Teknologi Ternak Lele Ini Bikin Panen 8 Kali Lipat

teknik-kolam-lele-modern berita broadcastLele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Hewan pemakan ‘lumpur’ ini merupakan makanan favorit msyarakat dengan protein yg cukup tinggi. Berbagai upaya teknologi ternak lele dikembangkan untuk menggenjot produksi lele.

Kolam 1 m3 mampu menghasilkan 250 kg lele, lazimnya hanya 31 kg. Panen lele kini meningkat 800%. Sekilas tidak ada yang spesial di empat kolam semen yang saling berhadapan itu. Pengelola membudidayakan lele di kolam milik Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Serang, Provinsi Banten, itu.

Yang istimewa sebuah kolam berukuran 2 m x 1,5 m x 0,7 m itu berpopulasi 5.000 lele. Artinya rata-rata populasi 2.380 ikan per 1 m3. “Lazimnya peternak hanya mengisi 300 lele per m3,” kata Margono SSTPi, penanggung jawab pembenihan di kampus itu.

Margono menebar bibit berukuran 9—10 cm. Alasannya daya adaptasi tinggi dan lebih seragam sehingga tidak perlu penyortiran ukuran. Mereka menggunakan lele sangkuriang hasil pembenihan sendiri. Pemberian pakan dengan pelet dua kali sehari sampai kenyang. Pemberian pakan secepat mungkin agar tersebar merata ke semua lele. Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan mencapai 0,9—1.

Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 0,9—1 kg pakan. Survival rate atau tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Lama pemeliharaan 3 bulan. Panen dilakukan sekali per 2 pekan saat 1 kg lele berisi 8 ekor. “Hasil panen berkisar antara 450—500 kg per kolam,” kata Margono. Panen terakhir pada Juli 2015 menghasilkan 468 kg lele. Hasil panen dijual ke beberapa pengepul dari Serang dan sekitarnya.

Teknologi Ternak Lele: Panen besar

Saat itu Margono menjual ikan anggota famili Clariidae itu Rp19.500 per kg. Ia mengutip laba Rp8.000 per kg sehingga labanya Rp3,7-juta per kolam. Total jenderal Margono meraup Rp29,9-juta dari 8 kolam. Bandingkan dengan omzet peternak konvensional yang menebar 300 ekor per m3. Dengan sintasan 90% peternak hanya menuai 62 kg dalam periode sama. Artinya produksi lele di kolam Margono 700% lebih tinggi.

Produksi meningkat karena populasi lele superpadat. Padahal, kebanyakan peternak enggan membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi karena berpotensi mati. Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL), Sekolah Tinggi Perikanan, Sinung Rahardjo APi MSi, mengatakan kematian tinggi karena kandungan oksigen dalam air rendah sehingga tercipta kondisi anaerob.

Dampaknya dekomposisi bahan organik menimbulkan senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida. Senyawa itu lebih cepat terserap insang daripada oksigen sehingga menyebabkan ikan mati. Meski padat tebar tinggi, Clarias sp. di kolam milik BAPPL hidup nyaman. Survival rate alias tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Apa rahasia lele hidup tenteram di kolam kecil tapi bisa panen besar?

“Kami menggunakan teknologi Catfish Farming in Recirculation System Tank (C-First) atau budidaya lele dengan sistem resirkulasi,” kata Sinung. Kandungan oksigen dengan sistem resirkulasi menjadi lebih baik karena adanya aliran air sepanjang waktu sehingga kondisi menjadi aerob. Dampaknya nitrifikasi alias perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat berlangsung dengan baik.

Oleh karena itu senyawa beracun penyebab kematian ikan tidak terbentuk. Dengan cara itu lele dengan padat tebar tinggi hidup nyaman. Itu sejalan dengan penelitian Nainna Anjanni Ade Lestari, Rara Diantari, dan Eko Efendi. Para periset dari Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung itu yang mengungkapkan kandungan fosfat menurun karena penggunaan filter mekanik berupa arang dan zeolit.

Hasil riset yang termaktub dalam e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan 2015 itu menunjukkan arang paling banyak menyerap fosfat sebanyak 0,02675 mg per liter. Sementara zeolit menurunkan fosfat 0,021 mg per liter. Konsenstrasi fosfat yang tinggi dalam perairan mempengaruhi metabolisme ikan dan bisa menyebabkan kematian.

Teknologi Ternak Lele: Filter biologis

Kepala BAPPL sebelumnya, Dr TB Haeru Rahayu MSc, yang mempopulerkan istilah C-First 250. Angka 250 mengacu pada hasil panen 250 kg per m3. Penelitian terkait C-First dilakukan sejak 2004. Sistem itu lahir berkaitan dengan isu budidaya yang berkelanjutan. Prinsipnya mengefisiensikan penggunaan energi dan meminimalisir limbah.

Peneliti lele dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI), Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan sistem resirkulasi pada budidaya lele tergolong baru di Indonesia. Bambang sudah mengunjungi beberapa sentra lele seperti Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur) dan belum menemukan peternak yang menggunakan sistem itu. “Mungkin ini baru yang kali pertama,” kata pria berumur 36 tahun itu.

Resirkulasi pada pembenihan lazim dilakukan para peternak ikan di Belanda. Bambang pernah memperoleh informasi pembesaran ikan di beberapa negera di Afrika menggunakan sistem resirkulasi. Sayang, informasi yang ia dapat kurang mendetail sehingga tidak diketahui pasti sistem resirkulasi yang digunakan.

Dengan C-First air di kolam itu disirkulasi sepanjang waktu. Margono mengandalkan pompa 125 watt untuk mengalirkan air. Jika listrik padam, ia memanfaatkan genset. Dari kolam air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm menuju filter mekanik. Partikel kasar dalam air tersaring di dalam filter mekanik yang berisi susunan papan kayu. Selanjutnya air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus terperangkap.

Setelah itu air dipompa ke atas melewati filter biologis yang berisi bola-bola hitam alias bioball. Di dalam filter biologis itulah terjadi proses nitrifikasi. Terakhir air masuk ke bak kontrol yang selanjutnya mengalirkan air ke masing-masing kolam. Setiap pekan petugas membersihkan filter mekanik untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat berfungsi maksimal.

  • Air dalam kolam keluar melalui pipa 2 inci.
  • Selanjutnya air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm.
  • Air masuk ke filter mekanik. Sisa pakan dan kotoran berukuran besar terperangkap.
  • Air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus tersaring.
  • Air melewati filter biologis berisi bioball.
  • Air dari filter biologi masuk ke bak kontrol.
  • Air bersih mengalir melalui pipa ke masing-masing kolam.

Teknologi Ternak Lele: Serbahemat

Menurut Bambang sistem resirkulasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan sistem itu yakni hemat air dan berproduksi banyak karena padat tebar tinggi. Kelemahan sistem ini antara lain mengandalkan listrik agar pompa bekerja mengalirkan air. Lebih lanjut Bambang mengatakan teknik resirkulasi memungkinkan diadopsi peternak lain.

“Sistem itu pilihan lain bagi peternak. Sebab tiap daerah punya cara tersendiri membudidayakan lele,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu. Sinung menuturkan C-First dapat dilakukan pada daerah yang pasokan airnya terbatas. Sistem ini juga hemat tempat sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Yang istimewa produktivitas C-First tinggi. “Pengelolaan kolam juga mudah,” kata Margono.

Menurut Sinung sistem resirkulasi konsep lama. Masyarakat tidak tertarik membuat sistem itu karena biayanya mahal. Margono mengatakan kolam resirkulasi di Serang menghabiskan Rp60-juta. Apalagi sistem itu sangat mengandalkan listrik sebagai penggerak pompa. Solusinya pembuatan kolam C-First bisa dilakukan oleh kelompok pembudidaya sehingga biaya lebih ringan.

Ditulis oleh Riefza Vebriansyah (Majalah Trubus)

Robot Pembersih Udara Raih Penghargaan

penghargaan National Young Inventor AwardPolusi udara saat ini menjadi topik utama, khususnya di Riau dan Jambi. Dibutuhkan alat untuk menekan tingkat polusi udara yang tinggi di era modern ini. Nah, ada kabar menggembirakan datang dari pelajar SMK Negeri 1 Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah. Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja-lah yang menemukan alat pengikis polusi udara tersebut. Alat berbentuk robot tersebut dipamerkan dalam ajang National Young Inventor Award (NYIA) ke-8 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan British Council melalui program Newton Fund dari tanggal 25 hingga 27 Agustus lalu. Robot ini mengungguli 30 invensi lainnya pada puncak pemberian penghargaan yang di gelar Kamis, (27/8) malam di Auditorium utama LIPI.

Menurunnya kualitas udara saat ini melatarbelakangi Bayu dan Galih membuat alat pembersih udara. “Kualitas udara yang buruk tentunya menentukan kualitas ekonomi, kesehatan, dan juga kesejahteraan bagi manusia, tak terkecuali di Indonesia” ujar Bayu sebagaimana dilansir Humas LIPI. “Indonesia memiliki 4 kota besar, di antaranya Medan dengan kadar materi 111 mikrogram/m3, Surabaya 69 mikrogram/m3, Bandung 43 mikrogram/m3, dan Jakarta 43 mikrogram/m3. “Ini sudah sangat tinggi dari standar kadar materi udara yang ditetapkan World Health Organization (WHO) di udara yang hanya 25 mikrogram/m3,” sambungnya.

Temuan yang diberi nama AS-SHUR ini merupakan teknologi robot pembersih udara dengan tiga sistem kontrol kendali. “Kami menggunakan sistem kontrol otomatis, portable, dan remot kontrol,” jelas Bayu. Robot dapat dioperasikan untuk mendeteksi dan mensterilkan udara polusi menjadi udara bersih baik di indoor maupun di outdoor.

Ketika robot mendeteksi adanya gas polusi yang berbahaya, maka sensor akan mengkomunikasikanya melalui data digital layar LCD pada robot tersebut. “Kalau intensitas kualitas udara polusi yang dideteksi tinggi, maka robot akan otomatis berhenti dan akan menghidupkan blower yang terpasang dibagian atas dan depan robot”, jelas rekannya Galih. Blower akan menghisap dan menekan udara polusi tersebut untuk masuk dalam body atau prototype robot.

Setelah polusi itu masuk dalam robot, udara polusi akan melewati filtrasi berupa karbon aktif yang terbuat dari bahan dasar tanaman lidah mertua (sansivieria sp). “Karbon aktif bekerja untuk mengikat logam-logam berat yang terkandung dalam polusi udara. Output yang dikeluarkan oleh robot tersebut adalah udara non logam berat, karena logamnya telah terikat di karbon aktif,” ujar Galih. Setelah udara di ruangan tersebut bersih, robot akan bekerja secara otomatis kembali menyisir ruangan yang terdapat udara polusi lagi.

Sementara itu, Galih juga mengungkapkan bahwa temuan robot pembersih udara ini juga menuai banyak kritikan dengan sudah tersedianya penyejuk ruangan yang bisa sekaligus membersihkan polusi udara. “Memang sudah ada alat seperti itu, tapi harus diperhatikan bahwa pembersih udara yang berbasis Air Conditioner (AC) mengeluarkan gas chloro floro carbon (CFC) dan tidak baik untuk lapisan ozon dan juga mahal sehingga hanya bisa dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas, sambungnya. “Ini merupakan teknologi karya Indonesia, dan mudah-mudahan bisa membantu mengatasi masalah global,” pungkas keduanya.

Pemenang Kompetisi Ilmiah LIPI 2015

logo lipiKompetisi ilmiah tingkat nasional yang terdiri dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-47 dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-8 telah berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 Agustus. Sebanyak 53 karya ilmiah hasil mentoring dan evaluasi pakar LIPI serta 30 invensi pelajar se-Indonesia ditampilkan dalam ajang tersebut. Dalam hal ini, LIPI bekerjasama dengan British Council melalui program Newton Fund.

Karya generasi muda Indonesia yang tampil dalam kompetisi Ilmiah LIPI telah dinilai oleh Tim Dewan Juri dan telah diumumkan pada puncak kegiatan Kamis (27/8) malam. Kepala LIPI Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain mengatakan, karya dan invensi tersebut merupakan hasil ide kreatif terbaik dari para remaja yang harus terus didukung.

“Semua yang ada di kompetisi ini sudah menjadi pemenang. Kesempatan ini adalah sesuatu yang diraih dengan usaha dan kerja keras, bukan dengan cara pemberian,” ujar Iskandar.

Director of Education and Society British Council Indonesia, Teresa Bircks mengaku bangga akan animo generasi muda Indonesia dalam dunia penelitian. “Mereka adalah generasi yang peduli untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentu mengharumkan nama bangsa,” tegasnya.

British Council menyampaikan apresiasi atas kerjasama dengan LIPI dalam pembinaan generasi muda. “Kolaborasi ini harus terus dibangun untuk memecahkan permasalahan global bersama-sama dengan cara yang ilmiah,” sambungnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko yang menjadi Ketua Dewan Juri LKIR menegaskan semangat kaum muda untuk berinovasi dengan memanfaatkan iptek perlu terus dipacu ke depannya.

“Sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat bagi mereka, pemenang LKIR nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti Intel International Science Engineering Science Fair (ISEF) di Amerika pada bulan Mei 2016, dan pemenang NYIA akan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi memamerkan invensinya di ajang International Young Inventors Award (IEYI) di Taiwan November mendatang,” ujarnya.

Berikut daftar pemenang kompetisi ilmiah 2015:

Pemenang LKIR:

Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH): Achmad Ilham dan Cenanda (SMA N 3 Semarang) dengan judul karya ilmiah Pengaruh Modulus Young terhadap Cepat Rambat Rangsang pada Jaring Laba-Laba.

Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT):

Aristo Kevin dan Maulanan Imam (SMA N 3 Semarang) dengan karya ilmiah Elektrodeposisi Material Komposit Zn-PP sebagai Pelapis Karat.

Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim (IPK):

Ni Putu Intan dan Cok Laksmi Pradna (SMA N 3 Denpasar) dengan karya ilmiah Evaluasi Pemanfaatan Fitoplankton melosira sp, navicula sp, nitzschia sp, di Perairan Bali dan Lombok Sebagai Sumber Antibiotika.

Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK):

Nurkholifatul Maula dan Putri Rahayu Budiman (MAN Insan Cendekia Jambi) dengan karya ilmiah Pengaruh Eksistensi Sawit Terhadap Integrasi Sosial Masyarakat Transmigrasi Desa Sumber Harapan Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi.

LKIR bidang Kependudukan:

Erni, (SMA N 63 Jakarta) dengan judul karya ilmiah Motif Sosial Berwirausaha Pelajar SMA dan SMKN Jakarta Selatan sebagai Gambaran Kesiapan Indonesia Menuju Bonus Demografi.

Pemenang NYIA:

Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja (SMK Negeri 1 Kedung Wuni, Pekalongan, Jawa Tengah) dengan invensi AS-SHUR: Teknologi Robot Pembersih Udara

Indonesia Rebut Juara Kompetisi Sains ASEAN di Thailand

Tim pelajar Indonesia dari SMAN 83 Jakarta yang terdiri dari Esti Marzeta dan Elsha Cahyani Fadli berhasil meraih prestasi sebagai Juara II kategori physical sciences pada ajang kompetisi “the First ASEAN Students Science Project Competition” (ASSPC) Thailand, 6-10 Juli 2015. Mereka berhasil menyisihkan puluhan karya ilmiah dari para pelajar negara ASEAN lainnya.

Kedua pelajar ini berhasil meraih juara melalui karya ilmiah pembuatan mini briket dari sampah daun dan serbuk gergaji, sebagai alternatif pengganti energi fosil. Setidaknya terdapat 100 pelajar dengan 36 karya ilmiah yang turut serta dalam ajang ASSPC tersebut.

Gambar: nationalgeographic
Gambar: nationalgeographic

Kepala Biro Kerja sama, Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries, dalam keterangannya mengatakan, melalui kompetisi seperti ini LIPI ingin memfasilitasi semua pelajar untuk berkiprah dalam kompetisi ilmiah internasional sehingga diharapkan bertambah luas wawasan dan tingkat kepercayaan diri.

Guru pembimbing Tim SMAN 83 Jakarta Bayu Satriyawan mengatakan bahwa karya ilmiah anak didiknya memang terbilang inovatif dan ramah lingkungan untuk pengembangan energi terbarukan.

Berbeda dengan jenis-jenis briket yang sudah ada sebelumnya, mini briket itu memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Briket ini mendaur ulang sampah menjadi bernilai guna lebih tinggi.

Selain ukurannya hanya sebesar kapsul, briket tersebut juga tidak kotor dan tidak mengeluarkan asap. Mini briket tersebut selanjutnya akan digunakan di lingkungan SMAN 83 Jakarta. “Kami berharap melalui pengembangan lebih lanjut, briket ini dapat digunakan untuk masyarakat luas,” imbuhnya.

Selama setidaknya dua tahun ke depan, ASSPC akan diselenggarakan oleh Thailand sebagai tuan rumah, dengan tiga klasifikasi yang dipertandingkan, yaitu Physical Sciences, Biological Sciences dan Creative Innovation.

Pada ajang ASSPC kali ini, LIPI mengirimkan tiga tim pelajar untuk berkompetisi, yang sebelumnya merupakan finalis terpilih the National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan pada tahun 2014. Mereka adalah tim pelajar dari SMAN 83 Jakarta, SMAN 1 Dempet Demak Jawa Tengah, dan SMAN 1 Yogyakarta. Para pelajar tersebut didampingi oleh Tim LIPI, yakni Prof. Dr. Subyakto, Mafaza, dan Reyder Simanullang.

Ajang ASSPC yang digelar saat ini menyuguhkan berbagai kegiatan keilmuwan bagi para pelajar yang mengikutinya, seperti workshop, science show, dan acara lain yang memperkenalkan sains dengan cara yang menyenangkan. Selama setidaknya dua tahun ke depan, kompetisi ini akan diselenggarakan oleh Thailand sebagai tuan rumah.

Sedangkan, ajang setelah itu dapat diselenggarakan oleh negara-negara ASEAN lainnya. Ada tiga klasifikasi yang dipertandingkan pada ajang tersebut, di antaranya physical sciences, biological sciences, dan creative innovation.

Prof. Dr. Khoirul Anwar, Pemuda Kediri Penemu Teknologi 4G

teknologi jaringan 4G | berita broadcastSiapa sangka teknologi jaringan 4G yang saat ini menjadi sedang menjadi perbincangan hangat karena kecepatan datanya yang sangat cepat tersebut, ternyata penemunya adalah orang Indonesia. Dia adalah Khoirul Anwar, seorang profesor muda asal Kediri Jawa Timur.

Prof. Dr. Khoirul Anwar, demikian nama lengkap dan gelar yang menempel pada dirinya saat ini. Ia merupakan seorang ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Khoirul Anwar adalah lulusan cumlaude Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2000. Setelah itu kemudian dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008.

Profesor muda kelahiran 1978 itu menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dalam keterbatasan kanal komunikasi. Ia mengurangi daya transmisi, hasilnya kecepatan data yang dikirim meningkat tajam.

Sistem ini mampu menurunkan energi sampai 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” demikian diungkapkan sang Profesor Khoirul Anwar. Ternyata penemuan hebat putra dari almarhum Sudjianto dan Siti Patmi ini terinspirasi dari film animasi Dragon Ball, sebuah film animasi dari Jepang yang kerap ia tontonnya sejak remaja.

Ketika Goku (tokoh utama Dragon Ball) akan melayangkan Spirit Ball yang merupakan jurus terdahsyatnya, Goku akan menyerap semua energi makhluk hidup di alam sehingga menghasilkan energi yang luar biasa,” katanya. Konsep itu, kemudian dia formulasikan dalam rumus matematika untuk diterapkan pada penelitian oleh Khoirul Anwar.

Jurus Spirit Ball dianalogikan sebagai turbo equalizer yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Padahal awalnya hal itu dianggap tak mungkin di dunia telekomunikasi,” katanya.

Lebih lanjut Khoirul mengatakan bahwa guard interval merupakan sesuatu yang tidak berguna di perangkat penerima. Selain hanya untuk pembatas, mengirimkan power untuk sesuatu yang tidak berguna adalah sia-sia, demikian ucap suami dari Sri Yayu Indriyani.

Metode ala jurus Dragon Ball ini bisa dibilang mampu memecahkan masalah transmisi nirkabel. Apalagi temuan ini bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk di jaringan GSM, CDMA, dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Menurut Khoirul, dalam penerapannya metode ini mampu menjawab masalah telekomunikasi di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah itu biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang,” katanya.

Tak heran bila temuan ini menghasilkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010 lalu di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

Dengan digunakannya teknologi ini oleh industri, Khoirul berhak mendapatkan royalti. Dan sebagai bentuk penghargaan terhadap orang tuanya, royalti pertamanya dia berikan kepada sang ibu di Kediri.

Awal pendidikan

Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006 lalu, ia juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal Frequency-division Multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier Code Division Multiple Access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya kaget adalah, sistem telekomunikasi 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, Khoirul tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu, demikian diucapkan oleh Khoirul Anwar.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada tahun 1990. Sang ibu kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus Sekolah Dasar.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi selalu ada jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalnya, ketika dia melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Begitu pula saat ia meneruskan kuliah ITB di Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. “Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya.

Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang lebih tinggi. Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya meneruskan kuliah S3 dari salah satu perusahaan Jepang.

“Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa,” katanya.

Tak pernah lupa Indonesia

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. “Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset atau peneliti, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah keagamaan di Jepang, bahkan kerap dipercaya menjadi khatib saat pelaksanaan Shalat Ied.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. “Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia,” kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk mereka yang sering menghujat, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

Khoirul Anwar dan Keluarga
Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, Jepang, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. “Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1,5 tahun,” Khoirul menjelaskan.

Anak pertamanya lahir di Yokohama, 1,5 tahun kemudian lahir anak keduanya di Nara, disusul anak ketiganya yang lahir 1,5 tahun setelah anak keduanya lahir. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. “Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak,” katanya.

Mudah-mudahan dengan mengulas cerita Prof. Dr. Khoirul Anwar, Sang penemu jaringan 4G dari Kediri ini menjadi inspirasi untuk anak muda untuk terus belajar dan berprestasi.

Selamat Ulang Tahun, Linux!

linux | berita broadcastPada tanggal 25 Agustus 1991, tepat 24 tahun yang lalu, Linus Torvalds meluncurkan sebuah sistem operasi Linux yang ia buat sebagai sebuah hobi.

Melalui sebuah pesan, Torvalds mengembangkan Linux hanya didasarkan hobi, dan dia tidak berminat untuk membesarkan proyek tersebut layaknya GNU. Sistem operasi Linux bisa dijalankan di 386(486) AT dan klonnya.

Target pasar Linux adalah para pengguna Minix, Torvalds pun berharap dia mendapatkan beberapa umpan balik dari para pengguna mengenai hal yang disukai maupun yang tidak disukai dari minix. Hal ini dilakukan Torvalds lantaran Linux dibuat berdasarkan inspirasi dari minix.

Linux diluncurkan dengan hasil porting bash (1.08) dan gcc (1.40) dan inipun berhasil. Torvalds sangat baik, dia memberikan kesempatan kepada para pengguna untuk mengusulkan beberapa fitur yang mereka inginkan, dia pun menjanjikan akan mengimplementasikan fitur – fitur yang diinginkan oleh para pengguna.

Berikut pesan asli yang dikirimkan oleh Linus Torvalds :

Hello everybody out there using minix –

I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and
professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I’d like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things).

I’ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that I’ll get something practical within a few months, and I’d like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won’t promise I’ll implement them 🙂

Linus

Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan open source utama. Seperti perangkat lunak bebas dan open source lain pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Sistem operasi ini sudah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems.

Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer dan sistem yang dibenamkan seperti pembaca buku elektronik, sistem video game seperti PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox, smartphone dan router.

Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan sistem operasi ini tidak bergantung kepada vendor, biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan software open source.

Dikutip dari News Softpedia, Selasa (24/8/2015), Linux kini ada di mana-mana, namun banyak orang tak menyadarinya. Anda menggunakan Linux ketika melakukan pencarian Google atau jika di negara-negara maju, Linux digunakan ketika membeli tiket kereta misalnya. Sebenarnya seluruh internet ditenagai oleh Linux.

Linux ada di perangkat pintar yang dipakai di rumah, router WiFi menggunakan Linux, dan ini yang mendunia saat ini, ponsel Android Anda ditenagai Linux. Mungkin Anda juga menggunakan Linux di tempat kerja namun banyak orang tidak menyadari. Istilahnya, jauh di hati, dekat di mata.

Selamat ulang tahun Linux!

Mobil Bertenaga Surya Hasil Karya Anak Indonesia

Mobil listrik tenaga surya Widya Wahana V hasil inovasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) memulai ekspedisi perdana menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bali pada Senin (17/8).

Mobil listrik berkekuatan 12 x 2 kW ini, Kamis (20/8) menuju Denpasar, Bali sebagai titik akhir dari tour de Java Bali. Aufar Nugraha, Ketua Tim Ekspedisi Jawa Bali menjelaskan, panjang rute yang dilewati selama tur ini sekitar 1.250 kilometer.

Gambar: kompas.com
Gambar: kompas.com

Mobil ini memiliki spesifikasi di antaranya, berkekuatan jarak tempuh 700 kilometer per charge dengan bobot 150 kilogram.  Kapasitas mobil ini hanya untuk dua penumpang, dengan berat badan masing-masing minimal 80 kilogram.

 

Diluncurkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Widya Wahana V akan menjadi mobil tenaga surya yang menempuh perjalanan terjauh di Indonesia.

Dalam peluncuran, Nasir mengucapkan selamat dan sukses bagi mobil inovatif yang nantinya juga akan dilombakan di ajang World Solar Challenge 2015 di Australia pada Oktober nanti. Ia mengatakan bahwa dunia sudah ulai melirik surya sebagai sumber energi kendaraan. Beberapa waktu lalu, pesawat bertenaga surya produksi Swiss, Solar Impulse, juga diujicoba untuk menyeberangi Samudera Pasifik dari Tokyo ke Honolulu dan sukses.

Yusuf Alif, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS yang berperan sebagai manager desain dalam rekayasa Widya Wahana V mengatakan, mobil diperkirakan akan menempuh jarak Jakarta – Denpasar dalam waktu 5 hari. Tiba di Denpasar 21 Agustus 2015.

Ayuning Fitri Desanti, anggota tim elektrik rekayasa Widya Wahana V, mengatakan bahwa secara teoretis mobil bisa berjalan dengan kecepatan maksimum 90 km/jam.

Dengan daya penuh, mobil dengan kapasitas baterai 15 KWh ini secara teoretis bisa melaju nonstop selama 4 jam dengan kecepatan maksimum.

Widya Wahana V masih dikatakan sebagai mobil hybrid. Pengisian energi tidak 100 persen dengan tenaga surya namun masih membutuhkan listrik.

Pekerjaan rumah untuk mewujudkan mobil tenaga surya yang bisa dipakai sehari-hari adalah mengupayakan panel surya yang lebih efisien dan daya mobil yang lebih rendah.

Amazing! Video Promosi Wearable Gesture Control

Gambar: www.wonderfulengineering.com
Gambar: www.wonderfulengineering.com

Dewasa ini, kebutuhan akan teknologi seakan tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari handphone sampai dengan komputer yang notabene adalah perangkat untuk membantu pekerjaan kita. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dalam dunia komputer-pun semakin maju, mulai dari teknologi layar sentuh, mouse dan keyboard wireless, yang tentu saja masih meiliki banyak kekurangan. Maka dari itu, para ahli melakukan pengembangan teknologi untuk membantu pekerjaan manusia yang meiliki mobilitas semakin tinggi. Salah satunya adalah Myo Armband. Perangkat berbentuk gelang ini diyakini akan menggeser fungsi mouse dan keyboard pada komputer.

Di akhir film Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back garapan Goerge Lucas, Luke Skywalker mengucapkan sebuah kalimat yang saat ini telah menjadi ikon dan simbol dalam budaya pop; “May the force be with you”. The Force yang dimaksud adalah sebuah kekuatan atau gaya metafisika yang terdapat di dalam jagat raya Star Wars.

Dikenal sebagai Myo, sebuah gelang yang dipakai dilengan atas. Dibuat oleh startup dari Kanada, Thalmic Labs. Gelang ini bekerja dengan merasakan gerakan otot lengan. Alat ini mampu mendeteksi perubahan gerakan tangan hingga jari-jari.

Myo dapat terhubung melalui Bluetooth sehingga kita bisa mengatur presentasi tanpa menyentuh laptop atau tablet, menjelajah internet, video game, memainkan musik, menonton video dan lainnya tanpa menyentuh. Menurut Thalmic Labs, Myo akan bisa digunakan oleh banyak sistem operasi seperti Windows, MacOS, iOS dan Android.

Berikut cuplikan video iklannya.

Seminar Nasional: Festival Detik Jawara

seminar & workshop grombyang os | berita broadcastFestival Desa-desa TIK Jawa Pantai Utara yang disingkat Festival Detik Jawara merupakan sebuah perhelatan besar di bidang Teknologi dan Informasi yang digagas oleh grombyangOS Team dan Relawan TIK Pemalang. Event ini merupakan acara ke-2 setelah tahun lalu berhasil dan sukses dalam menyelenggarakan event seminar serupa. Tidak kurang dari 500 peserta yang rata-rata para penggiat Teknologi dan Informasi dengan pembicara tokoh IT ternama, Onno W. Purbo.

Kapan dan Dimana?

Diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2015 di Aula SMAN 1 Pemalang.

Pembicara

Agenda yang terdapat dalam Festival Detik Jawara adalah Diskusi Seminar, Workshop dan Release Party Grombyang OS 2.0. Adapun para pembicara yang bakal mengisi seminar kali ini adalah:

  • Onno W. Purbo yang akan membawakan topik materi mengenai Topologi Mesh Untuk Pedesaan
  • Helmi Budi Prasetio dari Kompasiana dan detik.com dengan topik materi Jurnalistik Untuk Masyarakat
  • Agus Pambudi sebagai Kepala Desa Jebed Utara dengan topik Manfaat Teknologi Informasi di Pedesaan.

Untuk Sesi Workshop akan di isi oleh 4 pemateri, yaitu:

  • Team Litbang GrombayngOS yang akan membedah grombyangOS (grOS 2.0, grOS-X Pentest, grOS-ROM) dan Cara Membuat Sistem Operasi Sendiri
  • Jordan Andrean dengan materi Membangun VOIP Untuk Komunikasi Gratis Masyarakat Desa
  • Erni Sulistyowati dengan materi Optimalisasi Website Menggunakan branding SEO
  • Solikhin dengan materi Jurnalistik.

Untuk kalian semua pecinta Teknologi dan Informasi, jangan lewatkan acara event ini. Daftarkan diri anda melalui link berikut. Bisa juga datang ke sekretariat GrombyangOS di Damri Travel, Jl.Ahmad Yani Selatan No.81 Pemalang.

Tempat terbatas!

Agenda Kegiatan

Waktu Kegiatan
07:00-08:00 Registrasi
08:00-08:10 Pembukaan dan Doa
08:10-08:15 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
08:15-08:25 Sambutan Ketua Panitia
08:25-08:35 Sambutan Bupati
08:35-08:45 Sambutan Bapermas Pemalang
08:45-09:00 Sambutan Ketua GrombyangOS
09:00-09:05 Persiapan Seminar
09:05-09:30 Seminar 1 : Meningkatkan Potensi dan Pembangunan Desa
09:30-10:00 Seminar 2 : Jurnalistik
10:00-11:30 Seminar 3 : Jaringan Mesh Perdesaan
11:30-11:40 Kesimpulan Seminar 1,2,3
11:40-12:00 Sosialisasi Domain .ID Oleh Pandi
12:00-12:30 ISOMA
12:30-15:00 Wokshop 1 [GrombyangOS-Team] : Membuat Sistem Operasi Sendiri & Bedah GrombyangOS – Aula Smansa
12:30-15:00 Workshop 2 [Erni Sulistyowati] : Mengoptimalkan website dengan SEO
12:30-15:00 Workshop 3 [Jordan Andrean] : Membangun VOIP untuk Komunikasi Desa
12:30-15:00 Workshop 4 [Solikhin] : Jurnalistik
15:00-15:10 Penutupan Seminar dan Workshop

Penemuan Asal Indonesia Untuk Dunia

Penemuan hebat ini berasal dari Indonesia lho. Penasaran apa saja? Simak penemuan keren berikut ini.

Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam digunakan untuk menunjang bangunan agar tetap kuat dan kokoh. Asal anda tahu, pondasi cakar ayam ini di temukan oleh Prof Sedijatmo saat beliau masih menjabat di PLN pada tahun 1961. Pondasi yang diciptakan oleh beliau dapat mengurangi tekanan di permukaan tanah sampai dengan 75% dibandingkan pondasi biasa. Kemudian teknologi pondasi ini digunakan dalam membangun Bandara Juanda Surabaya, landasan tersebut kuat dengan mampu menahan beban sampai dengan 2000 ton. Teknologi yang sudah di patenkan ini kemudian digunakan oleh negara maju seperti Belanda, Jerman, AS, Inggris, Perancis, dll.

Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM

Informasi memang diperlukan oleh manusia untuk memperoleh sesuatu, dan komunikasi sangat bisa di lakukan oleh manusia dari tempat yang sangat jauh. Hal ini ditunjang dengan adanya jaringan telekomunikasi. Pada tahun 2010 seorang imuwan ITB, bernama Khoirul Anwar bersama temannya telah menciptakan sistem telekomunikasi 4G dengan basis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem telekomunikasi tersebut masuk ke dalam daftar penemuan teknologi orang Indonesia.

 

Teori 23 Kromosom

Pada tahun 1955 seorang ahli Cytogenetcis asal Indonesia yaitu Dr. Jow Hin Tjio telah menemukan fakta mengenai jumlah kromosom pada manusia yaitu 23 buah. Dengan adanya penemuan ini berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika dunia bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24 buah. Dr. Jow Hin Tjio berhasil menghitung jumlah kromosom pada manusia dengan tepat, ia telah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom dengan menggunakan media preparat gelas yang dikembangkan oleh Dr. T.C. Hsu di Texas University, Amerika Serikat.

Persamaan Matematika Helmholtz

Pada tahun 2005 kembali lagi penemuan teknologi orang Indonesia yang sampai mendunia di temukan. Kali ini persamaan matematika yang telah berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga seorang dosen ITB berasal dari Tasikmalaya. Kala itu ketika Yogi menemukan persamaan matematika ini, dirinya masih menempuh pendidikan dalam program Ph.D di Delft University of Technology, di Belanda. Dengan adanya penemuan persamaan matematika ini maka perusahaan minyak di dunia dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak yang ada di perut bumi. Selain itu rumus ini dapat di aplikasikan juga pada kapal selam, penerbangan, sistem radar, dll.

Lainnya, terangkum dalam poin berikut ini:

1. Adi Rahman Adiwoso – Penemu Teknologi Baru dlam Telepon Bergerak Berbasi Satelit

2. Alexander Kawilarang – Penemu kapal Ikan Bersirip

3. Arief Mulyana Djumra – Penemu Pamacu Produktivitas dan Kualitas Udang dan Ikan

4. Aryadi Suwono & Tim Peneliti ITB – Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi

5. Ayub D. Parnata – Penemu Bakteri Kompos Organik

6. B.J Habibie – Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (teknologi Pesawat terbang)

7. Budi Noviantoro – Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi

8. Dani Hilman Natawijaya – Penemu Indikator Alami (terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa

9. Eddyman, Intan Elfarini & Kanaka Sundhoro – Penemu Obat Anti Nyamuk Alami dan Murah

10. Evvy Kartini – Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas

11. Fuad Affandi – Penemu Pupuk Alami dari Air Liur

12. Herman Johannes – Penemu Tungku Berbahan bakar Briket Arang dan Dedaunan

13. I Gede Ngurah Wididana – Penemu Formula Minyak Oles Bokhasi

14. I Made Budi – Penemu Formula Sari Buah Merah Untuk Pengobatan

15. Lalu Selamat Martadinata – Penemu Alat Pemanggil ikan

16. M. Djoko Srihono – Penemu Penjernih Air Limbah

17. Maruni Wiwin Diarti – Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut

18. Minto – Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani Dengan Tenaga Matahari

19. Mumu Sutisna – Penemu Hormon Penyubur Anakan padi

20. Mulyono Pangestu – Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma

21. Neny Nurainy – Penemu Varian Virus Hepatitis B Indonesia

22. Puji Selamet Arif – Penemu Motor Listrik Hemat Anergi

23. Rahmania Zein – Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi

24. Randall Hartolaksono – Penemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan

25. Rizal & Jufri Sahroni – Penemu Penghemat Bahan Bakar Diesel

26. Robert Manurung – Penemu Minyak Jarak Murni

27. Saverius Nurak – Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi

28. Sutjipto & Ryantori –Pnemu Konstruksi Pondasi Sarang Laba-laba

29. Sutrisno – Penemu Alat Perangkap Lalat Buah

30. Sedijatmo – Penemu Konstruksi Pondasi Cakar Ayam

31. Septinus George Saa – Penemu Rumus Penghitung Antara Dua Titik Ragkaian Resisitor

32. Sofin Hadi – Penemu Metode Cincin utnuk Sunat tanpa Sakit

33. Sri Wuryani, Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Herdiastuti – Penemu Pengawat Aroma Dalam Hampa

34. Tjokorda Raka Sukawati – Penemu Landasan Puat Bebas Hambatan Sosrobahu

35. Warsimin Adiwarsito – Penemu Marmer Buatan

36. Widowati Siswomihardjo – Penemu Bahan Baru untuk Gigi Aplsu yang Lebih Aman Dan Murah

37. Windu Hernowo – Penemu Penghermat Bahan Bakar Mesin

38. Yanto Lunardi Iskandar – anggota Tim Penemu HIV & Metode Peningkatan Hematopoiesis

39. Yudi Utomo Imardjoko – Penemu Kontainer Limbah Nuklir

40.Zahlul Baharuddin – Penemu Zahlul Integrated Unit ( Desain Sistem Efesiensi untuk Prosuk Kimia / Obat)

Ada yang belum disebut? Silakan tinggalkan komentar.