Santunan Raja Arab Saudi Atas Korban Crane

Raja Arab SaudiAtas perintah raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah selaku pelayan dua tanah suci (al Haramain), bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada para korban meninggal dan terluka pada peristiwa jatuhnya alat berat craine tanggal 11 Dzulqo’dah 1436 H di Masjidl Haram. Diantara bantuan yang akan diberikan adalah sebagai berikut :

1. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada setiap keluarga korban yang wafat pada kejadian ini.

صرف مبلغ مليون ريال لذوي كل شهيد توفاه ـ الله سبحانه وتعالى ـ في هذه الحادثة

2. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada para korban yang cacat seumur hidup.

صرف مبلغ مليون ريال لكل مصاب بإصابة بالغة نتج عنها إعاقة دائمة

3. Memberikan bantuan sebesar 500.000 SR (kisaran 1.9 M Rupiah ) kepada setiap korban yang tidak wafat (terluka).

صرف مبلغ ( خمسمائة ألف ريال ) لكل واحد من المصابين الآخرين

Beliau Hafidzahullah juga menjelaskan bahwa semua bantuan ini tidak akan diberikan kecuali kepada mereka yang berhak (dari keluarga korban) setelah melapor kepada bagian khusus yang mengurusi. Tentu dalam perihal ini tidak lain demi menjaga amanah dan agar bantuan ini tersampaikan kepada yang benar benar berhak menerimanya.

Atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah bahwa pemerintahan kerajaan Arab Saudi juga akan memberikan bantuan bantuan lain. Bantuan tersebut adalah :

1. Menghajikan 2 orang dari keluarga korban yang wafat sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji tahun 1437 H ( tahun depan).

باستضافة اثنين من ذوي كل متوفى من حجاج الخارج ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين لحج عام 1437 هـ

2. Memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini. Sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H (tahun depan).

تمكين من لم تمكنه ظروفه الصحية من المصابين من استكمال مناسك حج هذا العام من معاودة أداء الحج عام 1437 هـ ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين

3. Dan memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi / merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun ini. Dan pula visa kembali ke negaranya.

ومنح ذوي المصابين الذين يتطلب الأمر بقاءهم في المستشفيات تأشيرات زيارة خاصة لزيارتهم والاعتناء بهم خلال الفترة المتبقية من موسم حج هذا العام والعودة إلى بلادهم

Inilah sekilas pemberitahuan mengenai kebaikan dan perhatian pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada korban yang wafat dan terluka pada musibah ini.

Semoga Allah ta’ala senantiasa menambah keberkahan pada negri ini dan kepada raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah beserta keluarganya.

Dan semoga Allah ta’ala memberikan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga korban yang ditinggal. Menerima segala amal sholih para jamaah haji yang wafat, mengampuni segala khilaf, dosa dan kesalahan serta memasukkan mereka ke dalam Surga firdausi-Nya.

Semoga korban yang masih sakit pula segera lekas diberi kesembuhan hingga sehat wal afiat dan pulih kembali sedia kala. Aamiin ya Rabbal Aalamiin…

Diterjemahkan secara bebas oleh Afza Fajri Khatami (@Afkm_) dari sumber

Ubah Hujan Jadi Air Minum, Mahasiswa Ini Jadi Finalis PIMNAS

hujanEmpat mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Malang mengembangkan sebuah model yang memanfaatkan air hujan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air bersih pada bangunan gedung.

Tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM KC) ini beranggotakan Kholis Hapsari Pratiwi, Ika Widyastuti, Putri Agil Faraditta, dan Ovy Ellen Arviananda.

“Konsep ini terinspirasi dari Sistem Rain Harvesting Changi Airport yang dapat mengakomodasi 28 sampai 33 persen dari total kebutuhan air yang digunakan,” jelas Ketua Tim PKM KC FT UB Malang, Jawa Timur, Kholis Hapsari, di Malang, Jumat, 12 September 2015.

Menurut dia, konsep ini mewujudkan model tersebut dalam sistem yang menggunakan penampungan air (reservoir) bawah tanah dan airnya berasal dari dua sumber, yakni atap dan permukaan tanah melalui paving berpori.

Namun, kata Kholis, perbedaan antara konsep Sistem Rain Harvesting Changi Airport dengan konsep timnya adalah penempatan posisi reservoir. Bila reservoir Changi Airport ditempatkan di suatu lahan khusus, tim PKM KC FT-UB lebih memilih menempatkan reservoir di bawah gedung.

Penempatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan air yang turun dari atap gedung, menghemat penggunaan lahan, dan terpenting mampu mengurangi pengambilan air tanah yang dapat menyebabkan turunnya permukaan tanah, kata anggota tim lainnya, Agil Faraditta.

Ia memaparkan untuk meningkatkan jumlah air yang masuk ke reservoir dari permukaan tanah di sekitar gedung, tim memanfaatkan paving batako phorus. Dari hasil riset peneliti sebelumnya, pori-pori pada batako phorus ini dapat meresapkan air sekitar 12,04 persen hingga 18,34 persen dan terkumpul pada jaringan pipa yang ada di bawahnya.

Selanjutnya, kata Agil, di bawah lapisan batako phorus terdapat lapisan pasir dan kerikil yang berfungsi menyaring kotoran yang terbawa air. Pipa pada halaman gedung telah didesain khusus dengan lubang-lubang kecil di bagian atasnya.

Berdasarkan analisis dan prototipe yang telah dibuat dan dengan asumsi perencanaan kebutuhan air gedung lima lantai sebesar 300 meter kubik per bulan untuk 120 orang, sistem ini dapat memenuhi 74 persen kebutuhan air para penghuni gedung tersebut.

Hal ini memungkinkan, karena perluasan area tangkapan air hujan di halaman gedung dengan sistem perpipaan yang telah terintegrasi memungkinkan air yang tertampung dalam resevoir jauh lebih banyak. Dengan luas area atau tangkapan air seluas 1.990 meter persegi dapat memenuhi kebutuhan air baku 74 persen.

Karya tim bimbingan dosen Dr Eng Alwa Pujiraharjo ini berhasil melaju dan menjadi finalis dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-28 Tahun 2015 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Oktober 2015.

Sumber: tempo.co

Belajar 'Goblok' dari Seorang Bob Sadino alm

bob sadino | berita broadcastSetelah memberikan saran ‘aneh’, almarhum pebisnis yang berpenampilan nyentrik ini juga memberikan nasihat ‘goblok’. Yuk simak bagaimana pebisnis kondang Bob Sadino, tentang meng-goblokan diri sendiri:

“Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain.”

“Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya.”

“Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide, dan itu jadi kenyataan.”

“Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat dan jika untung maka bertambahlah syukur saya!”

“Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif.”

“Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar.”

“Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu.”

“Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya ga pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir kan cuma selangkah.”

“Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah.”

“Orang pintar maunya cepet berhasil, padahal semua orang tau itu impossible ! Orang goblok cuma punya satu harapan: hari ini bisa makan.”

“Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja”

Sekian perbedaan orang goblok dan orang pintar versi Bob Sadino.

Salam Sukses!

Teknologi Ternak Lele Ini Bikin Panen 8 Kali Lipat

teknik-kolam-lele-modern berita broadcastLele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Hewan pemakan ‘lumpur’ ini merupakan makanan favorit msyarakat dengan protein yg cukup tinggi. Berbagai upaya teknologi ternak lele dikembangkan untuk menggenjot produksi lele.

Kolam 1 m3 mampu menghasilkan 250 kg lele, lazimnya hanya 31 kg. Panen lele kini meningkat 800%. Sekilas tidak ada yang spesial di empat kolam semen yang saling berhadapan itu. Pengelola membudidayakan lele di kolam milik Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Serang, Provinsi Banten, itu.

Yang istimewa sebuah kolam berukuran 2 m x 1,5 m x 0,7 m itu berpopulasi 5.000 lele. Artinya rata-rata populasi 2.380 ikan per 1 m3. “Lazimnya peternak hanya mengisi 300 lele per m3,” kata Margono SSTPi, penanggung jawab pembenihan di kampus itu.

Margono menebar bibit berukuran 9—10 cm. Alasannya daya adaptasi tinggi dan lebih seragam sehingga tidak perlu penyortiran ukuran. Mereka menggunakan lele sangkuriang hasil pembenihan sendiri. Pemberian pakan dengan pelet dua kali sehari sampai kenyang. Pemberian pakan secepat mungkin agar tersebar merata ke semua lele. Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan mencapai 0,9—1.

Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 0,9—1 kg pakan. Survival rate atau tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Lama pemeliharaan 3 bulan. Panen dilakukan sekali per 2 pekan saat 1 kg lele berisi 8 ekor. “Hasil panen berkisar antara 450—500 kg per kolam,” kata Margono. Panen terakhir pada Juli 2015 menghasilkan 468 kg lele. Hasil panen dijual ke beberapa pengepul dari Serang dan sekitarnya.

Teknologi Ternak Lele: Panen besar

Saat itu Margono menjual ikan anggota famili Clariidae itu Rp19.500 per kg. Ia mengutip laba Rp8.000 per kg sehingga labanya Rp3,7-juta per kolam. Total jenderal Margono meraup Rp29,9-juta dari 8 kolam. Bandingkan dengan omzet peternak konvensional yang menebar 300 ekor per m3. Dengan sintasan 90% peternak hanya menuai 62 kg dalam periode sama. Artinya produksi lele di kolam Margono 700% lebih tinggi.

Produksi meningkat karena populasi lele superpadat. Padahal, kebanyakan peternak enggan membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi karena berpotensi mati. Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL), Sekolah Tinggi Perikanan, Sinung Rahardjo APi MSi, mengatakan kematian tinggi karena kandungan oksigen dalam air rendah sehingga tercipta kondisi anaerob.

Dampaknya dekomposisi bahan organik menimbulkan senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida. Senyawa itu lebih cepat terserap insang daripada oksigen sehingga menyebabkan ikan mati. Meski padat tebar tinggi, Clarias sp. di kolam milik BAPPL hidup nyaman. Survival rate alias tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Apa rahasia lele hidup tenteram di kolam kecil tapi bisa panen besar?

“Kami menggunakan teknologi Catfish Farming in Recirculation System Tank (C-First) atau budidaya lele dengan sistem resirkulasi,” kata Sinung. Kandungan oksigen dengan sistem resirkulasi menjadi lebih baik karena adanya aliran air sepanjang waktu sehingga kondisi menjadi aerob. Dampaknya nitrifikasi alias perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat berlangsung dengan baik.

Oleh karena itu senyawa beracun penyebab kematian ikan tidak terbentuk. Dengan cara itu lele dengan padat tebar tinggi hidup nyaman. Itu sejalan dengan penelitian Nainna Anjanni Ade Lestari, Rara Diantari, dan Eko Efendi. Para periset dari Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung itu yang mengungkapkan kandungan fosfat menurun karena penggunaan filter mekanik berupa arang dan zeolit.

Hasil riset yang termaktub dalam e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan 2015 itu menunjukkan arang paling banyak menyerap fosfat sebanyak 0,02675 mg per liter. Sementara zeolit menurunkan fosfat 0,021 mg per liter. Konsenstrasi fosfat yang tinggi dalam perairan mempengaruhi metabolisme ikan dan bisa menyebabkan kematian.

Teknologi Ternak Lele: Filter biologis

Kepala BAPPL sebelumnya, Dr TB Haeru Rahayu MSc, yang mempopulerkan istilah C-First 250. Angka 250 mengacu pada hasil panen 250 kg per m3. Penelitian terkait C-First dilakukan sejak 2004. Sistem itu lahir berkaitan dengan isu budidaya yang berkelanjutan. Prinsipnya mengefisiensikan penggunaan energi dan meminimalisir limbah.

Peneliti lele dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI), Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan sistem resirkulasi pada budidaya lele tergolong baru di Indonesia. Bambang sudah mengunjungi beberapa sentra lele seperti Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur) dan belum menemukan peternak yang menggunakan sistem itu. “Mungkin ini baru yang kali pertama,” kata pria berumur 36 tahun itu.

Resirkulasi pada pembenihan lazim dilakukan para peternak ikan di Belanda. Bambang pernah memperoleh informasi pembesaran ikan di beberapa negera di Afrika menggunakan sistem resirkulasi. Sayang, informasi yang ia dapat kurang mendetail sehingga tidak diketahui pasti sistem resirkulasi yang digunakan.

Dengan C-First air di kolam itu disirkulasi sepanjang waktu. Margono mengandalkan pompa 125 watt untuk mengalirkan air. Jika listrik padam, ia memanfaatkan genset. Dari kolam air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm menuju filter mekanik. Partikel kasar dalam air tersaring di dalam filter mekanik yang berisi susunan papan kayu. Selanjutnya air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus terperangkap.

Setelah itu air dipompa ke atas melewati filter biologis yang berisi bola-bola hitam alias bioball. Di dalam filter biologis itulah terjadi proses nitrifikasi. Terakhir air masuk ke bak kontrol yang selanjutnya mengalirkan air ke masing-masing kolam. Setiap pekan petugas membersihkan filter mekanik untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat berfungsi maksimal.

  • Air dalam kolam keluar melalui pipa 2 inci.
  • Selanjutnya air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm.
  • Air masuk ke filter mekanik. Sisa pakan dan kotoran berukuran besar terperangkap.
  • Air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus tersaring.
  • Air melewati filter biologis berisi bioball.
  • Air dari filter biologi masuk ke bak kontrol.
  • Air bersih mengalir melalui pipa ke masing-masing kolam.

Teknologi Ternak Lele: Serbahemat

Menurut Bambang sistem resirkulasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan sistem itu yakni hemat air dan berproduksi banyak karena padat tebar tinggi. Kelemahan sistem ini antara lain mengandalkan listrik agar pompa bekerja mengalirkan air. Lebih lanjut Bambang mengatakan teknik resirkulasi memungkinkan diadopsi peternak lain.

“Sistem itu pilihan lain bagi peternak. Sebab tiap daerah punya cara tersendiri membudidayakan lele,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu. Sinung menuturkan C-First dapat dilakukan pada daerah yang pasokan airnya terbatas. Sistem ini juga hemat tempat sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Yang istimewa produktivitas C-First tinggi. “Pengelolaan kolam juga mudah,” kata Margono.

Menurut Sinung sistem resirkulasi konsep lama. Masyarakat tidak tertarik membuat sistem itu karena biayanya mahal. Margono mengatakan kolam resirkulasi di Serang menghabiskan Rp60-juta. Apalagi sistem itu sangat mengandalkan listrik sebagai penggerak pompa. Solusinya pembuatan kolam C-First bisa dilakukan oleh kelompok pembudidaya sehingga biaya lebih ringan.

Ditulis oleh Riefza Vebriansyah (Majalah Trubus)

Kumpulan Nasihat Bijak Dari Bos Alibaba

Alibaba adalah perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok saat ini. Tahun lalu, pendirinya, Jack Ma, dinyatakan sebagai orang terkaya di Tiongkok. Padahal, Jack Ma memulai segalanya dari nol lho, guys!

Jack Ma bukan orang yang paling pintar di sekolahnya. Bahkan ia kesulitan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Saat KFC pertama kali membuka cabang di Tiongkok, ia melamar sebagai pelayan di KFC Hangzhou. Dari 24 orang yang melamar untuk pekerjaan itu, hanya Jack Ma lah satu-satunya kandidat yang ditolak. Namun Jack Ma berhasil mencapai posisinya saat ini karena ia begitu ulet dan pantang menyerah. Beberapa kutipan darinya yang merupakan prinsip hidup yang selalu iya pegang ini mungkin akan menginspirasi harimu!

1. Tentang pantang menyerah
Hari ini kejam. Besok lebih kejam lagi. Tapi esok lusa, hari akan indah. Kebanyakan orang mati saat ‘besok petang’, dan tak mendapat kesempatan melihat matahari terbit.

Jika kamu tidak menyerah, kamu masih punya kesempatan. Dan, jika kamu kecil, kamu harus sangat fokus dan mengandalkan otakmu, bukan kekuatanmu.

2. Tentang teamwork

Jika kita adalah satu tim yang baik dan tahu apa yang ingin kita lakukan, satu orang saja dari kita bisa mengalahkan sepuluh kompetitor kita.

3. Tentang mempunyai misi yang lebih besar

Tidak masalah jika saya gagal. Setidaknya saya mewariskan konsepnya ke orang lain. Bahkan jika saya tidak sukses, seseorang akan sukses.

4. Tentang ketekunan

Kita akan berhasil karena kita masih muda dan kita tidak akan, tidak akan pernah menyerah.

5. Tentang bekerja keras

Jika kita pergi bekerja pukul delapan pagi dan pulang pukul lima sore, kita bukan perusahaan teknologi, dan Alibaba tidak akan pernah sukses. Jika kita memiliki semangat 8-5 itu, kita sebaiknya melakukan hal yang lain.

6. Tentang kompetisi

Kamu wajib belajar dari kompetitormu, tapi jangan pernah menjiplak. Jika kamu menjiplak, kamu akan ‘mati’.

7. Tentang memulai bisnis

Jika kamu ingin tumbuh, temukanlah kesempatan yang baik. Saat ini, jika kamu ingin menjadi perusahaan yang baik, pikirkanlah permasalahan sosial yang bisa kamu beri solusi.

8. Tentang pertumbuhan

Dalam membangun bisnis e-commerce, hal yang paling penting adalah untuk terus melakukan apa yang kamu lakukan sekarang dengan passion, untuk menumbuhkannya.

9. Tentang memotivasi orang lain

Jika kamu ingin menang di abad ke-21 ini, kamu harus memberi wewenang kepada orang lain, memastikan orang lain lebih baik dari kamu. Maka kamu akan sukses.

10. Tentang mengubah dunia

Jika kita ingin mengubah dunia, kita mengubah diri kita dulu. Mengubah dunia mungkin tugasnya Obama.

11. Tentang berubah

Berubahlah selagi kamu dalam kondisi terbaikmu, sebelum muncul hal-hal buruk. Akan terlalu lambat untuk membetulkan atap saat musim hujan terlanjur datang. Pinjamlah payung selagi matahari masih bersinar.

12. Tentang menjaga semangat

Saat orang-orang menolakmu, belajarlah untuk menghangatkan tangan kananmu dengan tangan kirimu.

13. Tentang motivasi

Kenapa saya bisa jadi CEO yang lebih baik dari kebanyakan CEO di luar sana? Karena saya tidak bekerja untuk uang. Mendapatkan laba tak pernah menjadi tujuan utama saya.

14. Tentang gaya hidup

Saya benar-benar berharap tak melihat para pegawai saya bertingkah seperti orang kaya baru. Dengan mentalitas seperti itu, kekayaan mereka tidak akan awet.

15. Tentang keluar dari zona nyaman

Sekali dalam hidupmu, cobalah bekerja keras dalam sesuatu hal. Cobalah berubah. Tak ada hal buruk yang bisa terjadi.

16. Tentang fokus

Jika ada sembilan kelinci di tanah, dan kamu ingin menangkap satu, fokus pada satu saja.

Sosok Jack Ma memang sangat fenomenal, hingga majalah TIME menjulukinya sebagai Crazy Jack.

Ya, kawan, semoga sedikit kebijaksanaan Jack Ma menginspirasi harimu ya! Tetaplah bersemangat mengejar impianmu, apapun itu.

Novita Santoso – http://idntimes.com

Robot Pembersih Udara Raih Penghargaan

penghargaan National Young Inventor AwardPolusi udara saat ini menjadi topik utama, khususnya di Riau dan Jambi. Dibutuhkan alat untuk menekan tingkat polusi udara yang tinggi di era modern ini. Nah, ada kabar menggembirakan datang dari pelajar SMK Negeri 1 Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah. Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja-lah yang menemukan alat pengikis polusi udara tersebut. Alat berbentuk robot tersebut dipamerkan dalam ajang National Young Inventor Award (NYIA) ke-8 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan British Council melalui program Newton Fund dari tanggal 25 hingga 27 Agustus lalu. Robot ini mengungguli 30 invensi lainnya pada puncak pemberian penghargaan yang di gelar Kamis, (27/8) malam di Auditorium utama LIPI.

Menurunnya kualitas udara saat ini melatarbelakangi Bayu dan Galih membuat alat pembersih udara. “Kualitas udara yang buruk tentunya menentukan kualitas ekonomi, kesehatan, dan juga kesejahteraan bagi manusia, tak terkecuali di Indonesia” ujar Bayu sebagaimana dilansir Humas LIPI. “Indonesia memiliki 4 kota besar, di antaranya Medan dengan kadar materi 111 mikrogram/m3, Surabaya 69 mikrogram/m3, Bandung 43 mikrogram/m3, dan Jakarta 43 mikrogram/m3. “Ini sudah sangat tinggi dari standar kadar materi udara yang ditetapkan World Health Organization (WHO) di udara yang hanya 25 mikrogram/m3,” sambungnya.

Temuan yang diberi nama AS-SHUR ini merupakan teknologi robot pembersih udara dengan tiga sistem kontrol kendali. “Kami menggunakan sistem kontrol otomatis, portable, dan remot kontrol,” jelas Bayu. Robot dapat dioperasikan untuk mendeteksi dan mensterilkan udara polusi menjadi udara bersih baik di indoor maupun di outdoor.

Ketika robot mendeteksi adanya gas polusi yang berbahaya, maka sensor akan mengkomunikasikanya melalui data digital layar LCD pada robot tersebut. “Kalau intensitas kualitas udara polusi yang dideteksi tinggi, maka robot akan otomatis berhenti dan akan menghidupkan blower yang terpasang dibagian atas dan depan robot”, jelas rekannya Galih. Blower akan menghisap dan menekan udara polusi tersebut untuk masuk dalam body atau prototype robot.

Setelah polusi itu masuk dalam robot, udara polusi akan melewati filtrasi berupa karbon aktif yang terbuat dari bahan dasar tanaman lidah mertua (sansivieria sp). “Karbon aktif bekerja untuk mengikat logam-logam berat yang terkandung dalam polusi udara. Output yang dikeluarkan oleh robot tersebut adalah udara non logam berat, karena logamnya telah terikat di karbon aktif,” ujar Galih. Setelah udara di ruangan tersebut bersih, robot akan bekerja secara otomatis kembali menyisir ruangan yang terdapat udara polusi lagi.

Sementara itu, Galih juga mengungkapkan bahwa temuan robot pembersih udara ini juga menuai banyak kritikan dengan sudah tersedianya penyejuk ruangan yang bisa sekaligus membersihkan polusi udara. “Memang sudah ada alat seperti itu, tapi harus diperhatikan bahwa pembersih udara yang berbasis Air Conditioner (AC) mengeluarkan gas chloro floro carbon (CFC) dan tidak baik untuk lapisan ozon dan juga mahal sehingga hanya bisa dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas, sambungnya. “Ini merupakan teknologi karya Indonesia, dan mudah-mudahan bisa membantu mengatasi masalah global,” pungkas keduanya.

Nama Terpendek & Terunik Gadis Asal Pemalang

D Nama Unik dari PemalangNama-nama unik, beberapa minggu terakhir menjadi sorotan media. Sebut saja Tuhan, Saiton, Andi Go To School kerap kali menghiasi headline hampir semua media. Nah, kali ini nama unik seorang anak manusia kembali muncul. D, itulah nama unik gadis asal Pemalang, Jawa Tengah.

‘D’ bukanlah sebuah inisial dari sebuah nama, namun D merupakan sebuah nama dari gadis remaja berparas cantik yang diberikan oleh kedua orang tua sejak lahir. D adalah putri pasangan Mulyaji dan Wariasi warga Desa Sokawangi RT4 RW1, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. D sendiri lahir di Pemalang pada 8 Mei tahun 2000, dan saat ini D masih berstatus sebagai pelajar di SMA PGRI 1 Pemalang, kelas 10.

Tentu saja terdengar aneh, karena nama D hanya satu huruf seperti layaknya sebuah inisial nama, dan mungkin inilah nama terpendek yang pernah ada di Kabupaten Pemalang.

Saat ditemui di tempat belajarnya, D menuturkan, jika nama yang diberikan oleh orang tuanya itu memiliki arti dan makna khusus. Menurut orang tuanya, nama D diberikan karena proses kelahirannya yang sangat cepat dan D merupakan anak nomor empat, sedangkan huruf D merupakan urutan abjad yang keempat, karena itulah orang tuanya memberikan nama D.

Sementara itu, ditempat terpisah saat elshinta menemui orang tua D di Desa Sokawangi, Kecamatan Taman, ayah D Mulyaji mengatakan jika pemberian nama D kepada putrinya tersebut dikarenakan proses kelahirannya yang sangat cepat, dan dengan spontan, sesuai dengan huruf abjad urutan keempat maka dari itu Mulyaji memberikan nama cuma satu huruf yaitu D.

D sendiri tidak terlalu memikirkan status namanya yang hanya satu huruf tersebut, karena selama ini tidak ada yang aneh dalam dirinya, justru karena namanya tersebut saat ini dirinya menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki nama lain dari yang lain.

Pelajar Paling Inspiratif 2015 di Australia, Indonesia Masuk Nominasi

Satu lagi mahasiswa Indonesia di Australia menunjukkan prestasinya. Harryadi Irawan, mahasiswa di William Angliss Institute di Melbourne, masuk dalam nominasi Pelajar Paling Inspiratif 2015 di Australia.
Penghargaan ini diselenggarakan oleh Dewan Pelajar Internasional Australia (Council of International Students Australia, CISA) sebuah lembaga yang membawahi para mahasiswa internasional di Australia.

Gambar: isigood.com
Gambar: isigood.com

Selain Harryadi, dalam kategori pelajar paling inspiratif ini ada 4 mahasiswa lainnya yaitu: Wen Kai Tony Wang asal China di University of Melbourne, Huong Dang asal Vietnam di Swinburne University of Technology, Saraswathy Varatharajullu dari Singapura di University of Tasmania, dan Sahil Puri dari India di Victoria University.

Harryadi sebelumnya sudah mendapat penghargaan sebagai mahasiswa internasional terbaik di Negara Bagian Victoria tahun 2014.

“Salah seorang yang masuk dalam nominasi Houng Dang dari Vietnam juga pernah menjadi mahasiswa internasional terbaiik Victoria. Dia menang di tahun 2013,” tambah Harry.

Selain melanjutkan kuliah di William Angliss Institute, menurut Harryadi, sejak menerima penghargaan sebagai mahasiswa terbaik se-Victoria, dia melanjutkan banyak kegiatan untuk membantu mahasiswa lain dan juga mempromosikan sekolahnya.

Selain Harryadi Irawan, dalam nominasi CISA tahun 2015, juga terdapat mahasiswa asal Indonesia lainnya.

Untuk kategori pelajar terbaik dari sekolah kejuruan (VET/TAFE), Dharmawan Santosa dari Eynesbury College di Adelaide Selatan masuk dalam nominasi, sementara itu dalam kategori Asosiasi Pelajar Terbaik, Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) juga masuk dalam nominasi.

PPIA masuk dalam nominasi, bersama dengan Klub Pelajar Internasional Charles Sturt University (CSU ISC), Asosiasi Pelajar Afghanistan University Queensland (AfSA UQ), Federasi Pelajar Internasional Australia (AFIS), dan Dewan Pelajar Internasional Malaysia di Australia (MASCA).

Indonesia Rebut Juara Kompetisi Sains ASEAN di Thailand

Tim pelajar Indonesia dari SMAN 83 Jakarta yang terdiri dari Esti Marzeta dan Elsha Cahyani Fadli berhasil meraih prestasi sebagai Juara II kategori physical sciences pada ajang kompetisi “the First ASEAN Students Science Project Competition” (ASSPC) Thailand, 6-10 Juli 2015. Mereka berhasil menyisihkan puluhan karya ilmiah dari para pelajar negara ASEAN lainnya.

Kedua pelajar ini berhasil meraih juara melalui karya ilmiah pembuatan mini briket dari sampah daun dan serbuk gergaji, sebagai alternatif pengganti energi fosil. Setidaknya terdapat 100 pelajar dengan 36 karya ilmiah yang turut serta dalam ajang ASSPC tersebut.

Gambar: nationalgeographic
Gambar: nationalgeographic

Kepala Biro Kerja sama, Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries, dalam keterangannya mengatakan, melalui kompetisi seperti ini LIPI ingin memfasilitasi semua pelajar untuk berkiprah dalam kompetisi ilmiah internasional sehingga diharapkan bertambah luas wawasan dan tingkat kepercayaan diri.

Guru pembimbing Tim SMAN 83 Jakarta Bayu Satriyawan mengatakan bahwa karya ilmiah anak didiknya memang terbilang inovatif dan ramah lingkungan untuk pengembangan energi terbarukan.

Berbeda dengan jenis-jenis briket yang sudah ada sebelumnya, mini briket itu memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Briket ini mendaur ulang sampah menjadi bernilai guna lebih tinggi.

Selain ukurannya hanya sebesar kapsul, briket tersebut juga tidak kotor dan tidak mengeluarkan asap. Mini briket tersebut selanjutnya akan digunakan di lingkungan SMAN 83 Jakarta. “Kami berharap melalui pengembangan lebih lanjut, briket ini dapat digunakan untuk masyarakat luas,” imbuhnya.

Selama setidaknya dua tahun ke depan, ASSPC akan diselenggarakan oleh Thailand sebagai tuan rumah, dengan tiga klasifikasi yang dipertandingkan, yaitu Physical Sciences, Biological Sciences dan Creative Innovation.

Pada ajang ASSPC kali ini, LIPI mengirimkan tiga tim pelajar untuk berkompetisi, yang sebelumnya merupakan finalis terpilih the National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan pada tahun 2014. Mereka adalah tim pelajar dari SMAN 83 Jakarta, SMAN 1 Dempet Demak Jawa Tengah, dan SMAN 1 Yogyakarta. Para pelajar tersebut didampingi oleh Tim LIPI, yakni Prof. Dr. Subyakto, Mafaza, dan Reyder Simanullang.

Ajang ASSPC yang digelar saat ini menyuguhkan berbagai kegiatan keilmuwan bagi para pelajar yang mengikutinya, seperti workshop, science show, dan acara lain yang memperkenalkan sains dengan cara yang menyenangkan. Selama setidaknya dua tahun ke depan, kompetisi ini akan diselenggarakan oleh Thailand sebagai tuan rumah.

Sedangkan, ajang setelah itu dapat diselenggarakan oleh negara-negara ASEAN lainnya. Ada tiga klasifikasi yang dipertandingkan pada ajang tersebut, di antaranya physical sciences, biological sciences, dan creative innovation.

Lewat 'Jet Engine Bracket', 2 Anak SMK Ini Mendunia

jet engine bracket karya smk salatiga | berita broadcastDunia desain adalah salah satu bidang yang cukup menjanjikan saat ini. Hal ini terlihat dari bermunculannya berbagai usaha yang bergerak di bidang ini seperti usaha percetakan digital ataupun offset, percetakan kaos, desain logo, desain web, desain interior, desain produk, dan lain sebagainya.

Kemudahan untuk menyajikan jasa tersebut juga memicu banyak orang untuk usaha sendirian seperti freelance/kerja lepas. Beruntung pendidikan kejuruan di negara kita saat ini sudah mengalami perkembangan. Banyak SMK telah mulai bermunculan sehingga lulusan-lulusannya pun juga dapat menghasilkan uang dari keahlian yang mereka miliki.

Arfi’an, adalah salah satu anak muda yang mengenyam pendidikan menengah kejuruan di Salatiga. Meskipun tidak sempat mencicipi bangku kuliah, namun bukan berarti hal itu mematahkan semangatnya untuk berusaha memperbaiki hidupnya.

Berawal dari kehidupan yang sangat sederhana dan modal pendidikan terakhir SMK, dia bersama adiknya mampu menunjukkan bahwa lulusan SMK pun juga mampu menjadi sukses. Bahkan belum lama ini,  desain “jet engine bracket” buatan mereka berhasil memenangkan kompetisi Global 3D Printing Design Quest yang digelar oleh General Electric, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat.

Saat ini, setidaknya ada 10 proyek lebih yang sedang dikerjakan. Salah satunya mengerjakan design ultralight aircraft untuk pasar Jerman, Kanada, dan Inggris. Beberapa desain sebelumnya untuk pasar Amerika Serikat.

Penjual Susu dan Tak Memiliki Latar Belakang Desain

Apa yang dicapai Arfian dan Arie dalam kancah internasional tidak terjadi tiba-tiba. Sebelum berkecimpung di dunia desainengineering  mereka adalah pedagang susu dan tukang tambal ban.

Kehidupan ekonomi  keluarga yang tidak mencukupi membuat mereka harus bekerja apa saja untuk mendapatkan penghasilan.

Uniknya, kalau lah boleh dibilang begitu, baik Arfian dan Arie tak memiliki latar belakang akademis di dunia desain engineering. Arfian yang lahir pada 2 Juli 1986 lulusan SMA, sedang Arie yang lahir pada 11 Juli 1991 lulusan SMK jurusan otomotif.

Arfianlah yang pertama-tama tertarik dengan dunia ini. Ia semata-mata hobi, belajar sendiri dengan meminjam komputer milik sepupunya. Komputer adalah barang yang amat mewah yang tidak mungkin mereka miliki.

Arie mengenal desain engineering dari kakaknya. Arie mengaku secara akademis dirinya tidak cemerlang di bangku sekolah. Ia mengalami kesulitan memahami setiap pelajaran. Kata dia, materi pelajaran di sekolah kebanyak disampaikan dalam bentuk teori tanpa praktik. Siswa di kelas hanya membayangakan apa yang diajarkan oleh guru.

Proyek pertama senilai Rp 90 ribu

Proyek pertama membuat desain dimulai dari seringnya mengunjungi salah satu situs tempat para klien mereka berkumpul dan berbincang di dunia maya.

Pada tahun 2005, proyek pertama yang mereka kerjakan adalah membuat jarum untuk alat ukur yang berfungsi sebagai alat medis. Pemesannya adalah perusahaan asal Jerman. Mereka mendapat honor perdana sebesar 10 dollar AS atau sekitar Rp 90 ribuan kala itu.

Sejak proyek pertama itu, mereka terus mendapat permintaan untuk membuat desain-desain alat-alat lain yang semakin canggih. Bahkan, mereka sempat ditawari membuat senjata namun mereka menolak karena senjata dapat digunakan untuk tindakan kriminal.

Selanjutnya, mereka juga pernah membuat desain pesawat ringan yang dipesan oleh perusahaan asal Amerika Serikat. Mereka mendapat bayaran ribuan dollar dari proyek itu.

Mereka kini adalah pemilik usaha Dtech Engineering, bisnis jasa desain yang mendunia. Mereka melayani pemesanan desain tiga dimensi dari seluruh penjuru bumi.