Olahraga Saat Puasa

Puasa itu sehat karena akan mengistirahatkan organ-organ pencernaan kita. Olahraga di saat puasa lebih sehat lagi karena organ-organ pencernaan yang beristirahat tersebut tetap berfungsi normal. Organ-organ pencernaan tersebut tetap mendapat aliran darah yang lancar sehingga tetap berfungsi optimal. Ibarat pegawai, di masa cuti tetapi tetap mendapat gaji.

Menurut pakar fisiologi olahraga Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ermita I. Ilyas, saat puasa, berolahraga kurang-lebih 30 menit saja sudah cukup, dan lakukanlah sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Kapan

Waktu yang tepat untuk olahraga adalah tiga jam setelah sahur, saat tubuh masih menyimpan banyak energi. Atau pilihan waktu lain sekitar setengah jam sebelum berbuka puasa.

Olahraga Apa

Pilih olahraga yang ringan seperti jalan kaki, bersepeda, tennis, atau bulutangkis. Yang penting, perhatikan frekuensi dan durasinya. Saat puasa, porsi olahraga boleh dikurangi sampai 50%-nya. Misalnya, saat nggak puasa, kita jogging keliling komplek 5 kali seminggu. Nah, saat puasa, porsinya dikurangi jadi 3 kali seminggu saja. Jangan lupa juga untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sesudahnya, ya. Supaya terhindar dari cedera dan nyeri otot saat latihan.

Manfaat Olahraga

Pertama, untuk membantu mempertahankan kebiasaan olahraga itu sendiri. Sayang sekali jika harus berhenti berolahraga selama sebulan. Sebab, apabila Ramadan sudah lewat, akan terbentuk rasa malas berolahraga lagi.

Kedua, untuk menjaga kebugaran tubuh. Saat olahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin yang bermanfaat untuk memecah sumber energi yang telah dikonsumsi menjadi energi. Energi ini akan menjadi bekal untuk beraktivitas selama puasa. Jika hanya bermalas-malasan tanpa olahraga, hormon yang dihasilkan hanya sedikit sehingga banyak orang justru menjadi gemuk setelah puasa. Makanan manis juga memicu pertambahan berat badan setelah puasa.

Daftar Masjid yang Menyelenggarakan I'tikaf Bersama

masjid fathullahFase akhir bulan Ramadhan terakhir tinggal menghitung hari. Sesuai hadits Nabi bahwa kita disunnahkan memperbanyak i’tikaf di 10 hari terakhir. Barangkali sebagian dari anda bingung ingin i’tikaf dimana, berikut kami sampaikan masjid yang menyelenggarakan i’tikaf secara bersama.

1. Masjid Fathullah UIN Jakarta

Masjid ini berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan alias persis di seberang gedung Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, panitia menyiapkan imam untuk memimpin dzikir bersama serta tausiyah selepas shalat malam. Selain itu, panitia juga menyediakan makan sahur gratis. Agenda rutin tersebut dilaksanakan pada pukul 01.00 dinihari.

2. Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia

Masjid ini berada di kompleks Bank Indonesia. Di masjid ini, peserta yang beri’tikaf tidak perlu pusing mengenai makan sahur, karena panitia masjid sudah menyediakan kupon yang bisa ditukar saat waktu sahur tiba. Masjid ini dilengkapi dengan karpet yang tebal dan empuk, sehingga nyaman untuk istirahat. Tapi, jangan banyak-banyak juga sih, istirahatnya, kan niatnya mau kencengin ibadah. Jadwal dari malam terdapat kajian dilanjut waktu bebas dan qiyamullail pukul 2 dini hari. Qiyamullail dilaksanakan dengan 3 juz selama kurang lebih 2,5 jam.

3. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid yang sering disingkat MASK ini berada di Menteng Jakarta Pusat. Menurut kabar, Syekh Essam Almegazi Farag Ali, imam shalat asal Madinah akan memimpin qiyamullail saat i’tikaf di masjid ini. MASK selalu ramai saat shalat tarawih. Menurut yang sudah mencoba, masjid ini nyaman karena toilet yang banyak dan ada screen and sound yang menghubungkan dengan jamaah ikhwan. Agenda di masjid ini adalah shalat tarawih dan ceramah, tadarus al qur’an, qiyamullail, muhasabah, dan ditutup dengan sahur bersama.

4. Masjid At Tin

Masjid ini berada dalam satu area dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Masjid ini menjadi salah satu incaran peserta i’tikaf lho, sob. Nggak heran kalo banyak banget yang merekomendasikan masjid ini sebagai tempat i’tikaf. Meskipun ramai, masjid ini sangat luas dan area tempat tidur dibedakan dengan area shalat, sehingga nggak akan menganggu area shalat.

5. Masjid Agung Al Azhar

Masjid ini berada di kompleks sekolah dan universitas Al Azhar Indonesia. Ada di daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Masjid ini juga ramai dengan jamaah i’tikaf. Kegiatan i’tikaf salah satunya diisi oleh tausiyah dan tanya jawab dengan sederet tokoh masyarakat selama 10 malam terakhir.

6. Masjid Baitut Taqwa Bea Cukai

Masjid ini berada di area perkantoran Dirjen Bea Cukai di Jalan Ahmad Yani dekat bypass Rawamangun. Meskipun masjid ini relatif sederhana tetapi, suasana dan fasilitas sangat mendukung untuk i’tikaf.

Bagaimana agenda anda? Jika ada rekomendasi masjid untuk melakukan i’tikaf, silakan ditambah di kolom komentar. Terima kasih ๐Ÿ™‚

Sedekah Itu SANGAT Mudah dan Murah

Perbanyaklah sedekah, mumpung masih bulan Ramadhan. Perbanyaklah sedekah mumpung hayatย masih di kandung badan. Perbanyaklah sedekah mumpung mudah dan murah.ย Gak percaya?

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu.Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya

✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana

✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim

✔ Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa diberikan kepada para pekerja

✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan

✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat, belilah ยฝ-1 doos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orangยฒ yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya

✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya
mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang itu
untuknya sebagai sedekah

✔ Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada setiap huruf yang mereka baca

✔ Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim, khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan

✔ Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah

✔ Jangan biarkan anda tertidur, melainkan telah memaafkan setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu

✔ Kirimkan pesan ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan mendapatkan pahala.

Subhanallah…
semoga yang ikut membagikan pesan ini mendapat rezki dari arah yang tanpa di sangka-sangka. aamiin.

semoga kita bisa mengamalkannya..

Bank Itu Bernama WAKTU

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.

Semua uang itu dapat anda gunakan (tidak lebih).

Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari.

Coba tebak,

Apa yang akan anda lakukan?

Tentu saja menghabiskan semua uang pinjaman itu kan…

Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.

Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.

Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik.

Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda.

Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.

Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.

Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.

Jika anda tidak menggunakannya, maka kerugian akan menimpa anda.

Anda tidak bisa menariknya kembali.

Juga, anda tidak bisa meminta โ€œUang Mukaโ€ untuk keesokan hari.

Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini.

Maka dari itu investasikanlah dengan baik menurut kehendak Allah

Jam terus berdetak,
Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Hargailah waktu yang anda miliki.

Semoga bermanfaat dan mari ingatkan sesama. dengan cara SHARE post ini, semoga berkah

Hindari Makanan/Minuman Berikut Saat Sahur

Sahur bertujuan untuk menambah tenaga saat berpuasa. Namun, ketika kita salah mengonsumsi makanan, maka tubuh kita bisa terasa lebih lemas karena kandungan makanannya. Berikut beberapa makanan yang perlu dihindari ketika santap sahur.

1. Makanan kemasan
Makanan kemasan yang tinggi akan garam dapat mengikat suplai cairan di dalam tubuh. Anda pun bisa merasa lebih cepat haus saat puasa yang tentu saja membuat Anda tidak nyaman.

2. Minum soda
Minum soda saat sahur juga tidak disarankan karena kandungan kimia di dalamnya dapat membuat Anda merasa cepat haus saat puasa.

3. Gula

Makanan yang mengandung terlalu banyak gula, atau gula, adalah makanan yang bisa menguras energi Anda lebih cepat. Ya, gula memang memberikan energi dengan cepat, namun energi yang didapatkan dari gula bersifat seperti rollercoaster. Anda bisa mendapatkan energi dengan cara instan dan cepat, namun juga akan segera kehilangan energi tersebut dengan cepat pula. Setelah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan kafein, Anda akan mendapatkan tambahan energi besar. Namun waspadai efeknya dalam beberapa waktu. Energi Anda akan terkuras habis bahkan sebelum waktu berbuka.

Karena itu, hindari makanan dan minuman yang mengandung banyak gula seperti permen, minuman berenergi, minuman berpemanis, sereal yang mengandung banyak gula, dan lainnya. Makanan-makanan tersebut tak hanya mengandung gula, melainkan juga kalori yang bisa membuat Anda cepat gemuk selama Ramadan.

4. Makanan gorengan

Makanan yang digoreng mengandung banyak lemak dan sulit untuk dicerna. Makanan yang sulit dan lambat dicerna oleh tubuh membutuhkan lebih banyak gula darah dan energi untuk mencernanya. Inilah yang membuat Anda cepat lelah dan merasa kehilangan energi. Sayangnya, seringkali banyak orang yang memilih mengonsumsi makanan yang digoreng seperti kentang goreng, ayam goreng, dan lainnya karena lebih praktis dikonsumsi saat sahur. Padahal makanan ini bisa menguras energi setelah dimakan.

Selain menguras energi, makanan gorengan dan berlemak ini akan menyebabkan Anda cepat merasa ngantuk. Rasa ngantuk tersebut disebabkan oleh menurunnya aliran darah pada tangan dan kaki. Tentunya, anda tak ingin merasa cepat ngantuk saat berpuasa dan beraktivitas, bukan? Karena itu, sebaiknya hindari makanan gorengan dan berlemak saat sahur.

5. Daging kalkun

Sama dengan makanan gorengan, daging merah juga membutuhkan waktu cukup lama untuk dicerna. Daging merah mengandung banyak lemak dan akan menguras banyak energi tubuh untuk mencernanya. Salah satu jenis daging yang tak boleh dikonsumsi saat sahur adalah daging ayam kalkun. Daging ayam kalkun mengandung asam amino yang disebut tryptophan.

Asam amino ini akan memicu produksi serotonin, seperti diungkap oleh peneliti di University of Illinois. Serotonin akan memicu produksi melatonin yang akan membuat Anda merasa ngantuk dan tidak berenergi. Makanan ini cocok untuk makan malam, ketika Anda butuh beristirahat. Namun jika dikonsumsi saat sahur, makanan ini akan cepat menguras energi Anda di siang hari.

6. Minum kopi

Sebaiknya hindari kopi saat sahur. Berdasarkan Natural news, kopi akan cepat menguras energi Anda. Selama ini, kopi dikenal sebagai minuman yang memberikan energi instan. Ini memang benar, karena minum kopu akan merangsang tubuh untuk memproduksi adrenalin. Namun setelah adrenalin terpompa secara instan, tubuh akan merasa sangat kelelahan dan kehilangan energi.

Sementara itu, ketika berpuasa Anda membutuhkan makanan yang memberikan energi yang tahan lama. Kopi tidak bisa memberikannya. Kopi justru akan menyerap semua energi Anda, dan bahkan akan menyebabkan Anda lebih mudah dehidrasi karena sifatnya yang diuretik. Hal ini juga berlaku pada semua minuman yang mengandung kafein seperti minuman berenergi.

7. Makanan rendah zat besi

Saat sahur, hindari makanan yang mengandung sedikit zat besi. Anda harus mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi agar tidak merasa lelah dan lesu saat berpuasa. Makanan yang kurang zat besi akan menyulitkan Anda untuk menggunakan energi dari makanan, karena zat besi dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap energi dari makanan dan menggunakannya.

8. Seledri
Percaya atau tidak, seledri bersama dengan makanan yang tinggi air lainnya seperti mentimun dan semangka merupakan diuretik alami yang menyebabkan kandung kemih Anda penuh. Anda pun akan selalu buang air yang bisa menyebabkan Anda dehidrasi saat puasa.

9. Makanan berlemak atau yang digoreng
Makanan berlemak tinggi atau makanan yang digoreng membutuhkan waktu lama untuk dicerna yang kemudian menyebabkan ketidaknyamanan perut Anda selama puasa.

Pastikan ketika sahur, Anda mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi seperti bayam atau kacang-kacangan. Makanan yang mengandung banyak zat besi akan membantu Anda menjaga tingkat energi selama berpuasa dan menangkal rasa lesu atau ngantuk.

Itulah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur karena bisa menurunkan tingkat energi Anda dengan cepat. Selain makanan di atas, yang paling penting diperhatikan adalah untuk tidak melewatkan sahur. Melewatkan sahur tak hanya menghilangkan kesempatan bagi tubuh untuk mendapatkan kalori dan energi yang diperlukan, namun juga dengan cepat menurunkan gula darah. Jika gula darah turun, Anda akan cepat merasa lemas dan tidak berenergi.

Biodata Rasulullah SAW

ยท Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
ยท Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
ยท Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
ยท Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
ยท Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
ยท Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW).
ยท Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
ยท Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN
ยท Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN
ยท Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa ‘ (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah).
ยท Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.

USIA 8 TAHUN
ยท Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
ยท Baginda dipelihara pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
ยท Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan..
ยท Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
ยท Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ‘ Sirah ‘ , jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja..
ยท Menyaksikan ‘ perjanjian Al-Fudhul ‘ ; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN
ยท Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.
ยท Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.
ยท Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk
meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
ยท Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
ยท Banjir besar melanda Makkah dan meruntuh- kan dinding Kaabah.
ยท Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.
ยท Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ‘ Hajarul-Aswad ‘ ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
ยท Menerima wahyu di gua Hira ‘ sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
ยท Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq.
ยท Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
ยท Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
1. Khadijah Binti Khuwailid.
2. Saudah Binti Zam’ah.
3. Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
4. Hafsah binti ‘ Umar (anak Saidina ‘ Umar bin Al-Khattab).
5. Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
6. Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
7. Zainab Binti Jahsy.
8. Maimunah Binti Harith.
9. Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
10. Zainab Binti Khuzaimah (digelar ‘ Ummu Al-Masakin ‘ ; Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra ‘

Sabda Rasulullah SAW:
“Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga.” (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ู‰ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุงุตุญุงุจู‡ ูˆุณู„ู…

Nabi Muhammad SAW – Manusia agong

KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH. Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
– Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah saw..
– Aku melihat cahaya dari lidahnya.
– Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
– Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
– Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
– Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
– Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
– Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
– Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
– Wajahnya seperti bulan purnama.
– Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
– Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
– Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
– Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
– Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
– Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
– Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
– Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
– Janggutnya penuh dan tebal menawan.
– Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
– Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
– Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
– Rambutnya sedikit ikal.
– Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah bahu tapi disisir rapi.
– Rambutnya terbelah di tengah.
– Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
– Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa. – Seimbang antara kedua bahunya.
– Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dgn cantik..

Wallahua’lam Bissawab ….

Dahsyatnya Doa Sebelum Berbuka Puasa dan Ketika Sahur

doa berbuka puasaAda suatu waktu yang mustajab untuk berdoa, dimana doa tersebutย tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat menjelang berbuka puasa dan menjelang makan sahur.

Di Mekkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib orang-orang sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai-sampai air mata mereka mengalir deras.

Ya, berdoa meminta kepada Allah yang Maha Kaya.

Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (Indonesia) yaitu dengan menyia-nyiakan waktu yang sangat mustajab ini dengan cara ngabuburit menjelang adzan maghrib.

Memilih berkumpul menghadapi hidangan berbuka & mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca “dzahaba zhoma’u….“, padahal itu hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur.

Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10-15 menit sebelum adzan maghrib (sudah dalam keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dengan didahului puji-pujian kepada Allah & bershalawat atas Nabi).

Allah menggaransi bahwa doa-doa tersebut akan dikabulkan..”Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya”

Manfaatkanlah waktumu sobat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.

Berdo’alah utk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita.

Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mrk berdo’a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka. Krn itu, mrk buat tipu daya utk melalaikannya dgn program2 TV & media lainnya di waktu2 yg mustajab menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam).
Sehingga ummat muslim tak sempat utk berdoa.

Semoga nasehat yg singkat ini bermanfaat bagi umat yg belum mengetahui nya.

Dalilnya:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimiโ€

(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752)

Zakat Fitrah (Bag II – Selesai)

d. Muallaf
Secara harfiyah, muallaf qulubuhum adalah orang-orang yang dibujuk hatinya. Sedangkan orang-orang yang termasuk muallaf, yang nota bene berhak menerima zakat adalah :
1. Orang yang baru masuk Islam dan Iman (niat) nya masih lemah
2. Orang yang baru masuk Islam dan imannya sudah kuat, namun dia mempunyai kemuliaan dikalangan kaumnya. Dengan memberikan zakat kepadanya, diharapkan kaumnya yang masih kafir mau masuk Islam.
3. Orang Islam yang melindungi kaum muslimin dari gangguan dan keburukan orang-orang kafir
4. Orang Islam yang membela kepentingan kaum muslimin dari kaum muslim yang lain yang dari golongan anti zakat atau pemberontak dan orang-orang non Islam.
Semua orangย  yang tergolong muallaf di atas berhak menerima zakat dengan syarat Islam. Sedangakan membujuk non muslim dengan menggunakan harta zakat itu tidak boleh.

e. Budak mukatab
Budak mukatab yaitu budak yang dijanjikan merdeka oleh tuannya apabila sudah melunasi sebagian jumlah tebusan yang ditentukan dengan cara angsuran. Tujuannya untuk membantu melunasi tanggungan dari budak mukatab.

f. Ghorim (orang yang berhutang)
Ghorim terbagi menjadi 3 bagian :
1. Orang yang berhutang untuk mendamaikan dua orang atau dua kelompok yang sedang bertikai.
2. Orang yang berhutang untuk kemaslahatan diri sendiri dan keluarga.
3. Orang yang berhutang untuk kemaslahatan umum, seperti berhutang untuk membangun masjid, sekolah, jembatan dan lain-lain.
4.Orang yang berhutang untuk menanggung hutangnya orang lain.

g. Sabilillah
Sabilillah yaitu orang yang berperang di jalan Allah dan tidak mendapatkan gaji. Sabilillah berhak menerima zakat untuk seluruh keperluan perang. Sejak berangkat sampai kembali, sabilillah dan keluarganya berhak mendapatkan tunjangan nafkah yang diambilkan dari zakat. Sedangkan yang berhak memberikan zakat untuk sabilillah adalah imam (penguasa) bukan pemilik zakat.

Keterangan :
Dikalangan ulama terdapat khilaf tentang makna fii sabilillah; Ada pendapat mengatakan bahwa yang dimaksud fii sabilillah tiada lain adalah orang-orang yang menjadi sukarelawan untuk berperang di jalan Allah Swt dan tidak mendapatkan gaji, dan inilah pendapat mayoritas para ulama (pendapat yang kuat). Sebagian ulama mengatakan bahwa fii sabilillah adalah semua aktifitas yang menyangkut kebaikan untuk Allah sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Qaffal, seperti untuk sarana-sarana pendidikan dan peribadatan Islam. Dan pendapat ini adalah lemah.

h. Ibnu sabil (musafir)
Ibnu sabil yaitu orang yang memulai bepergian dari daerah tempat zakat atau musafir yang melewati daerah tempat zakat dengan syarat :
1. Bukan bepergian untuk maksyiat
2. Membutuhkan biaya atau kekurangan biaya. Walaupun ia mempunyai harta di tempat yang ia tuju.

Orang-orang yang tidak berhak menerima zakat
1. Orang kafir atau murtad
2. Budak / hamba sahaya selain budak mukatab
3. Keturunan dari bani Hasyim dan Bani Muthalib (para habaib), sebagaimana hadits shohih, Nabi Saw bersabda :

ุฅูู†ูŽู‘ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู‡ููŠูŽ ุฃูŽูˆู’ุณูŽุงุฎู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุญูู„ูู‘ ู„ูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู

โ€œSesungguhya shodaqah ini (zakat) adalah kotoran manusia dan tidak dihalalkan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad โ€œ.
4. Orang kaya. Yaitu orang yang penghasilannya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
5. Orang yang ditanggung nafkahnya. Artinya, orang yang berkewajiban menanggung nafkah, tidak boleh memberikan zakatnya kepada orang yang ditanggung tersebut.

Mekanisme pembagian zakat
Apabila zakat dibagikan sendiri oleh pemilik atau wakilnya, maka perinciannya sebagai berikut :
– Jika orang yang berhak menerima zakat terbatas (bisa dihitung), dan harta zakat mencukupi, maka mekanisme mengeluarkan zakatnya harus mencakup semua golongan penerima zakat yang ada di daerah tempat kewajiban zakat. Dan dibagi rata antar golongan penerima zakat.
– Jika orang yang berhak menerima zakat tidak terbatas atau jumlah harta zakat tidak mencukupi, maka zakat harus diberikan pada minimal tiga orang untuk setiap golongan penerima zakat.
Pemilik zakat tidak boleh membagikan zakatnya pada orang-orang yang bertempat di luar daerah kewajiban zakat. Zakat harus diberikan pada golongan penerima yang berada di daerah orang yang dizakati meskipun bukan penduduk asli wilayah tersebut.
Sedangkan jika pembagian dilakukan oleh Imam (penguasa), baik zakat tersebut diserahkan sendiri oleh pemilik kepada Imam atau diambil oleh Imam, maka harus dibagi dengan cara sebagai berikut :
a. Semua golongan penerima zakat yang ada harus mendapat bagian
b. Selain golongan amil, semua golongan mendapat bagian yang sama.
c. Masing-masing individu dari tiap golonganย  penerima mendapat bagian (jika harta zakat mencukupi)
d. Jika hajat dari masing-masing individu sama, maka jumlah yang diterima juga harus sama.

Catatan :
Menurut pendapat Imam Ibnu Ujail Rh adalah :
1. Zakat boleh diberikan pada satu golongan dari beberapa golongan yang berhak menerima zakat.
2. Zakatnya satu orang boleh diberikan pada satu yang berhak menerima zakat.
3. Boleh memindah zakat dari daerah zakat.
Tiga pendapat terakhir boleh kita ikuti (taqlid) walaupun berbeda dengan pendapat dari Imam Syaiโ€™i . Mengingat sulitnya membagi secara rata pada semua golongan, apalagi zakat fitrah yang jumlahnya tidak begitu banyak.

Tanya jawab seputar masalah zakat
♦ Soal. Sah kah panitia zakat / amil yang dibentuk oleh kelurahan ?
Jawab. Jika memenuhi persyaratan-persyaratannya seperti diangkat oleh Imam dan panitia itu termasuk orang yang menguasai bab zakat, maka dapat disebut amil zakat.
( Buka kitab Al-Bajury, jilid 1 hal: 290 )
♦ Soal. Apakah pengurus panitia zakat yang didirikan oleh suatu organisasi Islam itu termasuk amil menurut Syareโ€™at, ataukah tidak ?
Jawab. Panitia pembagian zakat yang ada pada waktu ini tidak termasuk amil zakat menurut agama Islam, sebab mereka tidak diangkat oleh Imam (kepala negara).
(Buka kitab Al-Bajuri 1/283 dan At-Taqrirat : 424)
♦ Soal. Bolehkah zakat fitrah dijual oleh panitia zakat dan hasil penjualannya dipergunakan menurut kebijaksanaan panitia ?
Jawab. Zakat fitrah tidak boleh dijual kecuali oleh mustahiqnya.
(Buka kitab Al-Anwar juz 1 bab zakat)
♦ Soal. Bolehkah zakat atau sebagiannya dijadikan modal usaha bagi panitia-panitia zakat atau badan-badan sosial tersebut ?
Jawab. Tidak boleh zakat atau sebagiannya dijadikan modal usaha bagi panitia-panitia atau badan-badan sosial.
(Buka kitab Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal : 169)
Pengertian Sabilillah dalam Zakat
Termasuk al-Ashnaf al-Tsamaniyah (delapan golongan yang berhak menerima zakat) yang disebutkan dalam al-Qurโ€™an adalah golongan Fii sabilillah. Apakah yang dimaksud Fii sabilillah dalam ayat itu?
Mengenahi permasalahan ini ada beberapa pandangan;
a. Mereka yang berperang membela agama Allah.
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tafsir al-Jalalain hal. 420

(ูˆูŽููู‰ู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู) ุฃูŽูŠู’ ุงูŽู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู…ููŠู’ู†ูŽ ุจุงูู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ููŽูŠู’ุกูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุบู’ู†ููŠูŽุงุกูŽ
(ุชูุณูŠุฑ ุงู„ุฌู„ุงู„ูŠู†, ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุชูˆุจุฉ ุงูŠุฉ 60 ุต 162 )

Fisabilillah artinya adalah orang-orang yang melaksanakan jihad/berperang (peperangan membela agama Allah. Yakni orang-orang yang tidak mendapatkan harta faiโ€™ (harta yang diperoleh dari rampasan perang) meskipun tergolong kaya-raya. (Tafsir al-Jalalain hal.162)
b. Menurut ulamaโ€™ ahli fiqih yang dikutip oleh Imam Qoffal, yang dimaksud sabilillah adalah mencakup kepada semua bentuk kebaikan. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tafsir al-Munir juz I, hal.44

ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูู‘ูŽุงู„ู ุนูŽู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌุงูŽุฒููˆู’ุง ุตูŽุฑู’ููŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ุงูŽุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ูˆูุฌููˆู’ู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู : ู…ูู†ู’ ุชูŽูƒู’ูููŠู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู‰ูŽ ูˆูŽุจูู†ุงูŽุกู ุงู„ู’ุญูุตููˆู’ู†ู ูˆูŽุนูู…ูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ููู‰ู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุนุงูŽู…ูŒ ููู‰ ุงู’ู„ูƒูู„ู‘ู. (ุชูุณูŠุฑ ุงู„ู…ู†ูŠุฑ : ุฌ 1 ุต 344)

Menurut ulamaโ€™ ahli Fiqih yang dikutip oleh al-Qoffal bahwa sesungguhnya merekitu memperbolehkan pentasarufan zakat untuk semua bentuk kebaikanb, seperti untuk mengkafani mayit, membangun benteng dan memperbaiki masjid, karena firman Allah Swt. Fii sabilillah itu umum bisa mencakup semuanya.

Zakat Fitrah (Bag I)

Zakat fitrah merupakan salah satu dari rukun Islam. Berikut kami sampaikan uraian mengenai zakat fitrah seperti terteran di Tafsir al-Munir, juz I, halaman 344.

Syarat wajib zakat fitrah
1. Islam.
2. Merdeka.
3. Memiliki kelebihan biaya untuk dirinya beserta keluarganya dan dari biaya pembayaran hutang, diwaktu hari raya.
4. Menemui waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Artinya menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awalnya bulan Syawwal (malam hari raya).

Keterangan:
Yang dimaksud โ€œmempunyai kelebihan di siniโ€œ adalah kelebihan dari kebutuhan pokok sehari-harinya. Maka barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari, seperti rumah yang layak, perkakas rumah tangga yang diperlukan, pakaian sehari-hari dan lain-lain tidak menjadi perhitungan. Artinya, jika tidak mampu membayar zakat fitrah, harta benda di atas tidak wajib dijual guna mengeluarkan zakat

Jenis dan kadar zakat fitrah
1. Berupa bahan makanan pokok daerah tersebut (bukan uang)
2. Sejenis. Tidak boleh campuran
3. Jumlahnya mencapai satu Shoโ€™ untuk setiap orang
Ukuran satu sho’ menurut konversi:
Kitab Mukhtasyar Tasydidi al Bunyan adalah 2,5 Kg
Habib Zein Bin Semit dalam kitab Taqriirotus Sadiidah Fii Masailil Mufidah, satu Shoโ€™ sama dengan 2.75 Kg, namun agar lebih hati-hati adalah 3 Kg
Catatan :
– Menurut Imam Abu Hanifah, zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk qimah atau uang.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah
Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi menjadi 5 kelompok :
1. Waktu wajib.
Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian awalnya bulan Syawwal. Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1 Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya malam 1 Syawwalย  tidak wajib dizakati.
2. Waktu jawaz.
Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.
3. Waktu Fadhilah.
Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.
4. Waktu makruh.
Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.
5. Waktu haram.
Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram. Sedangkan status dari zakat yang dikeluarkan tanggal 1 Syawwal adalah qodhoโ€™.

Syarat sahnya zakat
1. Niat.
Harus niat di dalam hati ketika mengeluarkan zakat, memisahkan zakat dari yang lain, atau saat memberikan zakat kepada wakil untuk disampaikan kepada yang berhak atau antara memisahkan dan memberikan.

– Niat zakat untuk diri sendiri :
ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽู†ู’ ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒุงูŽุฉูŽ ุงู’ู„ููุทู’ุฑูุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููŠ / ู‡ูŽุฐูŽุง ุฒูŽูƒุงูŽุฉู ู…ูŽุงู„ููŠ ุงู’ู„ู…ูŽูู’ุฑููˆู’ุถูŽุฉู’
” Saya niat mengeluarkan zakat untuk diriku / ini adalah zakat harta wajibku โ€œ

Jika niat zakat fitrah atas nama orang lain, hukumnya diperinci sebagai berikut :
a.ย  Jika orang lain yang dizakati termasuk orang yang wajib ditanggung nafkah dan zakat fitrahnya, seperti istri, anak-anaknya yang masih kecil, orang tuanya yang tidak mampu dan setrusnya, maka yang melakukan niat adalah orang yang mengeluarkan zakat tanpa harus minta idzin dari orang yang dizakati. Namun boleh juga makanan yang akan digunakan zakat diserahkan oleh pemilik kepada orang-orang tersebut supaya diniati sendiri-sendiri.

b. Jika mengeluarkan zakat untuk orang yang tidak wajib ditanggung nafkahnya, seperti orang tua yang mampu, anak-anaknya yang sudah besar (kecuali jika dalam kondisi cacat atau yang sedang belajar ilmu agama), saudara, ponakan, paman ย atau orang lain yang tidak ada hubungan darah dan seterusnya, maka disyaratkan harus mendapat idzin dari orang-orang tersebut. Tanpa idzin dari mereka , maka zakat yang dikeluarkan hukumnya tidak sah.

– Niat atas nama anaknya yang masih kecil :

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽู†ู’ ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒุงูŽุฉูŽ ุงู’ู„ููุทู’ุฑูุนูŽู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏููŠ ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠู’ุฑู

โ€œ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama anakku yang masih kecilโ€ฆโ€

– Niat atas nama ayahnya :

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽู†ู’ ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒุงูŽุฉูŽ ุงู’ู„ููุทู’ุฑูุนูŽู†ู’ ุงูŽุจููŠ

โ€œ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama ayahkuโ€ฆโ€

– Niat atas nama ibunya :

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽู†ู’ ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒุงูŽุฉูŽ ุงู’ู„ููุทู’ุฑูุนูŽู†ุก ุงูู…ูู‘ูŠ

โ€œ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama ibukuโ€ฆโ€

– Niat atas nama anaknya yang sudah besar dan tidak mampu :

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽู†ู’ ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฒูŽูƒุงูŽุฉูŽ ุงู’ู„ููุทู’ุฑูุนูŽู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏููŠ ุงู’ู„ูƒูŽุจููŠู’ุฑู

โ€œ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama anakku yang sudah besarโ€ฆโ€

2. Dikeluarkan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat
Orang-orang yang berhak menerima zakat :
Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุงุชู ู„ูู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคูŽู„ูŽู‘ููŽุฉู ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุฑูู‘ู‚ูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุงุฑูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุจููŠู„ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒ

a. Faqir
Faqir adalah orang yang tidak mempunyai harta atau pekerjaan sama sekali, atau orang yang mempunyai harta atau pekerjaan namun tidak bisa mencukupi kebutuhannya.
Misalnya dalam sebulan ia butuh biaya sebesarย  Rp; 500.000, namun penghasilannya hanya mendapatย  Rp; 200.000 (tidak mencapai separuh yang dibutuhkan).
Yang dimaksud dengan harta dan pekerjaan di sini adalah harta yang halal dan pekerjaan yang halal dan layak. Dengan demikian yang termasuk golongan faqir adalah :
Tidak mempunyai harta dan pekerjaan sama sekali
Mempunyai harta, namun tidak mempunyai pekerjaan. Sedangkan harta yang ada sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama umumnya usia manusia.
Mempunyai harta dan pekerjaan, harta saja atau pekerjaan saja namun harta atau pekerjaan tersebut haram menurut agama. Bagi orang yang mempunyai harta yang melimpah atau pekerjaan yang menjanjikan, namun haram menurut agama, maka orang tersebut termasuk faqir sehingga berhak dan boleh menerima zakat.
Tidak mempunyai harta dan mempunyai pekerjaan, namun tidak layak baginya. Seperti pekertjaan bisa merusak harga diri, kehormatan dan lain-lain.
b. Miskin.
Miskin adalah orang yang mempunyai harta atau pekerjaan yang tidak bisa mencukupi kebutuhannya dan orang-orang yang ditanggung nafkahnya.
Misalnya dalam sebulan ia butuh biaya sebesarย  Rp; 500.000, namun penghasilannya hanya mendapatย  Rp; 400.000 (mencapai separuh yang dibutuhkan).

c. Amil.
Amil zakat yaitu orang-orang yang diangkat oleh Imam atau pemerintah untuk menarik zakat kepada orang yang berhak menerimanya dan tidak mendapat bayaran dari baitul mal atau Negara.
Amil zakat meliputi bagian pendataan zakat, penarik ย zakat, pembagi zakat dan lain-lain. Jumlah zakat yang diterima oleh amil disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan alias memakai standart ujroh mistly (bayaran sesuai tugas kerjaannya masing-masing).

Syarat-syarat amil zakat
Islam
Laki-laki
Merdeka
Mukallaf
Adil
Bisa melihat
Bisa mendengar
Mengerti masalah zakat (faqih / menguasai)

Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Hafidz Al Quran

Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengamalkannya – Alhadits

Mempunyai anak yang bisa membaca Al Quran sejak usia dini merupakan dambaan setiap orang tua muslim. Apalagi jika si buah hati sampai bisa menghafalnya. Untuk para orang tua yang mendambakan si kecil menghafal Al Quran, kami sampaikan tips bagaimana mendidik anak agar bisa hafal Al Quran sebagaimana dilansir dariย ummi-online sebagai berikut.

1. Orang tua sepakat menjadikan Keluarga Qurani sebagai misi dan visi keluarga

Al Quran adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh pasangan suami istri dalam mendidik buah hatinya. Dan harus diingat bahwa keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja. Dan jangan terlalu mengandalkan sekolah. Karena 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.

2. Memperkenalkan Al-Qurโ€™an kepada buah hati sejak dini bahkan semenjak masih di dalam kandungan

Perdengarkan murottal sejak anak masih dalam kandungan.

3. Membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari

Perdengarkan murottal di setiap waktu terutama menjelang mereka tidur. Dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Quran dan memberikan pemahaman bahwa Al-Qurโ€™an adalah Kalamullah yang seharusnya menjadi pedoman hidup, maka akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qurโ€™an hingga mereka menginjak dewasa.

4. Orangtua senantiasa menjadi suri tauladan bagi sang anak

Saat suami istri sudah sepakat untuk membentuk keluarga Qurani, maka sang ayah dan ibu harus memberikan teladan. Dengan rajin mengaji dan menghapal Al-Quran.

Sang anak dapat mendengar dan jangan kaget jika dia dapat mengikuti bacaan orangtuanya yang sedang murojaah. Hal itu karena mereka sering mendengar ayat-ayat yang tersebut.

5. Membuat jadwal untuk menghafal dan murojaah bagi anak

Misal: Jadwal murojaah adalah setiap pulang dari sholat shubuh berjamaah bersama ayah di masjid. Dan jadwal setoran hafalan adalah setiap selepas sholat maghrib.

Terapkan dengan konsisten untuk membentuk pola menghafal dan murojaah yang kuat pada sang anak.

6. Berikan reward untuk prestasi sang anak

Misalnya: setiap selesai menghapal satu surat ibu membuatkan kue kesukaan sang anak.

7. Orang tua terus menerus meningkatkan ilmunya sehingga mampu menjadi madrasah yang sebaik-baiknya bagi sang anak.

8. Bangun dakwah di dalam rumah

Ajak anak-anak untuk berkumpul dan mendengarkan cerita islami yang akan dapat mempertebal keimanan mereka.

9. Mensekolahkan anak ke pesantren tahfidz

Dari Buraidah, Rasulullah saw bersabda, โ€œSiapa yang membaca Al-Qurโ€™an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, โ€˜Mengapa kami dipakaikan jubah ini?โ€™ Dijawab, โ€˜Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qurโ€™an.โ€ (HR Abu Daud)