imam Ahmad bin Hambal, pendiri mazhab

Hambali, pun ikut menghormati dan mengaguminya.

Referensi website sufiz.com

Seleksi Tim Olimpiade Fisika Indonesia

tim olimpiade fisika indonesiaMinggu lalu Tim Olimpiade Fisika Indonesia mengadakan seleksi. Hasilnya terpilih 15 siswa. Kami puas karena banyak bibit-bibit bagus dan beberapa dari mereka masih muda-muda. Peserta termuda adalah Cendekiawan (Diki), usia baru masuk 11 tahun namun bisa masuk peringkat 5 dari 103 peserta.

Soal yang diberikan adalah soal-soal baru (belum pernah diterbitkan). Soalnya tidak mudah. Tidak banyak sarjana yang mampu menyelesaikan soal ini. Soal-soal ini adalah murni hasil pemikiran para pelatih TOFI (dari Center for Science and Math Olympiad Surya University).

Mereka yang lulus seleksi ini akan disiapkan untuk menghadapi APhO (Asian Physics Olympiad) 2016. Sebagian dari mereka juga disiapkan untuk ikut IPhO (International Physics Olympiad) 2017 di Surya University (Indonesia). Penetapan Surya University sebagai tuan rumah IPhO 2017 didasarkan voting yang dilakukan International Board Meeting di Mumbai Juli 2015 yang lalu.

Kita doakan agar Indonesia terus berjaya di Olimpiade Fisika Asia maupun Internasional ini.

Dari fanpage Yohanes Surya.

Cerita Poligami

Artikel ini bukan untuk mendukung ataupun mempromosikan poligami ya. Cuma cerita saja

Sudah beberapa hari istri saya merajuk dan bahkan setengah memaksa.Terus-menerus. Tak pernah berhenti. Sepanjang waktu. Siang-malam, pagi-sore; ia tak mengenal lelah untuk merajuk dan memaksa. Rajukan dan paksaannya juga tak main-main. Sangat berat. Maha berat malah. Ia meminta saya untuk melakukan poligami! Menikah lagi! Dengan perempuan lain!

Saya tidak tahu apa alasan pasti sehingga istri saya meminta saya berpoligami. Bagi saya, istri saya adalah wanita yang mendekati sempurna. Ia adalah perpaduan antara Khadijah dan Aisyah, istri-istri Nabi agung Muhammad. Di waktu-waktu tertentu, ia begitu mandiri, tabah, dan keibuan layaknya Khadijah. Di saat lain, istri saya mampu bertindak cerdas dan suka bermanja seperti halnya Aisyah. Jadi, buat apa saya berpoligami?

”Poligami bukan buat Mas, ”tegas istri saya. ”Tapi, poligami ini buat saya. Saya ingin masuk surga seperti wanita-wanita lain yang rela dan ikhlas dimadu. Apakah Mas tidak senang jika istrinya masuk surga?”

Saya kaget dengan ketegasan istri saya. Tapi, saya bukannya senang dengan sikap yang tegas itu. Saya justru takut, ketegasan itu akan membuat istri saya menyesal di kelak kemudian hari. Apalagi saya memang benar-benar tak ingin berpoligami!

”Dik, poligami itu bukan sesuatu yang mudah. Seorang pria yang berniat poligami harus memiliki sikap dan watak yang adil. Apakah aku akan mampu bersikap adil? Rasanya tidak! Coba kamu pikir dan rasakan, terhadap diri kamu dan anak-anak kita saja saya kerap gagal, apalagi terhadap orang lain nantinya.”

Saya mulai memberi nasihat kepadanya. Tentu dengan suara yang lembut. Sebab saya yakin ia pasti mau mendengarnya jika saya berbicara lembut.

”Selain adil, aku juga mesti punya pendapatan yang berlebih. Taruhlah, aku cukup kaya untuk membiayai kehidupan dua keluarga. Sebab bagaimana mungkin aku bisa berpoligami sementara pendapatanku cekak? Nah, ini yang aku tidak bisa berikan. Untuk membiayai kehidupan kamu dan anak-anak kita saja aku begitu kerepotan, bagaimana aku bisa membiayai kehidupan orang lain.”

Istri saya manggut-manggut. Saya senang ia mulai terpengaruh pikiran saya. Tapi, saya dibuat terperangah karena suara istri saya lain dengan sikapnya itu.

”Sejak kapan Mas berubah sikap menjadi seorang penakut? Apakah Islam telah mengajarkan Mas menjadi seorang penakut? Saya tidak pernah membayangkan Mas begitu ketakutan terhadap poligami. Padahal, kenapa kita takut berpoligami? Apa sebenarnya yang membuat kita ngeri saat hendak melakukan poligami? Takut tidak dapat berbuat adil? Takut tak bisa menafkahi?”

”Dik, aku bukan takut. Tapi, aku rasional…”

”Benar! Mas, rasional. Tapi, rasional yang didasari oleh ketakutan. Kalau Mas bicara dan bertindak atas nama sesuatu, tetapi sudah didasari ketakutan dan kekhawatiran, selamanya Mas tak akan pernah bisa jujur terhadap diri sendiri.”

Saya tak mampu melawan kata-kata istri saya. Hari ini, saya berdebat dengan istri saya mengenai poligami. Tapi, posisi kami malah bertolak belakang. Saya bukan hendak minta izin berpoligami, melainkan saya justru dipaksa istri saya untuk berpoligami.

”Dik, kata Pak Quraish Shihab, poligami itu dapat diibaratkan pintu darurat di pesawat terbang….”

”Pintu darurat yang seperti apa? Apa jenis pesawat terbangnya?” potong istri saya cepat. ”Setahu aku, Al Qur’an tidak pernah mengibaratkan poligami seperti pintu darurat pesawat terbang. Al Qur’an hanya bilang, kalau mampu bersikap adil, nikahlah dengan dua, tiga, atau empat. Kalau tak mampu cukup satu saja.”

”Itulah yang aku takutkan…”

”Nah, benarkan. Mas bicara poligami karena rasa takut dan khawatir. Akhirnya, Mas mengaku juga….”

Saya telah masuk ke dalam perangkap pikiran cerdas istri saya. Saya kini terdiam. Benar-benar terdiam. Seribu bahasa. Saya hanya menundukkan kepala pertanda menyerah.

”Mas,” panggil istri saya dengan senyum dan mata yang menawan. ”Saya ingin Mas secepatnya berpoligami. Saya ikhlas. Benar-benar ikhlas. Bahkan kalau Mas tak bisa mencari wanita lain, saya bersedia mencarikannya.”

Saya menengadahkan kepala saya ke wajahnya.
Istri saya tersenyum. Senyumnya begitu lembut. Saya membalasnya dengan pelukan hangat. Diam-diam hati saya -bunga. Gembira. Kegembiraan saya tak tertahankan….

WordPress 4.3 Sudah Release

Bagi para pengguna blog ber-platform wordpress, anda dapat mencicipi update versi terbaru dengan kode Billie (4.3). Banyak perubahan yang ditawarkan content management system (CMS) berlogo ‘W’ ini. Beberapa hal akan kami uraikan di artikel ini.


Menu di Customizer

Selama ini, ketika ingin mengubah menu, kita tidak bisa melakukannya secara live, artinya harus disimpan terlebih dahulu, baru kita dapat melihat perubahannya. Di versi 4.3, kita dapat melihat preview secara langsung ketika ingin mengubah menu melalui Customization.

Format Shortcut

Ada beberapa shortcut yang dapat kita gunakan dalam menulis konten. Misalnya dengan menambah ‘#’ atau ‘##’ di depan kata, maka kata tersebut akan menjadi heading <h1> atau <h2>. Lalu, dengan menambah angka ‘1’ di depan kalimat, maka secara otomatis konten akan berubah menjadi urutan (ordered list). Dengan menambahkan ‘*’ di awal kalimat, maka konten akan menjadi unordered list.  Jika ingin menjadikan quote, maka caranya hanya dengan menambahkan ‘>’ di depan quote yang ingin dibuat.

Icon Website

Tidak perlu mengubah file menjadi kecil dan berformat .ico. Saat ini, versi 4.3 menyediakan formulir unggah gambar yang bisa kita jadikan icon pada website ketika dibuka di browser.

Keunggulan versi 4.3 lainnya pada aplikasi ciptaan Matt Mullenberg ini adalah

  • Generate kata sandi (password) secara otomatis dan lebih aman
  • Kolom komentar ditutup pada bagian Pages.
  • Customizing dapat dilakukan di halaman muka (front-end)

Sudah siap meng-update versi terbaru dari wordpress?

Google Rilis Android M = Marshmallow

android marshmallow berita broadcastSetelah Lollipop, google kembali meneruskan generasi android 6.0 dengan kode M. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus, robot hijau menetapkan kode M dengan nama Marshmallow.

Proklamasi Android M tersebut dilakukan melalui blog Google Android Developer. Selain mengumumkan nama dan versi Android terbarunya, Google juga merilis versi preview final dari OS tersebut, ditambah kit pengembangan software (SDK – software development kit) sebagai sarana developer program untuk membuat aplikasi yang kompatibel dengan Android Marshmallow.

ROM Android Marshmallow versi preview final tidak dikirimkan secara OTA tetapi dapat diunduh secara manual dan diterapkan untuk perangkat berbasis Nexus. ROM tersebut ditujukan untuk percobaan dan bukan untuk penggunaan konsumen sehari-hari. Versi konsumen sendiri baru akan dikirimkan secara OTA pada musim gugur mendatang (bulan September – November nanti).

Tidak Mengganti No HP Tanda Seseorang Layak Dipercaya?

nomor hp | berita broadcastBagi sebagian orang, mengganti nomor handphone (hp) tidak perlu berpikir panjang. Ada banyak alasan yang diambil seseorang ketika berkali-kali mengganti nomor simcard mereka. Nah, apakah orang yang sering mengganti no hp tidak layak dipercaya?

Melihat realita, no hp pada saat ini bisa di temukan dengan sangat murah bahkan hanya perlu uang sebesar Rp. 3.000 kalian sudah bisa memiliki nomor hp baru. Mungkin salah satu penyebab maraknya remaja mengganti no hp karena hal ini. Tapi bagi kalian yang belum mengganti nomor hp kalian selama 5 tahun lebih, ada fakta menarik yang bisa anda temukan.

Berdasarkan survei yang di lakukan di beberapa negara besar seperti China, Inggris, Amerika dan Korea Selatan ternyata menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa mereka yang tidak mengganti nomor hp selama 5 tahun hingga 10 tahun maka orang tersebut dapat di kategorikan sebagai orang yang layak di percayai. Mengapa?

Tentunya ada alasan mengapa mereka di kategorikan sebagai orang yang sangat layak di percayai, berikut adalah 4 point utama yang akan menjelaskan hal itu semua :

#1. Tidak Memiliki Hutang
Yah, alasan pertama adalah mereka tidak memiliki hutang, karena dengan nomor hp yang masih aktif tersebut maka orang tersebut tidak takut untuk di telpon ataupun di kejar-kejar oleh penagih hutang tersebut.

#2. Tidak Memiliki Masalah dengan Orang Lain
point kedua adalah karena orang tersebut tidak memiliki masalah dengan orang sehingga orang tersebut merasa tidak takut untuk di terror ataupun di takut-takuti oleh orang lain, karena ia adalah orang yang hidup tanpa masalah dengan orang lain.

#3. Suka Menolong dan Tidak Takut Direpoti Orang Lain
Poin ketiga ini menggambarkan bahwa mereka akan selalu siap di telpon siapa saja, kapan saja untuk di mintai pertolongan dalam bentuk apapun karena ia merasa tidak akan takut direpoti oleh siapapun.

#4. Suka Bernostalgia
Poin ke empat adalah mereka masih berharap bahwa teman-temannya yang telah lama menghilang karena alasan pekerjaan, pendidikan dan lain-lain akan dapat menghubunginya kelak oleh karena itu ia sanggup bertahan tanpa mengganti nomo hp.

#5. Setia
Point ini adalah opini saya sendiri, bagaimana orang yang telah lama bertahan dengan kartu hpnya merupakan tipe orang setia, walaupun ada kesempatan untuk mencari penggantinya ia tetap memilih untuk bertahan.

Empat Murid Kiai Kholil Bangkalan (Cikal Bakal NU, Muhammadiyyah, MIAI dan Masyumi)

Sebuah bincang tentang 4 orang murid Syaikhana Kholil Bangkalan yang akan jadi tonggak dakwah Indonesia.

1. Awal 1900-an 4 murid tamatkan pelajarannya pada Kyai Cholil di Bangkalan Madura. Menyeberangi selat : 2 ke Jombang, 2 ke Semarang.

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang; Hasyim Asy’ari & Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

5. Pada Kyai Soleh Darat, Hasyim dan Darwis (yang kemudian berganti nama jadi Ahmad Dahlan) belajar tekun dan rajin, lalu ‘diusir’. Kedua sahabat itu; Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan diperintahkan Kyai Soleh Darat segera ke Makkah untuk melanjutkan belajar.

6. Setiba di Makkah, keduanya yang cerdas menjadi murid kesayangan Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Tampaklah kecenderungan Hasyim yang sangat mencintai hadist, sementara Ahmad Dahlan tertarik bahasan pemikiran dan gerakan Islam.

7. Tentu riwayat jalan berilmu mereka panjang. Saya akan melompat pada kepulangan mereka ke tanah air & gerakan yang dilakukan.

8. Hasyim Asy’ari pulang ke Jombang. Di sana kakek Cak Nun menantinya penuh rindu. Kakek Cak Nun yang ‘sakti’ inilah yang menaklukkan kawasan rampok dan durjana bernama Tebuireng untuk didirikan pesantren.

9. Hasyim Asy’ari, dia mohon agar berkenan mulai mengajar di situ. Beliau membuka pengajian ‘Shahih al-Bukhari’ di sana.

10. Pahamlah kita, satu-satunya orang yang bisa bujuk Gus Dur keluar istana saat impeachment dulu ya Cak Nun. Ini soal nasab.

11. Saat disuruh mundur orang lain, Gus Dur biasanya jawab: “saya kok disuruh mundur, maju aja susah, harus dituntun!”. Tapi Cak Nun tidak menyuruhnya mundur. Kata beliau, “Gus, koen wis wayahe munggah pangkat!” Sudah saatnya naik jabatan!”.?.

12. KH. Romli Tamim yang juga di Jombang mendirikan pesantren di Rejoso, kelak jadi pusat Thariqoh Al Mu’tabarah yang disegani.

13. Kembali ke Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, CATAT INI : beliaulah orang yang menjadikan pengajian hadist penting & terhormat. Sebelum Hadratusy Syaikh memulai ponpes Tebuireng-nya dengan kajian Shahih al-Bukhari, umumnya ponpes cuma ajarkan tarekat.

14. Tebuireng makin maju, santri berdatangan dari seluruh nusantara. Hubungan baik terjalin dengan Kyai Hasbullah, Tambakberas. Putra Kyai Hasbullah, Abdul Wahab kelak jadi pendiri organisasi Islam terbesar yang dinisbatkannya pada Hadratusy Syaikh : NU. Konon selama KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam kandungan, ayahnya mengkhatamkan al-Qur’an 100 kali diperdengarkan pada si janin.

15. Tebuireng juga berhubungan baik dengan KH. Bisyri Syamsuri Denanyar. Abdul Wahid Hasyim menikahi putri beliau (ibu Gus Dur).

16. KH. Bisyri Syansuri juga beriparan dengan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Inilah segitiga pilar NU; Tambakberas – Tebuireng – Denanyar.

17. Satu waktu ada santri Hadratusy Syaikh melapor, dari Yogyakarta ada gerakan yang ingin memurnikan agama & aktif beramal usaha. “O kuwi Mas Dahlan”, ujar Hadratusy Syaikh “Ayo padha disokong”!”. Itu Mas Dahlan, ayo kita dukung sepenuhnya.

18. KH. Ahmad Dahlan sang putra penghulu keraton itu amat bersyukur. Beliau kirimkan hadiah. Hubungan kedua keluarga makin akrab.

19. Sampai generasi ke-4, putra-putri Tebuireng yang kuliah di Yogyakarta selalu kos di keluarga KH. Ahmad Dahlan Kauman.

20. Sebagai bentuk dukungan pada perjuangan KH. Ahmad Dahlan, Hadratusy Syaikh menulis kitab ‘Munkarat Maulid Nabi wa Bida’uha’, bagi Hadratusy Syaikh, itu banyak bid’ah & mafsadatnya.

21. Ketika akhirnya gesekan makin sering terjadi antara anggota Muhammadiyah vs kalangan pesantren, Hadratusy Syaikh turun tangan. “Kita & Muhammadiyah sama. Kita Taqlid Qauli (mengambil PENDAPAT ‘ulama Salaf’), mereka Taqlid Manhaji (mengambil METODE)”.

22. Tetapi dipelopori KH. Abdul Wahab Hasbullah, para murid menghendaki kalangan pesantren pun terorganisasi baik. NU berdiri. Direstui Hadratusy Syaikh, Abdul Wahab Hasbullah & rekan berangkat ke Makkah menghadap raja Saudi sampaikan aspirasi Madzhab. Kepulangan mereka disambut Hadratusy Syaikh dengan syukur sekaligus meminta untuk terus bekerjasama dengan Muhammadiyah.

23. Atas prakarsa Hadratusy Syaikh, KH. Mas Mansur, Muhammadiyah, dan tokoh lain, terbentuklah Majlisul Islam A’la Indunisiya (MIAI).

24. Mengapa kisah Khalil dari Bangkalan & murid-muridnya penting? Agar terjaga fikiran, lisan & perkataan kita yang mengaku pewaris dakwah hari ini.

25. Yang tidak memahami sejarah, nasab keluarga & sanad ilmu akan kesulitan memahami & membawakan dakwah pada kalangan tertentu.