Disiplin, Kunci Karakter Sukses Generasi Muda

downloadSiapa bilang kalau orang tahu haram itu benar-benar menjauhinya? Ayo siapa yang menjamin? Tidak ada. Orang yang ilmu rasionalnya tinggi, tidak disangga oleh hidayah, maka ilmu ini akan lari menjauhkan dirinya dari Allah SWT.

Perhatikan! Dengan adanya teknologi-teknologi yang luar biasa, mestinya orang lebih dekat kepada Allah. Tuhan itu tahu betul apa yang kita lakukan. Rasio kita sukar membayangkan. Tapi dengan teknologi sekarang ilmu bisa dapat dari ustadz google… Iya, kan? Ada hp suaranya bisa didengar, yang 3G gambarnya bisa dilihat, televisi, internet. Kesimpulannya apa? Ooohh kalau gitu dunia ini satu. Kamera bisa melihat. Bayangkan, bagaimana kalau dunia ini semuanya adalah sebuah kamera besar?

Sekalipun kita ditempatkan di tempat yang terlindungi, pasti datang maut. Dulu saya tidak bisa berpikir, bagaimana malaikat ini mengurusi matinya orang? Terus mati ini alamatnya kemana? Lalu kalau keliru bagaimana? Eh, tahu-tahu sekarang HP itu nomornya selisih satu saja tidak bisa masuk.

Perhatikan ini… Padahal manusia itu tidak ada yang sama. Ternyata yang tidak sama bukan cuma cap jarinya. Rambutnya juga tidak sama. Tulangnya juga tidak sama. DNA-nya juga tidak sama. Mana mungkin itu keliru? Mestinya kecerdasan kita itu lurus. Tetapi karena kesombongan, maka semakin mempunyai teknologi tinggi, anehnya orang semakin menjauhi Allah. Terbalik!

Nah, oleh karena itu, kalau hubungan dengan Alloh sudah bersambung dengan ilmu, akan melahirkan pertanggung jawaban ilmu.

Disisi lain, proses kesolehan tidak bisa lepas dari disiplin. Terutama ibadah. Jadi tidak ada karakterisasi tanpa disiplin. Tidak ada karakterisasi tanpa latihan. Orang yang mau dicetak model seperti A, mesti ada disiplinnya, ada kerangkanya, ada latihannya. Kamu mau dicetak seperti apa? Tentara? Ya sudah, harus dilatih disiplin seperti itu.

Maka, hal yang menjadikan bahaya besar bagi generasi muda sekarang adalah generasi yang tidak mau disiplin. Ini sebenarnya generasi yang sedang menghancurkan dirinya sendiri.

Ditulis oleh KH. A. Hasyim Muzadi

10 Hari Bulan Dzulhijjah

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari dimana amal shali pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 
وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة 

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ 

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما 

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره 

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي 

“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

??? Semoga Allah senantiasa membimbing kita utk terus semangat mengingatNya, bersyukur dan Beribadah kepaaNya.

Gusdur: NKRI Bagi NU Adalah Harga Mati

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU.

Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo.

“Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai.

“Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur.

“Kok bisa Gus?”

“Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri ini di ambang kehancuran, di ambang perang saudara. Arah politik Negeri ini sedang menggiring Negeri ini ke pinggir jurang kehancuran dan separatisme. Lihat saja, baru berapa bulan Orde Reformasi berjalan, kita sudah kehilangan propinsi ke-27 kita, yaitu Timor Timur.” kata Gus Dur.

Kiai tersebut sebagaimana biasa, kalau belum mulai bicara. Pak Habibi, kita semua akan merasa kasihan dengan sikap Gus Dur yang datar dan seperti capek sekali dan seperti aras-arasen bicara. Tapi kalau sudah mulai, luar biasa memikat dan ruangan jadi sepi kayak kuburan, tak ada bunyi apapun selain pangendikan Gus Dur.

Seorang kiai penasaran dengan calon presiden devinitif pengganti Pak Habibi yang hanya menjabat sementara sampai sidang MPR. Ia bertanya: “Gus, terus siapa yang paling pas jadi Presiden nanti Gus?”

“Ya saya, hehehe…” kata Gus Dur datar.

Semua orang kaget dan menyangka Gus Dur guyon seperti biasanya yang memang suka guyon.

“Yang bisa jadi presiden di masa seperti ini ya hanya saya kalau Indonesia gak pingin hancur. Dan saya sudah dikabari kalau-kalau saya mau jadi presidan walau sebentar hehehe…” kata Gus Dur mantab.

“Siapa yang ngabari dan yang nyuruh Gus?” tanya seorang kiai.

“Gak usah tahu. Orang NU tugasnya yakin saja bahwa nanti presidennya pasti dari NU,” kata Gus Dur masih datar seperti guyon.

Orang yang hadir di ruangan itu bingung antara yakin dan tidak yakin mengingat kondisi fisik Gus Dur yang demikian. Ditambah lagi masih ada stok orang yang secara fisik lebih sehat dan berambisi jadi presiden, yaitu Amin Rais dan Megawati. Tapi tidak ada yang berani mengejar pertanyaan tentang presiden RI.

Kemudian Gus Dur menyambung: “Indonesia dalam masa menuju kehancuran. Separatisme sangat membahayakan. Bukan separatismenya yang membahayakan, tapi yang memback up di belakangnya. Negara-negara Barat ingin Indonesia hancur menjadi Indonesia Serikat, maka mereka melatih para pemberontak, membiayai untuk kemudian meminta merdeka seperti Timor Timur yang dimotori Australia.”

Sejenak sang Kiai tertegun. Dan sambil membenarkan letak kacamatanya ia melanjutkan: “Tidak ada orang kita yang sadar bahaya ini. Mereka hanya pada ingin menguasai Negeri ini saja tanpa perduli apakah Negeri ini cerai-berai atau tidak. Maka saya harus jadi presiden, agar bisa memutus mata rantai konspirasi pecah-belah Indonesia. Saya tahu betul mata rantai konspirasi itu. RMS dibantu berapa Negara, Irian Barat siapa yang back up, GAM siapa yang ngojok-ojoki, dan saya dengar beberapa propinsi sudah siap mengajukan memorandum. Ini sangat berbahaya.”

Kemudiaan ia menarik nafas panjang dan melanjutkan: “Saya mau jadi presiden. Tetapi peran saya bukan sebagai pemadam api. Saya akan jadi pencegah kebakaran dan bukan pemadam kebakaran. Kalau saya jadi pemadam setelah api membakar Negeri ini, maka pasti sudah banyak korban. Akan makin sulit. Tapi kalau jadi pencegah kebakaran, hampir pasti gak akan ada orang yang menghargainya. Maka, mungkin kalaupun jadi presiden saya gak akan lama, karena mereka akan salah memahami langakah saya.”

Seakan mengerti raut wajah bingung para kiai yang menyimak, Gus Dur pun kembali selorohkan pemikirannya. “Jelasnya begini, tak kasih gambaran,” kata Gus Dur menegaskan setelah melihat semua hadirin tidak mudeng dan agak bingung dengan tamsil Gus Dur.

“Begini, suara langit mengatakan bahwa sebuah rumah akan terbakar. Ada dua pilihan, kalau mau jadi pahlawan maka biarkan rumah ini terbakar dulu lalu datang membawa pemadam. Maka semua orang akan menganggap kita pahlawan. Tapi sayang sudah terlanjur gosong dan mungkin banyak yang mati, juga rumahnya sudah jadi jelek. Kita jadi pahlawan pemyelamat yang dielu-elukan.”

Kemudian lanjutnya: “Kedua, preventif. Suara langit sama, rumah itu mau terbakar. Penyebabnya tentu saja api. Ndilalah jam sekian akan ada orang naruh jerigen bensin di sebuah tempat. Ndilalah angin membawa sampah dan ranggas ke tempat itu. Ndilallah pada jam tertentu akan ada orang lewat situ. Ndilalah dia rokoknya habis pas dekat rumah itu. Ndilalalah dia tangan kanannya yang lega. Terus membuang puntung rokok ke arah kanan dimana ada tumpukan sampah kering.”

Lalu ia sedikit memajukan duduknya, sambil menukas: “Lalu ceritanya kalau dirangkai jadi begini; ada orang lewat dekat rumah, lalu membuang puntung rokok, puntung rokok kena angin sehingga menyalakan sampah kering, api di sampah kering membesar lalu menyambar jerigen bensin yang baru tadi ditaruh di situ dan terbakarlah rumah itu.”

“Suara langit ini hampir bisa dibilang pasti, tapi semua ada sebab-musabab. Kalau sebab di cegah maka musabab tidak akan terjadi. Kalau seseorang melihat rumah terbakar lalu ambil ember dan air lalu disiram sehingga tidak meluas maka dia akan jadi pahlawan. Tapi kalau seorang yang waskito, yang tahu akan sebab-musabab, dia akan menghadang orang yang mau menaruh jerigen bensin, atau menghadang orang yang merokok agar tidak lewat situ, atau gak buang puntung rokok di situ sehingga sababun kebakaran tidak terjadi.”

Sejenak semua jamaah mangguk-mangguk. Kemudian Gus Dur melanjutkan: “Tapi nanti yang terjadi adalah, orang yang membawa jerigen akan marah ketika kita cegah dia naruh jerigen bensin di situ: “Apa urusan kamu, ini rumahku, bebas dong aku naruh di mana?” Pasti itu yang akan dikatakan orang itu.”

“Lalu misal ia memilih menghadang orang yang mau buang puntung rokok agar gak usah lewat situ, Kita bilang: “Mas, tolong jangan lewat sini dan jangan merokok. Karena nanti Panjenengan akan menjadi penyebab kebakaran rumah itu.” Apa kata dia: “Dasar orang gila, apa hubungannya aku merokok dengan rumah terbakar? Lagian mana rumah terbakar?! Ada-ada saja orang gila ini. Minggir! saya mau lewat.”

Kini makin jelas arah pembicaraannya dan semua yang hadir makin khusyuk menyimak. “Nah, ini peran yang harus diambil NU saat ini. Suara langit sudah jelas, Negeri ini atau rumah ini akan terbakar dan harus dicegah penyebabnya. Tapi resikonya kita tidak akan popular, tapi rumah itu selamat. Tak ada selain NU yang berpikir ke sana. Mereka lebih memilih: “Biar saja rumah terbakar asal aku jadi penguasanya, biar rumah besar itu tinggal sedikit asal nanti aku jadi pahlawan maka masyarakat akan memilihku jadi presiden.”

“Poro Kiai ingkang kinormatan.” kata Gus Dur kemudian. “Kita yang akan jadi presiden, itu kata suara langit. Kita gak usah mikir bagaimana caranya. Percaya saja, titik. Dan tugas kita adalah mencegah orang buang puntung rokok dan mencegah orang yang kan menaruh bensin. Padahal itu banyak sekali dan ada di banyak negara. Dan pekerjaan itu secara dzahir sangat tidak popular, seperti ndingini kerso. Tapi harus kita ambil. Waktu yang singkat dalam masa itu nanti, kita gak akan ngurusi dalam Negeri.”

“Kita harus memutus mata rantai pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka di Swiss, kita harus temui Hasan Tiro. Tak cukup Hasan Tiro, presiden dan pimpinan-pimpinan negara yang simpati padanya harus didekati. Butuh waktu lama,” lanjut Gus Dur.

“Belum lagi separatis RMS (Republik Maluku Sarani) yang bermarkas di Belanda, harus ada loby ke negara itu agar tak mendukung RMS. Juga negara lain yang punya kepentingan di Maluku,” kata Gus Dur kemudian.

“Juga separatis Irian Barat Papua Merdeka, yang saya tahu binaan Amerika. Saya tahu anggota senat yang jadi penyokong Papua Merdeka, mereka membiayai gerakan separatis itu. Asal tahu saja, yang menyerang warga Amerika dan Australia di sana adalah desain mereka sendiri.”

Kemudian Gus Dur menarik nafas berat, sebelum melanjutkan perkataan berikutnya. “Ini yang paling sulit, karena pusatnya di Israel. Maka, selain Amerika saya harus masuk Israel juga. Padahal waktu saya sangat singkat. Jadi mohon para kiai dan santri banyak istighatsah nanti agar tugas kita ini bisa tercapai. Jangan tangisi apapun yang terjadi nanti, karena kita memilih jadi pencegah yang tidak populer. Yang dalam Negeri akan diantemi sana-sini.”

Sekonyong beliau berdiri, lalu menegaskan perkataan terakhirnya: “NKRI bagi NU adalah Harga Mati!”

“Saya harus pamit karena saya ditunggu pertemuan dengan para pendeta di Jakarta, untuk membicarakan masa depan negara ini. Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…” tutup Gus Dur.

Tanpa memperpanjang dialog, Gus Dur langsung pamit. Kita bubar dengan benak yang campur-aduk, antara percaya dan tidak percaya dengan visi Gus Dur. Antara realitas dan idealitas, bahwa Gus Dur dengan sangat tegas di hadapan banyak kiai bahwa dialah yang akan jadi presiden. Terngiang-ngiang di telinga kami dengan seribu tanda tanya.

Menghitung peta politik, rasanya gak mungkin. Yang terkuat saat itu adalah PDIP yang punya calon mencorong Megawati putri presiden pertama RI yang menemukan momentnya. Kedua, masih ada Partai Golkar yang juga Akbar Tanjung siap jadi presiden. Di kelompok Islam modern ada Amien Rais yang juga layak jadi presiden, dan dia dianggap sebagian orang sebagai pelopor Reformasi.

Maka kami hanya berpikir bahwa, rasional gak rasional, percoyo gak percoyo ya percoyo aja apa yang disampaikan Gus Dur tadi. Juga tentang tamsil rumah tebakar tadi. Sebagian besar hadirin agak bingung walau mantuk-mantuk karena gak melihat korelasinya NU dengan jaringan luar negeri.

Sekitar 3 bulan kemudian, Subhanallah… safari ke luar ternyata Gus Dur benar-benar jadi Presiden. Dan Gus Dur juga benar-benar bersafari ke luar negeri seakan maniak plesiran. Semua negara yang disebutkan di PCNU Wonosobo itu benar-benar dikunjungi. Dan reaksi dalam negeri juga persis dugaan Gus Dur saat itu bahwa Gus Dur dianggap foya-foya, menghamburkan duit negara untuk plesiran. Yang dalam jangka waktu beberapa bulan sampai 170 kali lawatan. Luar biasa dengan fisik yang (maaf) begitu, demi untuk sebuah keutuhan NKRI.

Pernah suatu ketika Gus Dur lawatan ke Paris (kalau kami tahu maksudnya kenapa ke Paris). Dalam negeri, para pengamat politik dan politikus mengatakan kalau Gus Dur memakai aji mumpung. Mumpung jadi presiden pelesiran menikmati tempat-tempat indah dunia dengan fasilitas negara.

Apa jawab Gus Dur: “Biar saja, wong namanya wong ora mudeng atau ora seneng. Bagaimana bisa dibilang plesiran wong di Paris dan di Jakarta sama saja, gelap gak lihat apa-apa, koq dibilang plesiran. Biar saja, gitu aja koq repot!”

Masih sangat teringat bahwa pengamat politik yang paling miring mengomentrai lawatan Gus Dur sampai masa Gus Dur lengser adalah Alfian Andi Malarangeng, mantan Menpora. Tentu warga NU gak akan lupa sakit hatinya mendengar ulasan dia. Sekarang terimalah balasan dari Tuhan.

Satu-satunya pengamat politik yang fair melihat sikap Gus Dur, ini sekaligus sebagai apresiasi kami warga NU, adalah Hermawan Sulistyo, atau sering dipanggil Mas Kiki. terimakasih Mas Kiki.

Kembali ke topik. Ternyata orang yang paling mengenal sepak terjang Gus Dur adalah justru dari luar Islam sendiri. Kristen, Tionghoa, Hindu, Budha dll. mereka tahu apa yang akan dilakukan Gus Dur untuk NKRI ini. Negeri ini tetap utuh minus Timor Timur karena jasa Gus Dur. Beliau tanpa memikirkan kesehatan diri, tanpa memikirkan popularitas, berkejaran dengan sang waktu untuk mencegah kebakaran rumah besar Indonesia.

Dengan resiko dimusuhi dalam negeri, dihujat oleh separatis Islam dan golongan Islam lainnya, Gus Dur tidak perduli apapun demi NKRI tetap utuh. Diturunkan dari kursi presiden juga gak masalah bagi beliau walau dengan tuduhan yang dibuat-buat. Silakan dikroscek data ini. Lihat kembali keadaan beberapa tahun silam era reformasi baru berjalan, beliau sama sekali gak butuh gelar “Pahlawan”

Surat Riau dan Jambi Untuk Indonesia

suratBeberapa hari terakhir, banyak beredar surat yang ditujukan kepada Presiden RI, Joko Widodo. Entah siapa pembuatnya, tapi intinya adalah keluhan masyarakat di Riau dan Jambi terhadap respon pemerintah pusat terkait polusi udara yang sudah sangat membahayakan kesehatan. Berikut isi lengkap dari ‘surat terbuka’ yang diterima redaksi Berita Broadcast, sehari yang lalu.

Dear Yth. Presiden RI Joko Widodo

Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian Negara terhadap daerah.

Bapak mau kesini sekarang?
Bandara ditutup pak, lagipun tak ada anak sekolah yang menyambut bapak, sekolah diliburkan.
Mau menempuh jalan darat?
Bahaya Pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan Bapak dan Ibu Iriana.

Biarkan saja seperti ini agar Riau dan Jambi menjadi lahan sawit dan bisa ditanam tanaman industri, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah SW Tuhan YME.

Bagi saudara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas do’a yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap Riau dan Jambi kalian jadi terganggu.
Udara di Riau dan Jambi berstatus bahaya. Berita dari berbagai media katanya Pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yang bersih yang bisa di hirup.

Pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami. Hari ini puncaknya 6 juta rakyat Riau dan 3 juta rakyat Jambi akan terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada kekisruan internal ditubuh istana dari pada nasib rakyat Riau dan Jambi.
Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara, begitu juga Jambi.

Belum lagi usai Bencana Asap kami sudah dihadapkan lagi pada menurunnya hasil pertanian karet dan sawit yang ditambah harga penjualannya yang menurun derastis sampai titik terparah.

Semoga Pemerintahan Pusat dan Daerah bisa melihat sedikit bencana yang kami hadapi dan memberikan solusi jalan keluarnya.

Tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan tentang hal ini, terlalu sibuk dengan pemberitaan Kepentingan Pribadi dan Kelompok semata di dalam Istana.

Kami hanya bisa berharap pada do’a, sebelum rakyat Riau dan Jambi mati perlahan disini.

#PrayForRiauJambi
#RiauJambiSmokeCity

Pantun Cinta

Yang membuat hati SENANG bukan
Karena UANG..
Tapi PASANGAN HIDUP yang
Penuh KASIH SAYANG..

Yang membuat hati NYAMAN bukan
Karena JABATAN..
Tapi PASANGAN HIDUP yang
Penuh PENGERTIAN..

Yang membuat hati BERSYUKUR bukan karena KEHIDUPAN yang MAKMUR..
Tapi PASANGAN yang hidup JUJUR..

Yang membuat semangat BERKOBAR
Bukan karena MOBIL yang BERJAJAR..
Tapi PASANGAN yang hidupnya PENYABAR..

Yang membuat hidupnya BERKAH
Bukan RUMAH yang BERTINGKAT..
Tapi PASANGAN yang hidupnya TAAT..

Yang membuat hidup BAHAGIA
Bukan karena HARTA..
Tapi PASANGAN yang hidupnya SETIA..

Yang membuat hidup SUKACITA
Bukan karena memiliki PERMATA..
Tapi memiliki PASANGAN HIDUP
Yang PENUH CINTA..

Mulailah hidupmu untuk menjadi BERKAH bagi orang yang paling dekat denganmu..
Yaitu PASANGAN HIDUPMU ..

KEBERHASILAN SEJATI adalah ketika
Kamu tetap SETIA dan bisa membuat
PASANGAN HIDUPMU “BERBAHAGIA”
Saat hidup BERSAMAMU

SELAMAT PAGI AND GBU

Kondisi B.J. Habibie Sudah Mulai Membaik

Beberapa hari terakhir, beredar info broadcast tentang kondisi mantan presiden BJ Habibie. Saat ini, kondisi presiden ke-3 Republik Indonesia itu sudah membaik. Dalam pernyataannya Profesor Dewi Fortuna Anwar mengatakan mantan presiden ini sudah mulai melakukan aktivitas ringan setelah terkena virus yang membuat suhu tubuhnya sempat mencapai 39 derajat celcius.

Dia mengatakan bahwa seluruh acara mantan Presiden Habibie dibatalkan dari hari Kamis (20/8) hingga Minggu (23/8) untuk menjaga kesehatan.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Dewi Fortuna Anwar untuk menepis berita-berita yang beredar terkait dengan kesehatan mantan presiden yang berusia 79 tahun ini.

 

Berikut informasi yang beredar di dunia maya yang sempat menggegerkan para pengguna gadget dan saling membagikan info tersebut ke teman/grup.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Mohon keikhlasan Sahabat2 dan Saudara2 di group ini untuk memanjatkan doa pemohon limpahan rahmat dan ridho Allah atas salah satu Bapak Bangsa ini yang dalam 3 / 4 hari terakhir kondisi kesehatannya tidak menggembirakan.
Suhu tubuh di atas 40°C. Beliau, salah satu warga bangsa yang dikaruniai Allah berbagai kelebihan. Ayo beramal do’a dan berserah diri untuk apapun kehendakNYA, yang insya Allah yang terbaik bagi Doktor BJ. Habibie.
Aamiin ya Robbal aalamiin….

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As-alullaahal ‘azhiim, robbal ‘arsyil ‘azhiim, an yasyfiyaka (7x).

Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Pemilik arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu (7x).

Wassalamu’alaikum wrwb

Mental B.U.R.U.H Sebagai Penghambat Karir

buruh may day berita broadcastSetiap orang yang hidupnya bergantung kepada gaji adalah seorang buruh sekalipun pangkatnya direktur utama. Mengapa para direktur tidak ikut-ikutan demonstrasi untuk memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh? Karena, orang yang karirnya bagus tidak lagi disebut buruh. Sedangkan mereka yang karirnya buruk, biasanya memang disebut sebagai buruh. Jika Anda seorang karyawan maka pastikanlah bahwa Anda memang layak untuk tidak menyandang gelar sebagai buruh.

Bagaimana caranya? Sederhana saja, bangunlah karir Anda sampai ke titik dimana Anda layak dihormati dan dihargai tinggi. Agar bisa membangun karir dengan baik, maka Anda harus membuang jauh-jauh mental ‘b-u-r-u-h’.

Mengapa demikian? Karena mental b-u-r-u-h itu menyimpan 5 faktor penghambat karir yang sangat mematikan. Apa sajakah kelima faktor itu? Berikut ini uraiannya.

1. B=Bersembunyi dibalik topeng ‘nasib’. Baik atau buruknya karir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nasib. Perhatikan para pekerja gagal. Mereka menganggap bahwa mandeknya karir dan bayaran mereka sudah menjadi nasib sehingga tidak terdorong untuk menggeliat bangkit dari posisi rendahnya. Walhasil, dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan jabatan dan pendapatan signifikan yang mereka dapatkan.

Jadilah karyawan yang berani berjuang untuk memperbaiki karir sendiri karena nasib selalu mengikuti ikhtiar yang Anda lakukan.

2. U=Ulet hanya ketika diawasi oleh atasan. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali karyawan yang ulet, gigih, dan giat hanya ketika ada atasannya saja. Tapi saat atasannya tidak ada mereka berleha-leha atau mengerjakan sesuatu yang tidak produktif pada jam kerja. Para pegawai berdasi pun banyak yang memiliki perilaku seperti ini. Padahal, sikap seperti ini jelas sekali menunjukkan jika mereka tidak layak untuk mendapatkan tanggungjawab yang lebih besar.

Jadilah karyawan yang bisa diandalkan, baik ada atau tidaknya atasan karena kualitas seseorang dinilai dari tanggungjawab pribadinya ketika dia sedang sendirian.

3. R=Rendah diri.Kita sering keliru menempatkan kerendahan hati dengan sifat rendah diri. Ketika berhadapan dengan senior atau orang yang pendidikannya lebih tinggi, kita merasa kecil sekali. Padahal sebagian besar manager atau direktur pada mulanya adalah orang-orang yang menduduki posisi rendah seperti kebanyakan karyawan lainnya. Sifat rendah diri mengungkung orang dalam kotak inferioritas sehingga kapasitas dirinya tidak terdaya gunakan.

Jadilah karyawan yang rendah hati, karena mereka yang rendah hati memiliki kualitas diri yang tinggi, namun tetap bersikap arif, positif dan konstruktif.

4. U=Unjuk rasa melampaui unjuk prestasi. Unjuk rasa tidak selalu harus turun ke jalan. Protes soal kenaikan gaji adalah contoh nyata unjuk rasa yang sering terjadi di kantor-kantor. Menggunjingkan atasan dan managemen di kantin atau toilet juga merupakan bentuk unjuk rasa yang tidak sehat. Perhatikan para karyawan yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan. Mereka berkasak-kusuk sambil mengkorupsi jam kerja. Padahal, itu semakin menunjukkan kualitas buruk mereka.

Jadilah karyawan yang rajin unjuk prestasi, karena prestasi membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan dan pendapatan yang lebih besar.

5. H=Hitung-hitungan soal pekerjaan dan imbalan. Banyak sekali karyawan potensial yang akhirnya gagal membangun karirnya hanya karena merasa tidak dibayar dengan pantas. “Kalau gua digaji cuma segini, ngapain mesti kerja keras?’ begitu katanya. Padahal, sikap seperti itu tidak merugikan perusahaan lebih dari kerugian yang dialami oleh orang itu sendiri. Mereka membuang peluang untuk mengkonversi potensi dirinya menjadi karir yang cemerlang.

Jadilah karyawan yang berfokus kepada kontribusi yang tinggi, karena bayaran atau imbalan akan mengikutinya kemudian. Jika Anda mampu membuang mental ‘b-u-r-u-h’ yang sudah saya jelaskan diatas, maka Anda tidak akan menjadi buruh rendahan. Sebaliknya, Anda akan menjadi karyawan yang ketika pensiun nanti memiliki sesuatu yang layak untuk dibanggakan.

Fatwa (Monyet) Punjangga

Barangkali hanya di Indonesia, tak ada lembaga yang tak dirundung masalah di media (sosial). Bahkan lembaga sekaliber Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang isinya para alim ulama dan guru-guru yang menurut ajaran orangtua “menghina atap rumahnya pun sudah berdosa”, tak luput kena masalah.

Gambar: forums.defiance.com
Gambar: forums.defiance.com

Beberapa waktu lalu, sebuah dokumen hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V yang diselenggarakan di Pondok Pesantren at-Tauhidiyah, Cikura, Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 7-10 Juni 2015, milik MUI, bocor ‘halus’ ke publik. Dokumen setebal 87 halaman tersebut, salah satu bagiannya memberi penilaian tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Di bagian pembahasan Masail Qanuniyah atau Masalah Hukum Perundang-undangan, halaman 79 tertulis:
“MUI menyambut baik dengan diterbitkannya UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS. MUI juga bersyukur pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah melakukan berbagai upaya, program, dan kegiatan untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat pada fasilitas kesehatan sehingga makin banyak warga masyarakat yang merasakan manfaat program BPJS tersebut.”

Namun demikian, program termasuk modus transaksional yang dilakukan oleh BPJS – khususnya BPJS Kesehatan – dari perspektif ekonomi Islam dan fiqh mu’amalah, dengan merujuk pada Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan beberapa literatur, nampaknya bahwa secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antarpara pihak.”

Keterangan yang dirangkum dalam poin “a” hingga “e” itu ditutup dengan anjuran: “Atas dasar itu, MUI mendorong pemerintah menyempurnakan ketentuan dan sistem BPJS Kesehatan agar sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini penting dilakukan mengingat pada 2019 nanti, seluruh warga negara wajib ikut program BPJS yang apabila tidak diikuti maka akan mendapat sanksi administratif dan kesulitan memperoleh pelayanan publik.”

Membaca keterangan tersebut, setidaknya ada dua perkara penting yang bisa disimak. Pertama, MUI tak pernah menyebut BPJS Kesehatan sebagai haram. MUI hanya menyebut BPJS belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, atau belum sesuai syariah. MUI membandingkan BPJS dengan praktek asuransi lain, yang karena tuntutan masyarakat sendiri akhirnya mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk mengatur prinsip asuransi syariah. Pola semacam ini juga yang sesungguhnya diharapkan MUI pada BPJS.

Perkara penting kedua, MUI sama sekali belum atau tidak mengeluarkan fatwa mengenai BPJS. Untuk menjadi fatwa, sebuah persoalan harus melewati sejumlah tahap. Dalam hal BPJS ini, MUI hanya memberi penilaian dan usulan penyempurnaan. Jadi, dengan merelakan waktu membaca sekitar 10 menit saja, kita sudah bisa mafhum bahwa MUI tak pernah mengeluarkan “Fatwa Haram BPJS Kesehatan”.

Masalahnya, berkat jasa para clicking monkey dan kongkalikong media online abal-abal dan non abal-abal, itikad baik MUI ini segera memanen respon, mulai dari yang satir hingga berupa caci maki. Di media sosial, terutama Facebook, bertebaran kritik pedas cenderung menghujat terhadap MUI. Sebagian mengaitkan kredibilitas MUI dengan perilaku oknum “ulama” yang korup. Sebuah tulisan di portal terkemuka berbasis Yogyakarta, Mojok.co, bahkan menyebut “MUI kayak minta jatah preman”.

Masyarakat yang memang sensitif soal halal-haram ini pun makin dibuat resah saat obrolan di dunia maya ini melenting hingga ke media mainstream. Sebuah media terpercaya bahkan sempat terjebak menyimpulkan wawancara medianya dengan Wakil Ketua Dewan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional MUI, Jaih Mubarok. Jaih yang diwawancara via telepon mengatakan, “MUI berkesimpulan BPJS saat ini tak sesuai syariah karena diduga kuat mengandung gharar atau ketidakjelasan akad, yang memicu potensi maysir, dan melahirkan riba.”

Hasil wawancara itu kemudian muncul sebagai artikel berita di portal media tersebut tertanggal 30 Juli 2015, dengan judul: “Ini Alasan MUI Beri Fatwa Haram BPJS Kesehatan”. Padahal, seperti sudah disebutkan di awal, tak sesuai syariah belum tentu seketika haram. Di beberapa tempat, perempuan yang dibonceng motor dengan duduk mengangkangi sadel dianggap tidak sesuai syariah, tapi tidak serta merta disebut haram. Dan soal BPJS ini, sekali lagi, sama sekali belum ada fatwa dari MUI.

Sayangnya, kita hidup di zaman transborder data flows. Sekali meluncur, selesai sudah. Terima kasih untuk para clicking monkeys. Stigma terhadap MUI yang “ngasal fatwa” terlanjur melekat. MUI bukannya tak berusaha meluruskan. Ketua MUI Din Syamsuddin bahkan berkali-kali menjelaskan –terakhir saat ditanya wartawan di lokasi Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. “Tidak ada satu pun kata yang menegaskan bahwa BPJS Kesehatan itu haram. Dalam kesimpulan itu, tidak ada satu pun yang menegaskan itu haram,” kata Din merujuk pada dokumen Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V tersebut.

Din juga menegaskan kesimpulan tersebut masih harus dibahas terlebih dahulu di tingkat rapat pimpinan MUI yang baru akan digelar setelah Muktamar Muhammadiyah. “Apakah itu nantinya berbentuk fatwa atau rekomendasi, itu akan disampaikan secara resmi kepada pemerintah melalui pernyataan tertulis,” ujar Din Syamsuddin lagi, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Sabtu, 1 Agustus 2015.

Lalu siapa kaum clicking monkeys atau monyet tukang klik yang disebut-sebut berpengaruh besar terhadap melintirnya “fatwa haram” tersebut?

Istilah clicking monkeys pertama kali saya baca dari postingan Facebook Tomi Lebang yang merujuk pada tulisan kolom Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Tempo.co, tanggal 15 November 2013. Dalam artikel menarik berjudul “The Clicking Monkeys” tersebut, Daru menyebut clicking monkeys adalah “orang yang dengan riang gembira mengklik telepon selulernya untuk mem-broadcast hoax ke sana-kemari, me-retweet, atau mem-posting ulang di media sosial.”

Mereka seperti kumpulan monyet riuh saling melempar buah busuk di hutan. Agar tidak ketahuan lugu, biasanya mereka menambahkan kata seperti: “Apa iya benar info ini?” atau “Saya hanya retweet lhoo.”

Rusdi Mathari, yang belakangan juga sering menulis di Mojok.co, menanggapi tulisan Daru. Dalam artikel “Hoax, Para Monyet dan Wartawan” yang di-posting 12 Februari 2014 di blog pribadinya rusdimathari.wordpress.com, Rusdi menulis, ”Tapi di sini, mereka yang disebut sebagai the clicking monkeys celakanya justru banyak berasal dari kalangan wartawan. Mereka itulah wartawan pemalas, yang atas nama roda industri pemberitaan dan kebebasan pers, memungut informasi apa saja tanpa perlu mengukurnya dengan standar dan etika jurnalistik lalu mengemasnya menjadi berita dan menyebarkannya tanpa malu.”

Ditulis oleh Fauzan Mukrim, CNN Indonesia

Doa yang Dibaca Nabi di Pagi Hari

Setiap memasuki pagi, Nabi Muhammad saw selalu membaca do’a ini:

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang maqbul (diterima)” – HR. Ahmad (6/322)

Catatan:

Terdapat korelasi yang kuat antara makna yang terkandung dalam do’a diatas dan waktu untuk membacanya. Ummu salamah mengabarkan bahwa do’a tersebut dibaca oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam usai mengucapkan salam pada sholat subuh, dimana pada waktu tersebut setiap orang memulai aktifitasnya.

Tiga permohonan yang termaktub dalam hadits diatas seolah menggambarkan sasaran utama yang harus digapai seorang muslim saat mengarungi harinya. Seakan-akan dengan membaca do’a diatas ia telah menentukan apa yang harus digapai olehnya pada hari itu, sehingga dirinya termotivasi untuk mewujudkan semua itu dibawah taufiq dan bimbingan Allah. Berbeda dengan orang yang tidak memulai paginya dengan do’a diatas. Langkahnya tidak menentu, hidupnya seolah tak memiliki tujuan dan arah yang pasti.

Wallahu a’lam
Selamat beraktivitas

Kompilasi Broadcast Motivasi Pagi

Motivasi : Terkadang kita tdk pernah menyadari begitu beruntungnya kita atas kehadiran benda atau orang disekitar kita. Sampai kita mengetahuinya, ketika dia tdk hadir lagi, & rasa kehilangan dlm diri kita muncul. Maka sadari keberadaan benda & org disekitar kita dg menjaga & memuliakannya. Trimakasih kebersamaan slama ini. Mohon maaf atas segala khilaf. Semoga kesehatan, kemudahan dan kebahagiaan senantiasa terlimpah kpd kita semua.

Motivasi : Kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas komunikasi kita. Komunikasi dengan sesama lancar, niscaya kesuksesan dunia dapat diraih. Komunikasi dengan Sang Pencipta harmonis, kebahagiaan dunia dan akhirat akan tersedia. Selamat pagi, selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, kemudahan, rejeki yg melimpah dan kebahagiaan senantiasa terlimpah kpd kita.

Motivasi : Berharap pada manusia itu boleh, tapi jangan melebihi dr berharap pd Sang Pencipta. Krn manusia itu terbatas, sedang Sang Pencipta tdk terbatas. Jika menghendaki, Dia bisa merealisasikan harapan kita dg cara apapun & dr siapapun yg kita tdk pernah tahu sebelumnya. Selamat pagi. Have a nice day. Smoga kesembuhan disegerakan bagi yg sakit, kemudahan diberikan pd yg kesulitan, serta rejeki dan kebahagiaan yg melimpah diberikan pd kita semua.

Motivasi : Weekend, kerja atau sekolah kadang hanya setengah hari atau libur, tapi praktek kebaikan tdk boleh setengah hati atau libur. Ketika kita msh bisa bangun dr tidur, artinya kita masih diberi kesempatan utk bisa memakmurkan bumi dengan kebaikan. Selamat pagi. Have a nice weekend. Smoga kesehatan, kebahagiaan dan kasih sayang Nya senantiasa terlimpah kpd kita.

Motivasi : Kurangnya kreativitas & inovasi menjadikan kondisi kita atau lingkungan stagnan & tdk bergairah. Maka selalu berkeasi & berinovasilah, karena ia adalah oksigen yg menyegarkan dan menghidupkan setiap org. Tetap semangat. Selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, kemudahan, rejeki melimpah dan kebahagiaan senantiasa bersama kita.

Motivasi : Utk sukses kita tdk bisa membanggakan action kemarin yg telah lewat, atau janji akan action esok yg belum tentu datang. Tapi apa action kita SEKARANG. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, keberkahan, rejeki yg melimpah dan kebahagiaan, senantiasa terlimpah kepada kita.

Motivasi ; Diam, pesimis, pikiran tidak mungkin, adalah hal yg mjd kan kita tdk semangat. Sekolah & kerja boleh libur, tapi semangat tdk boleh libur. Hidup memberi kesempatan yg sama bg setiap org utk sukses. Dan itu semua bisa terjadi jika kita semangat, dengan selalu bergerak, optimis, dan yakin bhw setiap hal bisa dicapai. Kerasnya kemauan kita akan sesuatu, mjd kan mudahnya keberhasilan mendatangi kita.
Selamat pagi rekan2. Semoga kemudahan, keberhasilan, rejeki yg melimpah dan kebahagiaan, senantiasa terlimpah kpd kita.

Motivasi : Semangat itu bangun dari tidur, bangkit dari diam, bergerak memperbaiki diri. Semangat itu merubah impian menjadi kenyataan, merubah harapan menjadi keberhasilan. Tetap semangat, karena hidup hanya milik mereka yg selalu memiliki harapan dan mau merealisasikannya.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semoga kita diberikan keberkahan dan kebahagiaan atas setiap waktu yg kita lewatkan.

Motivasi : Kaya hati selalu didamba setiap org, tak terkecuali org kaya harta, karena dia sumber kebahagiaan. Kaya hati bukanlah tdk butuh harta, ia dibutuhkan agar kita tidak mjd beban org lain. Dan kaya hati bukanlah alasan utk malas bergerak & puas dg keadaan yg ada. Karena keberuntungan bagi mereka yg bisa menage hatinya mjd kaya sehingga bisa berbagi bahagia, dan memanage rejekinya hingga mjd kaya secara financial.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Smoga kesehatan, kekayaan hati dan financial, serta kebahagiaan, senantiasa terlimpah kepada kita.

Motivasi : Sehat, sukses atau kaya adalah beberapa hal yg kita harapkan terjadi pd kita secara instan. Padahal hasil itu selalu ada prosesnya. Tidak mungkin ada kereta api lewat kecuali ada relnya. Demikian pula dg hasil tadi, tdk mungkin terjadi jika kita hanya berdiam diri. Maka lakukan yg seharusnya dilakukan, utk setiap yg kita inginkan. Agar keinginan itu tdk hanya mjd sebuah fatamorgana. Karena ini bukan dunia sulap, ini dunia nyata, inilah kehidupan.
Selamat pagi. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan utk mendapatkan rejeki berlimpah dan kebahagiaan dari Nya.

Motivasi : Kesuksesan dan kebahagiaan itu berkah kebiasaan kita, inovasi dlm kerja dan rutinitas dalam doa. Tdk terkecuali kerja dan doa org2 yg jauh di mata tapi dekat di hati. Maka pelihara jaring sosial kita dengan baik, agar keridhoan mereka mjd doa yg mempercepat tercapainya kesuksesan kita. Have a nice weekend. Semoga sehat, sukses, banyak rejeki dan bahagia selalu.

Motivasi : Kebahagiaan rutin hadir dalam kehidupan kita, terkadang menjadikan berkurang rasa syukur. Sampai kemudian kita merasa kehilangan ketika hal itu telah meninggalkan kita. Maka sadari hal yg membahagiakan di sekeliling kita. Dan syukuri dengan selalu menghargai kehadirannya. Selamat beraktivitas. Semoga kita dijadikan orang yang pandai bersukur dan selalu ditambah kenikmatan serta kebahagiaan itu.

Motivasi : Hidup itu diberikan kpd kita dgn kebebasan yg se-luas2nya. Kita sendirilah yg membatasinya. Maka selalu sadari setiap konsekuensi pilihan atas nama kebebasan, agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Krn keberuntungan hanya milik mereka yg bisa hidup bebas berkreasi dlm koridor kebaikan & ridho Nya. Selamat beraktivitas. Semoga sehat, sukses, banyak rejeki & bahagia selalu.

Motivasi : Hidup itu bergerak utk berkarya menciptakan peluang, bukan diam dan pasrah dg keterbatasan. Maka rubah keterbatasan mjd sebuah kebanggan, dengan sebuah permulaan yang bernama KEMAUAN. Ada kemauan ada jalan, tidak ada kemauan banyak alasan. Selamat pagi, selamat beraktivitas, semoga selalu dalam limpahan kasih sayang Nya, sehat, bahagia & sejahtera.

Motivasi : Setiap kita memiliki skala prioritas dalam kehidupan, krn kita tdk mungkin bisa mengerjakan semuanya dalam satu waktu.
Ia menjadi urutan yg harus kita kerjakan terlebih dahulu, atau dalam keadaan mendesak mjd pedoman utk memastikan hal yg hrs dikorbankan. Maka buatlah dgn penuh perhitungan & bijaksana, agar tdk mjd penyesalan di kemudian hari. Selamat beraktivitas. Semoga kemudahan, kebaikan dan kebahagiaan senantiasa terlimpah kepada kita.

Motivasi : Sikap adalah bahasa jiwa, ia menceritakan diri kita sebenarnya, yg dibentuk dari nilai2 yg kita yakini dan kebiasaan. Maka bentuk dan perbaiki ia dengan kebiasaan yg baik & terpuji, karena ia adalah salah satu hal yg menentukan kesuksesan hubungan antar sesama dalam kehidupan. Selamat pagi rekan2. Selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, rejeki yg melimpah, kesuksesan dan kebahagiaan, senantiasa bersama kita.

Motivasi : Cita2 itu terikat di kemauan. Jika ia terlepas, dia hanya mjd angan2. Semakin tinggi kemauan, semakin tinggi pula cita2 dg mudah tercapai. Maka selalu tumbuhkan kemauan, krn segala sesuatu yg ada dimulai dr sebuah kemauan. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semoga kekuatan, kemudahan, keberkahan dan kebahagiaan senantiasa bersama kita.

Motivasi : Tidak ada yg abadi di dunia, tak terkecuali dg kekuatan dan kemampuan. Maka gunakan waktu kita utk berkarya se baik mungkin, sebelum berkurang atau hilang. Krn setiap kita hanya akan menemukan momentum berkarya terbaik, ketika kita selalu mengasah ketrampilan dg berkarya tiap saat penuh ketekunan.
Selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, rejeki yg melimpah dan kebahagiaan senantiasa diberikan kepada kita.

Motivasi : Semangat itu diikat oleh komitmen & cinta. Semakin tinggi dan kuat hal itu, semakin ringan dan mudah kita melaksanakan sesuatu. Maka selalu tumbuhkan kecintaan & kuatkan komitmen utk kebaikan & kesuksesan, niscaya segala yg kita laksanakan utk itu, akan mjd mudah dan ringan
Selamat pagi, selamat beraktivtitas, semoga kesehatan, kebaikan & kesejahteraan senantiasa terlimpah kepada kita

Motivasi : Tidak akan ada sebuah keberhasilan besar kecuali dari sebuah tantangan besar. Bekerja aman dg mengerjakan sesuai standar minimal, hanyalah mengantarkan diri mjd seorg marginal, yg akan membatasi datangnya kepercayaan, tantangan & kesuksesan berikutnya. Have a nice day. Semoga selalu sehat, bahagia, serta slalu dlm kasih sayang dan ridho Nya

Motivasi : Jangan lah membelenggu akal, jika ingin berkarya & berkreasi, janganlah membelenggu hati, jika ingin berempati & berbagi. Hanya mereka yg bisa menggunakan akal dan hati dg baik, yg akan menikmati hidup di muka bumi dan berjaya. Selamat pagi rekan2. Have a nice weekend. Semoga sehat, dalam limpahan kasih sayang Nya, dan bahagia selalu

Motivasi : Sehat itu bukan hanya fisik, tapi juga fikiran. Karena banyak org sakit fisik yg dimulai dari sakit fikiran. Dia memikirkan hal yg tidak selayaknya dipikirkan sendiri, namun ia tidak juga membaginya kpd org lain. Maka manage fikiran kita dg baik, agar ia menjadi sumber kekuatan bukan mjd sumber penyakit dan kepayahan. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semoga kesehatan, kelimpahan rejeki, keberkahan dan kebahagiaan senantiasa bersama kita.